Skip to main content

Posts

Showing posts from November, 2018

Rindu Nabi

Assalamu'alaikum. Allahumma sholli 'ala sayyidinaa Muhammad. Kepada sosok yang selalu merindu. Kepada sosok yang selalu dirindu. Nabi Muhammad selalu merindu umatnya. Dan semoga Nabi Muhammad selalu dirindu umatnya. Masih pantaskah kami merindu? Masih pantaskah kami bertemu padamu? Masih pantaskah kami sesurga bersamamu? Masih pantaskah kami mengagungkan namamu? Kepada sosok yang selalu ingin dijumpa. Pantaskah kami mencintaimu layaknya kamu mencintai umatmu? Bahkan, kami tak pernah bertemu denganmu, namun sungguh besar cinta yang kamu berikan. Hingga akhir hayatmu, kamu menyebut nama kami. " Ummatii ... Ummatii ... Ummatii..." Pantaskah kami merindu? Pernahkah kita merindukan Nabi Muhammad? Sosok suri tauladan kita. Pernahkah kita berpikir, "apa rasa cintaku pada Nabi Muhammad sudah sebesar rasa cintanya pada umatnya?" Pernah suatu hari aku amat sangat merindukan sosok beliau. Kuingin rasanya berkunjung ke makam beliau. Mau umrah , hehe. T...

Aku Cantik, dong!

Siapa orang yang paling cantik di dunia ini? Tentu saja, kita kaum hawa akan memperebutkan gelar seperti itu. Banyak orang yang rela menghabiskan uangnya demi melakukan perawatan wajahnya. Demi penampilannya agar selalu terlihat fashionable. Tampil cantik. Memang seperti itulah seharusnya perempuan. Namun, utamanya, tampil cantik untuk suami sendiri. Dapat pahala. Bagaimana dengan kita yang belum menikah? Seperti perempuan remaja kebanyakan yang belum mampu punya penghasilan sendiri, apa bisa perawatan untuk menjadi 'cantik'? Bagaimana dengan perempuan kebanyakan yang keluarganya kurang mampu, apa bisa mempercantik dirinya tanpa mengeluarkan biaya yang besar? Tentu, bisa! Untuk perempuan yang ingin tampil cantik, tapi nggak ada biaya lebih untuk melakukan perawatan, di sini aku mau kasih beberapa tips agar kita bisa tetap tampil cantik. Cantik luar dan dalam. Sebelumnya, tips ini aku lihat dari acara TV yang biasa suka ku tonton. Bukan dari aku sendiri, dan aku pengin...

Berbincang dalam Doa 2

Sudahkah berbincang hari ini? Pernah, nggak, kita merasa, lagi dekat sama seseorang. Dengan cepat, kita percaya sama orang itu. Lalu kita berbagi kisah kita sama dia. Banyak bercerita sama dia, seolah dialah tempat curhat yang paling nyaman, dan aman. Lalu, entah suatu hari, Allah takdirkan kita jauh dari orang itu. Entah musuhan, atau kita terpaksa menjauh karena suatu hal, hingga akhirnya kita nggak saling curhat lagi sama seseorang itu. Dan kita, tuh, mikir, "kalo dipikir-pikir, ngapain ya, waktu itu gue cerita tentang pribadi gue ke dia, kalau tahu ujungnya jadi kayak gini?" Menyesal sudahlah~ Dengan apa yang sudah kita utarakan pada seseorang yang kita anggap terpercaya. Sampai akhirnya timbul rasa takut, kalau suatu saat seseorang itu akan membongkar semua cerita yang kita berikan. Pernah? Aku sering, hm. Bagiku, bercerita adalah indah. Karena dengan bercerita, hati menjadi tenang dan segala beban menjadi terasa ringan, juga kebahagiaan dapat kita salurkan. Di ...

Mencintai Kehilangan

Takdir yang Kau beri Menguji hatiku Terasa menyesakkan Kehilangan ini Tangis yang Kau beri Membuka mataku Bahwa cinta yang sebenar cinta Hanya ada satu Ada yang tau, lagu apa itu? Judul lagunya, Mencintai Kehilangan. Nah, bagaimana mungkin kita bisa mencintai sosok yang sudah hilang pada diri kita? Entah itu barang, seseorang, atau bahkan kenangan. Bagaimana mungkin kita mencintai sebuah 'kehilangan' itu? Bukankah kehilangan itu menyakitkan? Hm , kehilangan memang menyakitkan. Maka dari itu, Allah memerintahkan kita untuk mencintai kehilangan itu. Maksud dari mencintai kehilangan ialah, kita mampu mengikhlaskan apa yang tidak semestinya ada pada diri kita. Karena sejatinya, tak ada yang abadi di dunia ini. Semua akan ada masanya datang dan pergi. Akan ada masanya perkenalan dan perpisahan. Semua silih berganti. Tak ada yang setia menemani. Bahkan pasangan suami istri pun, pasti salah satunya akan pergi mendahului. Misal, kita punya mobil. Kita cinta banget sama ...

Ketika Hati Mulai Berharap 2

Ketika hati mulai berharap. Apa yang kita inginkan? Pinta saja pada Yang Maha Pemilik Cinta. Berharaplah sebanyak yang kita inginkan. Agar Allah mengabulkan atas apa yang selama ini kita butuhkan. Ketika kita mengharapkannya, agar bisa memiliki hatinya. Percayalah, Allah lebih tahu apa yang tertera di masa depan kita. Apa kita pantas mendapatkan hatinya? Di sini, aku ingin berbagi kisah. Bukan kisahku, tapi kisah temanku. Dia menyukai seseorang. Lebih tepatnya kakak kelas. Umurnya berjarak tiga tahun lebih tua dibandingnya. Namun yang perlu kalian ketahui. Hanya dirinya dan Allah-lah yang tahu mengenai 'rasa' yang disimpannya. Untuk kakak kelas yang ia kagumi kewibawaannya. Ya. Ia mencintainya dalam diam. Tanpa kakak kelas itu tahu. Kupikir, kisah itu takkan berlangsung lama. Aku menyepelekan kisahnya. "Mungkin hanya cinta monyet. Toh , perjalanan kita masih jauh. Masih banyak lelaki salih di luar sana." Kupikir begitu. Dia pun menyetujui. Mungkin hanya sebua...