Skip to main content

Posts

Showing posts from January, 2026

Tawasul

Kamis, 22 Januari 2026. Hari ini gue berniat ngetik skripsi di luar bareng kedua temen gue, yang emang rencananya setelah ngetik, pengin nonton bioskop. ‘Pakai gelang yang mana yaaa?’ batin gue ke ketiga gelang gue yang semuanya berwarna pink. Dan gue memilih gelang pink full bulat-bulat. Sesampainya di perpus UI, lama kita bertiga mikir, “Masuk atau enggak?” yang akhirnya kita mutusin buat ngetik di halaman luar perpus UI aja. Tapi, belom sempet duduk pun, kita bertiga sama-sama ngeluh laper, karna emang udah masuk jam waktu makan siang. Dengan lucunya kita watados langsung ngide ke detos aja. Biar sekalian ngetik dan nonton di sana. Ya. Sembari menunggu makanan dateng, kita buka laptop, ngetik dan ngobrol-ngobrol. Mengenang tiga tahun yang berlalu begitu cepat. Usai makan, kita lanjut sibuk dengan masing-masing skripsi kita. Sambil ngeliat jadwal bioskop, ternyata film yang mau kita tonton gada di mall itu. Akhirnya temen gue ngide ke Ramayana. Tapi temen gue pengin beli ...

Aku, Al-Qur’an dan Al-Hikam 2

Pentingnya untuk rajin rajin berdoa, mendoakan, agar senantiasa selalu didoakan, memiliki keterkaitan. Ketika kita saling mendoakan kebaikan, tentu kebaikan kebaikan pula yang bakalan balik lagi ke kita. Kenapa gue kasih judul blog ini dengan Aku, Al-Qur’an dan Al-Hikam lagi? Ya. Part dua. Karna ternyata ada part yang lupa dibahas. Ada part yang juga harus dikenang dalam tulisan. Part doa orang tua. Kala itu, 2016, setelah gue nyusahin minta pindah dari Bogor, dan mama nurutin kemauan gue untuk pindah, asal dengan syarat, harus tetep mondok di deket rumah, Depok, Ar-Rahmaniyah. Lebih tepatnya gue lupa, entah kunjungan pertama atau yang ke berapa, maybe sowan pertama aba dengan Abi Furqon. Aba memperkenalkan diri dan dilanjut dengan izin menitipkan gue ke pondok itu. Yang amat sangat gue inget dari percapakan aba adalah… “Doain, semoga bisa kuliah di Al-Hikam. Yang punya Kiai Hasyim Muzadi itu.”   “Bukannya cuma ada santri putra ya?” respon abi menanggapi. Aba tersen...

Karena (memang) Fitrahnya...

Keresahan gue atas, “Harus banget nikah ya?” Sering kali berbagai kenyataan jadi seorang wanita bikin gue merinding. Bikin gue gak mau dan takut nikah haha. If you know you know. Jujur, otak gue agak belum bisa menerima kenyataan kalo kita sebagai perempuan itu harus punya anak. No. Bukan di bagian punya anaknya. Tapi…. Di bagian harus bikin anaknya. Haha. Iya. Jujur, gue merinding kalo mengingat setelah nikah itu sudah selayaknya harus berhubungan intim. Suami istri. Jujur. Gue. Takut. Pertama, malu. Karena kita harus membuka segala pakaian kita di hadapan orang baru. Dan itu laki-laki. walau kita suka sama laki-laki itu, ya kan tetep aja bayangan gue pasti malu nanti. Kedua, (katanya) sakit. Dan walau (katanya) sakit di awal-awal aja, tapi kan tetep aja, buat yang masih perawan kan sakit. Dan gue takut buat ngelewatin fase pertama-tama itu. Ketiga, gue amat sangat menolak tua. Masih mau dipanggil kakak, bukan menjadi seorang ibu-ibu hehe. Ditambah, di Instagra...