Tiap-tiap dari kita (terkhusus penghafal quran) pasti punya ayat favorit. Ayat kesukaan. Punya ayat andalan yang dijadiin penguat dalam kehidupan.
Gue juga punya.
Tapi pasti penghafal quran lainnya, punya ayat di
surah tertentu, yang lafaznya mungkin panjang-panjang.
Gue enggak.
Mungkin dari anak kecil sampe orang tua hafal ayat
favorit gue. Dari penghafal quran bahkan yang awam agama sekalipun, mereka juga
hafal ayat kesukaan gue.
Ayat yang senantiasa kita ulang tujuh belas kali dalam
setiap kali salat wajib. Ditambah kalo ngerjain salat sunah. Ditambah kalo
dibaca juga diluar waktu salat.
Dua ayat surah Al-Fatihah.
اِيَّاكَ نَعْبُدُ
وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ
“Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada
Engkaulah kami memohon pertolongan.”
اِهْدِنَا الصِّرَاطَ
الْمُسْتَقِيْمَۙ
“Tunjukilah kami ke jalan yang
lurus.”
Menurut gue, dua ayat ini
sangat mencakup atas segala apa yang kita butuhkan.
Sudah jelas, Al-Fatihah
induk Al-Qur’an. Dan segala apa yang ada di Al-Qur’an tercantum di Al-Fatihah.
Mari kita renungin
bareng-bareng.
Ea. Gaya banget.
“Hanya kepada Engkaulah
kami menyembah…”
Percakapan antara seorang
budak yang sedang menghamba pada tuannya. Ibarat anggota yang punya ketua.
Backing-annya cuma ketuanya. “Ini gue cuma nyembahnya sama lu doang, lho. Gue
cuma nurutnya sama lu doang, lho. Gue berlindungnya cuma sama lu doang, lho!”
“dan hanya kepada Engkaulah
kami memohon pertolongan.”
Percakapan antara seorang
budak yang meminta pada tuannya Yang Maha Kaya. Ibarat orang miskin yang ngemis
ke orang kaya. “Tolongin gue, yang bisa nolong gue cuma elu. Gue udah nyembah
lu. Gue mau minta sama siapa lagi kalo bukan sama lu? Sama siapa lagi yang bisa
nolongin gue?”
“Tunjukilah kami ke jalan
yang lurus.”
Ibarat seseorang yang
hilang arah, bertanya pada seseorang yang tau segalanya. “Tolong kasih tau ini
ke mana? Tolong tuntun jalan yang bener tuh ke mana? Mau nanya ke siapa lagi
kalo bukan sama lu?”
Begitulah kira-kira gue
mentafakkuri wkwk
Dari dua ayat ini, gue
merasa amat sangat membantu banget. Enak dibaca berulang-ulang, dalam berbagai
perasaan. Seneng, sedih, kesel, marah, kecewa, bahagia, dan biasa-biasa aja.
Gue selalu ulang-ulang ayat ini kalo lagi berdoa. Bahkan lagi gak doa pun,
tiba-tiba banget juga suka ngulang dua ayat ini.
“Iyyāka na’ budu wa iyyāka nasta’īn…”
“Ya Allah, hanya kepada-Mu
aku menyembah. Tiada lagi tuhan yang patut disembah, dipuja kecuali hanya
Engkau. Maka, bukankah hanya kepada-Mu lah aku memohon pertolongan? Siapa yang
mau nolong aku selain Kamu, Ya Allah? Engkau mau nolong aku kan, Ya Allah? Aku
sudah menyembah-Mu, berarti yang menolong aku juga Engkau, kan?”
“Ihdinash ash-shirāthal mustaqīm…”
“Ya Allah, tolong tuntun
aku selalu. Semoga selalu dalam kebaikan. Tunjukin aku jalan yang benar. Jangan
buat aku lama terbuai. Selalu kasih aku jalan yang Engkau ridai. Tolong tuntun
aku, Ya Allah. Aku mohon. Jangan buat aku salah jalan.”
Dan ketika gue meyakini dua
ayat itu, gue bener-bener ngerasain rasanya Allah itu selalu nolong dan selalu
nuntun, dalam kehidupan gue.
Saat gue ngerasa hilang
arah, bahkan lagi dalam kemaksiatan, gue ngerasa itu gak berlangsung lama.
Kayak, beberapa jam atau menit setelahnya tuh Allah selalu ngelurusin jalan
gue. Dan setiap kali gue agak maksa minta sesuatu, gue ngerasa Allah selalu
ngabulin. Kalau pun gak ngabulin, Allah selalu nenangin.
Kek, aaaaahhhh, Ya Allah,
makasihhhhh. Huhu.
Dan kayaknya, dari semua
ayat yang harus kita tafakkuri maknanya, cuma dua ayat itu aja yang bener-bener
bisa gue amalin everyday hehe. Karna itu doa yang kita butuhkan hari-hari.
Belom bisa semenghayati kayak dua ayat surah Al-Fatihah itu pada ayat ayat di
surah surah lain.
Sebenernya ada.
Ada satu ayat yang gue
sukaaaaaaaaaaaaaaa banget, sebelum gue suka dua ayat surah Al-Fatihah ini.
اَلَآ اِنَّ اَوْلِيَاۤءَ اللّٰهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَۚ
“Ketahuilah bahwa sesungguhnya
(bagi) para wali Allah itu tidak ada rasa takut yang menimpa mereka dan mereka
pun tidak bersedih.”
Menurut gue ayat ini salah
satu ayat yang keren di mata gue.
Gimana gak keren, jadi
manusia yang gak pernah ngerasa takut dan sedih?
Ya. Wali Allah emang keren.
Banget.
Setelah gue menyadari kalo
ayat itu keren, gue berusaha buat ngamalin ayat itu. Gak gampang sedih dan
takut akan perkara dunia. Gak perlu ngerasa iri atau tertinggal soal dunia. Gak
perlu galauin segala hal perkara dunia.
Tapi, tapi, tapi…
Setiap kali gue baca dan
merenungi ayat itu,
Ternyata gue gak bisa.
Gue malah ngerasa makin
galau dan sedih banget.
Gak bisaaa. Gue bukan
waliiii.
Ternyata hati gue gak
sekuat itu buat ngadepin segala ujian di dunia. Gue gak setegar itu. Gak
sesantai itu. Gak setenang itu.
Setiap kali berusaha buat
gak sedih dan gak takut, sambil nginget-nginget ayat itu, gue malah jadi makin
sedih.
Dan akhirnya, gue jatuh
cinta sama dua ayat surah Al-Fatihah.
Jadi setiap kali berkecamuk
dengan berbagai perasaan, semuanya langsung gue bawa doa. “Ya Allah, hanya
kepada Engkau aku menyembah. Maka, hanya kepada Engkau juga aku minta tolong.
Tolong selalu tuntun aku ke jalan yang Engkau ridai, Ya Allah…”
Dan ditambah dengan, “Lā haula wa lā quwwata illā billāh.”
Lagi. Dan selalu begitu.
Dan sampai detik ini,
terimakasih karna selalu menempatkanku pada tempat yang baik, lingkungan dan pertemanan
yang baik, keluarga dan guru yang baik.
Dan semoga, Engkau tuntun
pula pada penyempurna separuh agama yang baik.
Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn…
Next, kita berproses pada
ayat-ayat yang lain yaaaa heuheu
Kalo ayat favorit kalian
apa? Karna apapun ayatnya, semuanya pasti punya maknanya tersendiri. Dan semua
kalam Allah itu keren. Maknanya keren. Penafsirannya keren.
Semoga Al-Qu’ran selalu
menjadi panduan dalam kehidupan.
Comments
Post a Comment