Assalamu'alaikum, teman-teman. Kali ini aku pengin kembali berbagi kisah. Sebenarnya aku nggak pengin bahas ini, tapi aku rasa semua orang wajib tau salah satu kisahku yang ini. Seperti biasa, buang yang buruk, amalkan jika bermanfaat. Aku pengin cerita. Ketika aku menjemput takdirku sendiri. Ya. Benar kata mamaku, kita itu menjemput takdir, bukan takdir yang menghampiri kita. Sebagai contohnya, maut. Banyak orang yang bunuh diri di kereta, di jalan raya, dan di tempat lainnya yang nggak diinginkan. Tapi, percuma aja. Itu sudah bagian dari takdir yang kita jemput. Mau bagaimanapun kalau takdirnya meninggal di kasur pun, ya pasti akan meninggal di kasur. Suatu saat tiba-tiba pengin tidur di kasur, eh ternyata lagi menjemput takdir kematiannya di kasur. Sama halnya dengan rezeki. Rezeki itu dijemput. Karena rezeki sebagian dari takdir. Menjemput rezekinya dengan cara berusaha, bekerja. Bukan leha-leha. Sama halnya pula dengan jodoh. Jodoh perilal memperbaiki diri, serta men...
Aku menulis hanya untuk abadi. Bonusnya, kamu menyukai keabadianku.