Skip to main content

Posts

Showing posts from April, 2019

Zina Mata Online

Apa yang kalian ketahui tentang zina? Yang disebut zina bukan hanya dengan berhubungan intim saja. Makna berbuat zina sangatlah luas. Bahkan jauh sebelum melakukan perbuatan tercela tersebut, sudah ada banyak zina yang telah dilakukan. ”Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.” (HR. Muslim) Di blog -ku ini, aku akan membahas salah satu zina dari hadist riwayat Muslim di atas. Zina mata. Kenapa aku membahas zina mata? Bukankah mata hanya bertugas sebagai penglihatan sekitar saja? Dengan telinga, kita dapat mendengar suatu hal yang buruk; yang seharusnya nggak pantas untuk kita dengar. Dengan tangan, kita dapat meraba atau menyentuh sesuatu yang buruk dan tidak pantas. Tangan ini dapat men...

Cermin Amal

Hai, di catatanku kali ini, aku nggak pengin ngetik panjang kata. Aku harap, dengan singkatnya tulisanku ini, bisa membuat kalian dan khususnya aku sendiri, bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Dan nggak cuma omong doang. Bismillah ... Kalian pernah berpikir? Kalian pernah merasakan? Kalian pernah membayangkan? Momen di saat diri ini stuck , nggak tahu harus ngapain, pengin melakukan perubahan tapi bingung. Apalagi momen di saat diri ini berpikir bahwa, "hidup untuk mati." "Nanti aku mati, lho!" "Nanti aku berkumpul di akhirat, lho!" "Nanti amalan aku dihisab, lho!" Di saat bersamaan, hati aku juga nanya berkali-kali, "sudah punya bekal apa aku?" Di saat aku sudah merasa memperbanyak ibadah, di saat itu pula nyatanya ibadahku belum sempurna. Di saat merasa sudah menjadi lebih baik di hari sebelumnya, di saat itu pula nyatanya tak ada bedanya aku seperti hari-hari yang lalu. Di saat or...

Cermin Cinta

Cermin. Apa yang akan kita lakukan ketika berhadapan diri dengan cermin? Berkaca sembari memanut diri atau malah melewatkannya begitu saja? Sudah pasti kita akan berkaca sambil memanut diri. Apakah penampilan ini sudah terlihat sempurna atau ada sedikit kekurangan dengan memperbaikinya? Dengan sudah terlihat sempurnanya penampilan, kita akan percaya diri melangkah, bersapa, dan merasa bangga. Dengan percaya diri, merasa bebas memilih sesuka hati. Memilih sesuatu yang di rasa sama sempurnanya seperti kualitas pribadi. Namun sadarkah, di saat kita memilih, berharap sosok yang dinanti. Pernah berpikirkah kalau, "apakah diri ini sudah baik di mata-Nya?" Saat ini, aku sering merenungkannya. Kagum boleh, berlebihan jangan. Menjadikannya sebagai motivasi boleh, memujanya jangan. Kali ini aku akan membahas soal 'cinta' untuk yang ke sekian kalinya. Entahlah, Sang Pembolak-balikkan Hati ini seolah terus menuntut rasa cinta yang Dia berikan. Untuk apa aku pergunakan? ...