Terlahir sebagai manusia tentu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Sebagai manusia pun harus menutupi dan saling melengkapi kekurangan orang di sekitarnya. Seorang suami melengkapi kekurangan istri. Orang tua yang melengkapi kekurangan anak-anaknya. Seorang kakak yang melengkapi kekurangan adiknya. Kekurangan antar teman dan lain sebagainya.
Setiap orang tentu malu kalau kekurangan menjadikan dirinya menjadi sosok yang terbatas dan dijauhi oleh orang sekitar. Peran kita sebagai sesama manusia tentu harus saling menutupi.
Di sini gue pengin certain apa yang pernah
jadi pengalaman hidup gue selama ini. Tentu gue juga bukan manusia yang
sempurna, gue banyak salah dan kurangnya.
Sebagai makhluk sosial, tentu kita pernah
saling berbagi pengalaman hidup. Di sini, gue tipe orang yang Sukanya nyimak
aja, ketimbang jadi orang yang aktif bicara. Gue gabakal mulai cerita kalau gak
di tanya.
Sering terjadi ketika di mana temen-temen
gue bercerita tentang permasalahan hidupnya ke gue. Gue nyimak dan cukup banyak
ber- ‘oh’ seolah paham dan mengerti situasi yang dihadapinya.
Setiap kali denger cerita keluh kesah
kehidupan orang gue sadar dan ngucap dalam hati. “Susah banget ya jadi dia.”
“Harus banyak bersyukur, kehidupan gue yang baik-baik aja.” “Gaboleh ngeluh,
setiap orang punya masalahnya, gak cuma lu doang, Fa!” dan lain-lain.
Sampai akhirnya, (mungkin banyak) pada
nanya balik ke gue. “Lu nih, gapernah cerita. Pasti keluarga lu gapernah
kayak gini, ya?” “Hidup lu gapernah ada masalah, ya?”
“Hah?” gue kaget. Nyengir. Kikuk.
“Sama, kok. Sama.”
Mereka gentian interogasi. Gue cerita singkat.
Seadanya. Apa adanya.
Setiap temen gue pasti hafal banget kalau
keluarga gue yang over protective ke gue. Karena yang emang sering gue keluhkan
ya seputar itu aja. Sisanya, baik itu mama gue yang orangnya beginilah, aba gue
yang begitulah, kakak gue yang begini begitu, menurut gue gada yang perlu
diceritain apa yang terjadi di kehidupan keluarga gue.
Mungkin terkesan sok. Gue juga ngerasa
bukan karena menutup aib keluarga sendiri, tapi ya entah kenapa, gak penting
aja menceritakan itu semua di kehidupan keluarga orang lain. Cukup kita sendiri
yang menikmati kebahagiaan keluarga kita. Kita sendiri yang menelan pahitnya kehidupan
keluarga.
Banyak juga yang secara gamblang
menceritakan hal yang gak mereka suka di dalam hubungan keluarganya. Bikin gue jadi
gumam dalam hati. “Lu sadar gak sih, lu lagi buka aib keluarga lu? Lagi jelekkin
keluarga lu sendiri? Gue gabutuh tau itu. Gaperlu.”
Mereka juga berdalih karena saking
capeknya, makanya menumpahkan itu semua ke temannya. Walau seharusnya pun
bercerita sama temen yang bisa kasih solusi, bukan ke orang yang Cuma nyimak
doang, kayak gue salah satunya, wkwk.
So, mari kita sama-sama menjaga privasi
orang-orang yang kita sayang. Dengan adanya kita, kita melengkapi kekurangannya.
Dengan adanya mereka, mereka melengkapi kekurangan kita. Sama-sama nggak mengumbar
apa yang terjadi di hidup kita, entah itu perasaan Bahagia atau pun kesedihan, kesulitan
dan lainnya.
Stay Private, Babe!
Comments
Post a Comment