Takdir yang Kau beri
Menguji hatiku
Terasa menyesakkan
Kehilangan ini
Tangis yang Kau beri
Membuka mataku
Bahwa cinta yang sebenar cinta
Hanya ada satu
Ada yang tau, lagu apa itu?
Judul lagunya, Mencintai Kehilangan.
Nah, bagaimana mungkin kita bisa mencintai sosok yang sudah hilang pada diri kita?
Entah itu barang, seseorang, atau bahkan kenangan.
Bagaimana mungkin kita mencintai sebuah 'kehilangan' itu? Bukankah kehilangan itu menyakitkan?
Hm, kehilangan memang menyakitkan. Maka dari itu, Allah memerintahkan kita untuk mencintai kehilangan itu.
Maksud dari mencintai kehilangan ialah, kita mampu mengikhlaskan apa yang tidak semestinya ada pada diri kita.
Karena sejatinya, tak ada yang abadi di dunia ini. Semua akan ada masanya datang dan pergi. Akan ada masanya perkenalan dan perpisahan. Semua silih berganti. Tak ada yang setia menemani. Bahkan pasangan suami istri pun, pasti salah satunya akan pergi mendahului.
Misal, kita punya mobil. Kita cinta banget sama mobil itu. Ke mana-mana selalu naik mobil. Kita merasa bahagia karena punya mobil pribadi. Hingga suatu hari, mobil kita dicuri orang. That was so sad. Kita galau berhari-hari karena kita kehilangan mobil itu. Bahkan sampai lupa apa kewajiban yang seharusnya kita jalani setiap harinya, hanya karena memikirkan kesedihan mobil kita dicuri.
Nah, disitu takdir sudah Allah tetapkan. Ikhlas Allah perintahkan.
Bagaimana kita mengikhlaskan apa yang sudah tidak ada lagi dikehidupan kita. Kita jalani rasa kehilangan itu dengan penuh cinta. Cinta kita kepada Allah. Cinta kita agar mempertebal rasa kesabaran, dan peningkatan dalam beribadah. Karena cepat atau lambat, semuanya pasti akan Allah ganti. Baik mobil di dunia, atau mungkin di surga nanti.
Sebagai contoh lagi, saat kita kehilangan orang yang kita cintai. Saat Allah lebih dulu mengambil nyawa orang yang kita cinta. Dari sana pun kita harus belajar ikhlas.
Maut menjemput pun juga takdir Allah. Ketetapan Allah yang (mungkin) nggak kita suka. Tapi kita tetap harus sabar.
Percaya, akan ada ganti di dunia. Kita akan dipertemukan dengan orang-orang baru yang baik akhlaknya. Orang-orang yang mencintai kita karena Allah.
Percaya, akan ada ganti di akhirat nanti. Kita akan dipertemukan dengan orang-orang yang kita cintai, serta orang-orang yang mencintai kita.
Mencintai kehilangan.
Percayalah, kalau kita cinta karena Allah, insya Allah, berpisah pun juga karena Allah. Akan Allah ganti pula dengan yang lebih indah. Lebih membuat bahagia. Lebih baik. Dan pastinya, kita akan lebih cinta.
Karena kita sudah mencintai kehilangan sebelumnya.
Karena kita sudah percaya akan kebaikan yang akan Allah berikan setelah kita bersabar atas kehilangan itu.
Karena kita sudah yakin atas rencana Allah yang lebih istimewa setelah itu.
Dengan mencintai kehilangan, Allah ingin meninggikan derajat hamba-Nya yang berserah diri pada-Nya.
Mencintai kehilangan.
Kuharap, kita sama-sama ikhlas.
Kuharap, kita sama-sama sabar.
Kuharap, kita sama-sama bertaqwa.
Kuharap, kita sama-sama yakin, atas jaminan yang sudah Allah takdirkan.
Mencintai kehilangan.
Janganlah mengeluh, merasa tak ada gantinya. Ingat, bahwa Allah Maha Kaya. Allah dapat memberikan segalanya untuk kita. Hanya saja, dapatkah kita mampu bersabar atas kehilangan yang kita cintai?
Mencintai kehilangan.
Semuanya hanya soal waktu. Menunggu waktu yang tepat untuk meninggalkan atau ditinggalkan.
Ini semua tentang mencintai kehilangan. Ini semua tentang keikhlasan.
Ini semua tentang kepercayaan atas rencana yang Allah tetapkan.
Ini semua tentang masa depan.
Mencintai kehilangan.
"Hanya kepada Engkau-lah, aku berharap."
Comments
Post a Comment