Skip to main content

Stay Private!

Terlahir sebagai manusia tentu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Sebagai manusia pun harus menutupi dan saling melengkapi kekurangan orang di sekitarnya. Seorang suami melengkapi kekurangan istri. Orang tua yang melengkapi kekurangan anak-anaknya. Seorang kakak yang melengkapi kekurangan adiknya. Kekurangan antar teman dan lain sebagainya.

Setiap orang tentu malu kalau kekurangan menjadikan dirinya menjadi sosok yang terbatas dan dijauhi oleh orang sekitar. Peran kita sebagai sesama manusia tentu harus saling menutupi.

Di sini gue pengin certain apa yang pernah jadi pengalaman hidup gue selama ini. Tentu gue juga bukan manusia yang sempurna, gue banyak salah dan kurangnya.

Sebagai makhluk sosial, tentu kita pernah saling berbagi pengalaman hidup. Di sini, gue tipe orang yang Sukanya nyimak aja, ketimbang jadi orang yang aktif bicara. Gue gabakal mulai cerita kalau gak di tanya.

Sering terjadi ketika di mana temen-temen gue bercerita tentang permasalahan hidupnya ke gue. Gue nyimak dan cukup banyak ber- ‘oh’ seolah paham dan mengerti situasi yang dihadapinya.

Setiap kali denger cerita keluh kesah kehidupan orang gue sadar dan ngucap dalam hati. “Susah banget ya jadi dia.” “Harus banyak bersyukur, kehidupan gue yang baik-baik aja.” “Gaboleh ngeluh, setiap orang punya masalahnya, gak cuma lu doang, Fa!” dan lain-lain.

Sampai akhirnya, (mungkin banyak) pada nanya balik ke gue. “Lu nih, gapernah cerita. Pasti keluarga lu gapernah kayak gini, ya?” “Hidup lu gapernah ada masalah, ya?”

“Hah?” gue kaget. Nyengir. Kikuk.

“Sama, kok. Sama.”

Mereka gentian interogasi. Gue cerita singkat. Seadanya. Apa adanya.

Setiap temen gue pasti hafal banget kalau keluarga gue yang over protective ke gue. Karena yang emang sering gue keluhkan ya seputar itu aja. Sisanya, baik itu mama gue yang orangnya beginilah, aba gue yang begitulah, kakak gue yang begini begitu, menurut gue gada yang perlu diceritain apa yang terjadi di kehidupan keluarga gue.

Mungkin terkesan sok. Gue juga ngerasa bukan karena menutup aib keluarga sendiri, tapi ya entah kenapa, gak penting aja menceritakan itu semua di kehidupan keluarga orang lain. Cukup kita sendiri yang menikmati kebahagiaan keluarga kita. Kita sendiri yang menelan pahitnya kehidupan keluarga.

Banyak juga yang secara gamblang menceritakan hal yang gak mereka suka di dalam hubungan keluarganya. Bikin gue jadi gumam dalam hati. “Lu sadar gak sih, lu lagi buka aib keluarga lu? Lagi jelekkin keluarga lu sendiri? Gue gabutuh tau itu. Gaperlu.”

Mereka juga berdalih karena saking capeknya, makanya menumpahkan itu semua ke temannya. Walau seharusnya pun bercerita sama temen yang bisa kasih solusi, bukan ke orang yang Cuma nyimak doang, kayak gue salah satunya, wkwk.

So, mari kita sama-sama menjaga privasi orang-orang yang kita sayang. Dengan adanya kita, kita melengkapi kekurangannya. Dengan adanya mereka, mereka melengkapi kekurangan kita. Sama-sama nggak mengumbar apa yang terjadi di hidup kita, entah itu perasaan Bahagia atau pun kesedihan, kesulitan dan lainnya.

Stay Private, Babe!

Comments

Popular posts from this blog

Semua Serba Gantian 2

Di era gen z ini, banyak yang pada nikah. Yang belom jemput takdirnya sedikit mencemaskan diri. "Jodoh gue ada gak yaaa?"  Sebenernya topik ini sama aja kayak di part pertama. Tapi akhir-akhir ini, feel-nya tuh lagi mikirin kayak gini mulu. Selain banyak yang nikah, tentunya yang meninggal juga banyak kan. Sama kayak judulnya, 'Semua Serba Gantian'. Sadar gak sadar, tiba-tiba udah menuju 25 tahun.  Katanya, dengan menikah seseorang udah berada di tahap selanjutnya. Nyatanya. Ya kita tetep jalan di tempat. Masih sama di dunia. Bedanya cuma ngejalanin kehidupan bareng orang baru aja.  Karna kenyataannya, yang satu langkah ke depan itu orang-orang yang telah mendahului.  Dari bocil beranjak dewasa. Menikah jadi orang tua. Jadi tua dan tinggal nunggu panggilan aja. Syukur-syukur meninggalnya pas tua, coba kalo pas bocil. Ya jelas. Mereka jadi selangkah lebih maju dari kita.  Tiba-tiba punya keponakan. Banyak. Udah pada gede semua. Sepupu udah pada nikah semua. Gak s...

Tasmik Al-Qur'an di Era Kepenulisan

 Jum'at, 8 Agustus 2 025. Salat Zuhur terakhir di kamar lima. Bertepatan dengan khataman rutinan terakhir pula di kamar lima. Ya. Pagi tadi kamar lima diketuk oleh seseorang. Ustazah ternyata. Bilang kalau kamarnya suruh dirapihin. Mau dipake. seperti biasa aku nyengir, ngangguk sambil bilang iya. Rasa-rasanya sedih sekali (lebay dikit). Sejak pindah ke lantai satu tahun lalu, lorong-lorong jadi tempat persinggahan awal gue buat ngaji ataupun ngelakuin segala hal di atas meja belajar. Sampai akhirnya ngisi kamar-kamar yang kosong, dan sering juga diusir ustazah buat keluar. Gak boleh dipake. Bukan hak kita, katanya. Bukan gue namanya kalo gak nakal dikit, Ya gue gatel lah, tetep masukin kamar kosong yang beloman dikunci. Sampe akhirnya, istikamah-lah kamar lima yang emang gak dikunci kayak kamar-kamar kosong sebelumnya. Walau ujung-ujungnya tiap kali ustazah ke lantai satu pasti selalu di notice, "Mbak, keluar mbak. Gak boleh dipake kamarnya..." bla.. bla.. bla.. Pertama,...

Favorites

Tiap-tiap dari kita (terkhusus penghafal quran) pasti punya ayat favorit. Ayat kesukaan. Punya ayat andalan yang dijadiin penguat dalam kehidupan. Gue juga punya. Tapi pasti penghafal quran lainnya, punya ayat di surah tertentu, yang lafaznya mungkin panjang-panjang. Gue enggak. Mungkin dari anak kecil sampe orang tua hafal ayat favorit gue. Dari penghafal quran bahkan yang awam agama sekalipun, mereka juga hafal ayat kesukaan gue. Ayat yang senantiasa kita ulang tujuh belas kali dalam setiap kali salat wajib. Ditambah kalo ngerjain salat sunah. Ditambah kalo dibaca juga diluar waktu salat. Dua ayat surah Al-Fatihah. اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ “Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan.” اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ “Tunjukilah kami ke jalan yang lurus.” Menurut gue, dua ayat ini sangat mencakup atas segala apa yang kita butuhkan. Sudah jelas, Al-Fatihah induk Al-Qur’an. Dan segala apa yang...