Skip to main content

Bodoh Akan Maksiat

Pernahkah kita merasa bodoh, akan maksiat yang berulang kali kita lakukan?

Aku pernah.
Aku tahu itu maksiat. Suatu hal yang Allah benci. Bodohnya aku merasa senang akan hal itu. Aku merasa menjadi orang yang paling bahagia saat itu.

Namun, saat Allah menegurku. Aku merasa galau. Aku merasa Allah jahat. Kenapa Allah tega membuatku merasa sedih seperti ini? Sangat terpuruk.

Baiknya, Allah membuatku berpikir. Allah sedang menegurku. Allah rindu hamba-Nya. Allah ingin aku berharap hanya pada-Nya. Allah cemburu.

Sebenarnya, kitalah yang butuh Allah. Allah tak pernah memaksa manusia ingin berbuat apa. Sudah jelas, Allah ciptakan surga dan neraka. Kita tinggal memilih. Kalau ingin surga, jadilah orang baik, yang selalu taat pada Allah. Kalau ingin neraka, terserah kalianlah ingin berbuat apa.

Karena Allah tuhan. Allah Maha Pemimpin. Apakah kita sebagai ciptaan-Nya tak mematuhi perintah dari pemimpin? Allah tak memaksa. Tak menurut tak apa. Ingat, sudah Allah ciptakan neraka.

Bersyukurlah pada manusia yang masih Allah tegur. Karena Allah sayang. Allah tak ingin kita sesat.

Dan, jangan jadi orang bodoh yang tahu akan dosa, namun terus mengulanginya. Ingat, kisah neraka itu nyata.

Surgapun menanti kita. Namun dengan sombongnya kita tak peduli, seolah Allah Maha Pengampun. Ya. Allah memang Maha Pengampun. Tapi bagi hamba-Nya yang benar ingin bertaubat.

Jadi, merenunglah. Kenapa Allah menegurku. Karena Allah sayang.

Kuharap, kita bukan termasuk orang-orang yang bodoh akan maksiat yang selalu kita kerjakan.

Allahummaghfirlanaa ❤❤❤

Comments

Popular posts from this blog

Semua Serba Gantian 2

Di era gen z ini, banyak yang pada nikah. Yang belom jemput takdirnya sedikit mencemaskan diri. "Jodoh gue ada gak yaaa?"  Sebenernya topik ini sama aja kayak di part pertama. Tapi akhir-akhir ini, feel-nya tuh lagi mikirin kayak gini mulu. Selain banyak yang nikah, tentunya yang meninggal juga banyak kan. Sama kayak judulnya, 'Semua Serba Gantian'. Sadar gak sadar, tiba-tiba udah menuju 25 tahun.  Katanya, dengan menikah seseorang udah berada di tahap selanjutnya. Nyatanya. Ya kita tetep jalan di tempat. Masih sama di dunia. Bedanya cuma ngejalanin kehidupan bareng orang baru aja.  Karna kenyataannya, yang satu langkah ke depan itu orang-orang yang telah mendahului.  Dari bocil beranjak dewasa. Menikah jadi orang tua. Jadi tua dan tinggal nunggu panggilan aja. Syukur-syukur meninggalnya pas tua, coba kalo pas bocil. Ya jelas. Mereka jadi selangkah lebih maju dari kita.  Tiba-tiba punya keponakan. Banyak. Udah pada gede semua. Sepupu udah pada nikah semua. Gak s...

Tasmik Al-Qur'an di Era Kepenulisan

 Jum'at, 8 Agustus 2 025. Salat Zuhur terakhir di kamar lima. Bertepatan dengan khataman rutinan terakhir pula di kamar lima. Ya. Pagi tadi kamar lima diketuk oleh seseorang. Ustazah ternyata. Bilang kalau kamarnya suruh dirapihin. Mau dipake. seperti biasa aku nyengir, ngangguk sambil bilang iya. Rasa-rasanya sedih sekali (lebay dikit). Sejak pindah ke lantai satu tahun lalu, lorong-lorong jadi tempat persinggahan awal gue buat ngaji ataupun ngelakuin segala hal di atas meja belajar. Sampai akhirnya ngisi kamar-kamar yang kosong, dan sering juga diusir ustazah buat keluar. Gak boleh dipake. Bukan hak kita, katanya. Bukan gue namanya kalo gak nakal dikit, Ya gue gatel lah, tetep masukin kamar kosong yang beloman dikunci. Sampe akhirnya, istikamah-lah kamar lima yang emang gak dikunci kayak kamar-kamar kosong sebelumnya. Walau ujung-ujungnya tiap kali ustazah ke lantai satu pasti selalu di notice, "Mbak, keluar mbak. Gak boleh dipake kamarnya..." bla.. bla.. bla.. Pertama,...

Favorites

Tiap-tiap dari kita (terkhusus penghafal quran) pasti punya ayat favorit. Ayat kesukaan. Punya ayat andalan yang dijadiin penguat dalam kehidupan. Gue juga punya. Tapi pasti penghafal quran lainnya, punya ayat di surah tertentu, yang lafaznya mungkin panjang-panjang. Gue enggak. Mungkin dari anak kecil sampe orang tua hafal ayat favorit gue. Dari penghafal quran bahkan yang awam agama sekalipun, mereka juga hafal ayat kesukaan gue. Ayat yang senantiasa kita ulang tujuh belas kali dalam setiap kali salat wajib. Ditambah kalo ngerjain salat sunah. Ditambah kalo dibaca juga diluar waktu salat. Dua ayat surah Al-Fatihah. اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ “Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan.” اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ “Tunjukilah kami ke jalan yang lurus.” Menurut gue, dua ayat ini sangat mencakup atas segala apa yang kita butuhkan. Sudah jelas, Al-Fatihah induk Al-Qur’an. Dan segala apa yang...