Selain di tengah hiruk pikuk banyaknya pernikahan, persoalan kekerasan dalam rumah tangga pun gak kalah banyaknya. Yang pastinya, itu banyak buat kita yang belum menikah menjadi takut untuk menikah. Jujur, sering kali aku mikir buat takut nikah. Bukan karena belum siap. Untuk perkara menikah, tak perlu menunggu siap atau belum siap. Karena menurutku, kalau memang sudah jodohnya, mau gak mau kita semua harus siap. Yang awalnya gabisa, seiring berjalannya waktu, kita semua akan di dewasa kan oleh keadaan. Gabisa masak sekali pun, kalau sudah menjadi adat kebiasaan dalam berumah tangga, tentu akan bisa nantinya. Gabisa urus anak, urus keuangan keluarga. Karena keadaan yang menuntut, semua akan berjalan, berproses menjadi bisa. Baik belajar menjadi suami, atau istri. Bahkan aku sering berandai jika nantinya aku berumah tangga dalam kondisi yang tidak enak, seperti serba kekurangan, dll. Apakah aku mampu menjadi istri yang sabar, lapang dada menerima segala apa yang diberikan suami. Apakah ...
Aku menulis hanya untuk abadi. Bonusnya, kamu menyukai keabadianku.