Skip to main content

Berbincang dalam Doa 2

Sudahkah berbincang hari ini?

Pernah, nggak, kita merasa, lagi dekat sama seseorang. Dengan cepat, kita percaya sama orang itu. Lalu kita berbagi kisah kita sama dia. Banyak bercerita sama dia, seolah dialah tempat curhat yang paling nyaman, dan aman.

Lalu, entah suatu hari, Allah takdirkan kita jauh dari orang itu. Entah musuhan, atau kita terpaksa menjauh karena suatu hal, hingga akhirnya kita nggak saling curhat lagi sama seseorang itu.

Dan kita, tuh, mikir, "kalo dipikir-pikir, ngapain ya, waktu itu gue cerita tentang pribadi gue ke dia, kalau tahu ujungnya jadi kayak gini?"

Menyesal sudahlah~

Dengan apa yang sudah kita utarakan pada seseorang yang kita anggap terpercaya. Sampai akhirnya timbul rasa takut, kalau suatu saat seseorang itu akan membongkar semua cerita yang kita berikan.

Pernah?
Aku sering, hm.

Bagiku, bercerita adalah indah. Karena dengan bercerita, hati menjadi tenang dan segala beban menjadi terasa ringan, juga kebahagiaan dapat kita salurkan.

Di judul 'Berbincang Dalam Doa 2' ini, aku mau kasih tahu, salah satu bentuk dari berbincang dalam doa.

Sebelumnya, aku bilang kalau seharusnya kita curhat sama Yang Maha Punya. Lebih enak, dan lebih tenang. Tanpa takut ada yang membocorkan rahasia kita.

Dan, salah satu bentuk berbincang itu ialah di dalam salat.

Karena, salat merupakan bentuk perbincangan kita ke Allah.

Tahu, nggak?

Beberapa hari yang lalu, aku nonton acara TV yang menyajikan ceramah bertemakan tentang salat yang khusyuk, gitu.

Dan sekarang aku mau share apa yang sudah aku tonton di TV. Ingat, ya, ini sumbernya dari ustadz dan ustadzah di TV, bukan dari aku yang sok tahu, hehe. Semoga bermanfaat. Semoga diamalkan.

Jadi, kita itu ketemu sama Allah sebanyak dua kali. Pertama, waktu di dunia. Kedua, waktu di akhirat.

WHAT?

Ketemu Allah di dunia? Gimana caranya? Mau, donggggg!!!

Caranya ialah dengan salat.

Ya.

Karena dengan salat, ialah waktu terbaik kita untuk bertemu dengan Allah. Berbincang sama Allah. Intinya, kita, tuh, dekat sama Allah, saat lagi salat.

Pernah ada cerita, salah satu sahabat nabi sedang wudhu, tubuhnya bergetar, dan wajahnya tampak bahagia. Ditanya sama temannya, dia menjawab, "bagaimana aku nggak senang, aku akan berjumpa dengan tuhanku."

Masya Allah.

Alangkah bahagianya beliau yang menyegerakan salatnya usai azan berkumandang, untuk ketemu sama Allah.

Apalah diriku yang terkadang suka menunda-nunda salat, hm.

Ada juga cerita, salah satu sahabat nabi. Beliau sedang menjadi imam salat isya. Ia mengulang bacaan Alquran-nya. Ia mengulang salah satu ayat yang lagi dibaca, sampai waktu subuh.

Masya Allah.

Alangkah khusyuknya beliau dalam salat. Alangkah cintanya beliau dengan Allah, hingga mentadabburi ayat-Nya di dalam salat. Meresapi, menghayati arti dari bacaan Alquran itu.

Apalah diriku yang salatnya terkadang suka terburu-buru. Bahkan hanya menggunakan surah 'Three Qul'. Bermaksud agar salatnya cepat selesai. Astaghfirullah.

Jadi, dengan salat, ialah salah satu bentuk perjumpaan kita sama Allah. Dan di sanalah waktu yang tepat untuk berbincang pada-Nya. Saat sujud, lebih utamanya.

Dengan bersujud, menujukkan kalau betapa rendahnya diri kita dihadapan Allah. Menangislah. Bahwa segala sesuatu yang kita kerjakan atas nama-Nya agar selalu dipermudah oleh-Nya.

Jadi intinya, dengan berbincang pada Allah-lah semua rahasia kita akan aman. Segala kebahagiaan, keluh kesah, khawatir, ragu, cemburu, cinta, benci, segala rasa, semua rahasia akan Allah dengar. Tanpa takut diketahui orang lain.

Percayalah.

Yuk, dari sekarang kita berbincang sama Allah. Kita khusyukkan salat wajibnya. Kita perbanyak salat sunahnya. Kita perbanyak berbincang dalam doanya.

Timbulkan rasa bahagia ketika azan berkumandang. Waktu di mana saatnya kita berjumpa sama Allah di dunia. Sebelum nantinya kita berjumpa sama Allah di akhirat, di surga, Amin Allahumma Amin.

Oke, selamat mengamalkan. Semoga bermanfaat.

Ingat, ya. Ini kata acara ceramah di TV. Semoga pahalanya mengalir ke ustadz ustadzah. Aku cuma mau berbagi sama apa yang sudah kulihat di TV. Aku pun juga sedang proses belajar. Semoga kalian pun mendapatkan pahala juga, Amin.

Semoga kita semua bisa bertemu dengan Allah secara langsung di surga, Amin. 🤲🏼❤️

Comments

Popular posts from this blog

Semua Serba Gantian 2

Di era gen z ini, banyak yang pada nikah. Yang belom jemput takdirnya sedikit mencemaskan diri. "Jodoh gue ada gak yaaa?"  Sebenernya topik ini sama aja kayak di part pertama. Tapi akhir-akhir ini, feel-nya tuh lagi mikirin kayak gini mulu. Selain banyak yang nikah, tentunya yang meninggal juga banyak kan. Sama kayak judulnya, 'Semua Serba Gantian'. Sadar gak sadar, tiba-tiba udah menuju 25 tahun.  Katanya, dengan menikah seseorang udah berada di tahap selanjutnya. Nyatanya. Ya kita tetep jalan di tempat. Masih sama di dunia. Bedanya cuma ngejalanin kehidupan bareng orang baru aja.  Karna kenyataannya, yang satu langkah ke depan itu orang-orang yang telah mendahului.  Dari bocil beranjak dewasa. Menikah jadi orang tua. Jadi tua dan tinggal nunggu panggilan aja. Syukur-syukur meninggalnya pas tua, coba kalo pas bocil. Ya jelas. Mereka jadi selangkah lebih maju dari kita.  Tiba-tiba punya keponakan. Banyak. Udah pada gede semua. Sepupu udah pada nikah semua. Gak s...

Tasmik Al-Qur'an di Era Kepenulisan

 Jum'at, 8 Agustus 2 025. Salat Zuhur terakhir di kamar lima. Bertepatan dengan khataman rutinan terakhir pula di kamar lima. Ya. Pagi tadi kamar lima diketuk oleh seseorang. Ustazah ternyata. Bilang kalau kamarnya suruh dirapihin. Mau dipake. seperti biasa aku nyengir, ngangguk sambil bilang iya. Rasa-rasanya sedih sekali (lebay dikit). Sejak pindah ke lantai satu tahun lalu, lorong-lorong jadi tempat persinggahan awal gue buat ngaji ataupun ngelakuin segala hal di atas meja belajar. Sampai akhirnya ngisi kamar-kamar yang kosong, dan sering juga diusir ustazah buat keluar. Gak boleh dipake. Bukan hak kita, katanya. Bukan gue namanya kalo gak nakal dikit, Ya gue gatel lah, tetep masukin kamar kosong yang beloman dikunci. Sampe akhirnya, istikamah-lah kamar lima yang emang gak dikunci kayak kamar-kamar kosong sebelumnya. Walau ujung-ujungnya tiap kali ustazah ke lantai satu pasti selalu di notice, "Mbak, keluar mbak. Gak boleh dipake kamarnya..." bla.. bla.. bla.. Pertama,...

Favorites

Tiap-tiap dari kita (terkhusus penghafal quran) pasti punya ayat favorit. Ayat kesukaan. Punya ayat andalan yang dijadiin penguat dalam kehidupan. Gue juga punya. Tapi pasti penghafal quran lainnya, punya ayat di surah tertentu, yang lafaznya mungkin panjang-panjang. Gue enggak. Mungkin dari anak kecil sampe orang tua hafal ayat favorit gue. Dari penghafal quran bahkan yang awam agama sekalipun, mereka juga hafal ayat kesukaan gue. Ayat yang senantiasa kita ulang tujuh belas kali dalam setiap kali salat wajib. Ditambah kalo ngerjain salat sunah. Ditambah kalo dibaca juga diluar waktu salat. Dua ayat surah Al-Fatihah. اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ “Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan.” اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ “Tunjukilah kami ke jalan yang lurus.” Menurut gue, dua ayat ini sangat mencakup atas segala apa yang kita butuhkan. Sudah jelas, Al-Fatihah induk Al-Qur’an. Dan segala apa yang...