Pernahkah kita merasa bodoh, akan maksiat yang berulang kali kita lakukan?
Aku pernah.
Aku tahu itu maksiat. Suatu hal yang Allah benci. Bodohnya aku merasa senang akan hal itu. Aku merasa menjadi orang yang paling bahagia saat itu.
Namun, saat Allah menegurku. Aku merasa galau. Aku merasa Allah jahat. Kenapa Allah tega membuatku merasa sedih seperti ini? Sangat terpuruk.
Baiknya, Allah membuatku berpikir. Allah sedang menegurku. Allah rindu hamba-Nya. Allah ingin aku berharap hanya pada-Nya. Allah cemburu.
Sebenarnya, kitalah yang butuh Allah. Allah tak pernah memaksa manusia ingin berbuat apa. Sudah jelas, Allah ciptakan surga dan neraka. Kita tinggal memilih. Kalau ingin surga, jadilah orang baik, yang selalu taat pada Allah. Kalau ingin neraka, terserah kalianlah ingin berbuat apa.
Karena Allah tuhan. Allah Maha Pemimpin. Apakah kita sebagai ciptaan-Nya tak mematuhi perintah dari pemimpin? Allah tak memaksa. Tak menurut tak apa. Ingat, sudah Allah ciptakan neraka.
Bersyukurlah pada manusia yang masih Allah tegur. Karena Allah sayang. Allah tak ingin kita sesat.
Dan, jangan jadi orang bodoh yang tahu akan dosa, namun terus mengulanginya. Ingat, kisah neraka itu nyata.
Surgapun menanti kita. Namun dengan sombongnya kita tak peduli, seolah Allah Maha Pengampun. Ya. Allah memang Maha Pengampun. Tapi bagi hamba-Nya yang benar ingin bertaubat.
Jadi, merenunglah. Kenapa Allah menegurku. Karena Allah sayang.
Kuharap, kita bukan termasuk orang-orang yang bodoh akan maksiat yang selalu kita kerjakan.
Allahummaghfirlanaa ❤❤❤
Comments
Post a Comment