Mengeluh ialah sebagai bukti kalo kita gak nerima takdir yang Allah tetapkan. Merasa gak mampu atau gak suka sama apa yang telah terjadi. Tapi pernah gak sih kita mikir, kalo apa yang udah terjadi saat ini barangkali adalah harapan yang dulu selalu kita panjatkan? Temen-temen gue dari MTs dan MA pasti udah hafal banget kalo gue suka nulis. Ya, nulis diary sih lebih tepatnya. Every day and every condition , setiap momen gue tulis di buku diary. Tentu kalian semua juga pasti gak asing kan dengan nasihat-nasihat perihal berbicara yang baik-baik, atau banyak-banyak afirmasi, karena bakalan jadi doa. Bakalan terkabul. Nah, begitu juga dengan tulisan. Makanya, di blog ini gue buat judul kalo menulis itu sama kayak berbicara dan sama dengan berdoa. Ketika kita nulis, otomatis hati kita turut berkata, merangkai kata yang pengin kita tuang ke dalam tulisan. Gue sering banget curhat curhat menceritakan segala kondisi yang lagi gue alamin saat itu. Trus, di paragraf terakhir pasti selalu gue...
Aku menulis hanya untuk abadi. Bonusnya, kamu menyukai keabadianku.