Skip to main content

Cermin Amal

Hai, di catatanku kali ini, aku nggak pengin ngetik panjang kata. Aku harap, dengan singkatnya tulisanku ini, bisa membuat kalian dan khususnya aku sendiri, bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Dan nggak cuma omong doang.

Bismillah ...

Kalian pernah berpikir?

Kalian pernah merasakan?

Kalian pernah membayangkan?

Momen di saat diri ini stuck, nggak tahu harus ngapain, pengin melakukan perubahan tapi bingung.

Apalagi momen di saat diri ini berpikir bahwa, "hidup untuk mati."

"Nanti aku mati, lho!"

"Nanti aku berkumpul di akhirat, lho!"

"Nanti amalan aku dihisab, lho!"

Di saat bersamaan, hati aku juga nanya berkali-kali, "sudah punya bekal apa aku?"

Di saat aku sudah merasa memperbanyak ibadah, di saat itu pula nyatanya ibadahku belum sempurna.

Di saat merasa sudah menjadi lebih baik di hari sebelumnya, di saat itu pula nyatanya tak ada bedanya aku seperti hari-hari yang lalu.

Di saat orang lain memandangku sebagai sosok yang baik, nyatanya aku belum jadi pribadi yang baik. Jauh dari kata baik yang orang lain bayangkan. 

Bahkan di saat aku sendiri memandang orang lain buruk, nyatanya aku juga punya banyak kekurangan. Sangat banyak. 

Nyatanya aku tak sempurna. 

Namun mengharap balasan yang indah.

Apa pantas aku menerimanya?

Nyatanya, aku tak punya apa-apa. Aku tak bisa apa-apa. Dan aku bukan siapa-siapa.

Comments

Popular posts from this blog

Semua Serba Gantian 2

Di era gen z ini, banyak yang pada nikah. Yang belom jemput takdirnya sedikit mencemaskan diri. "Jodoh gue ada gak yaaa?"  Sebenernya topik ini sama aja kayak di part pertama. Tapi akhir-akhir ini, feel-nya tuh lagi mikirin kayak gini mulu. Selain banyak yang nikah, tentunya yang meninggal juga banyak kan. Sama kayak judulnya, 'Semua Serba Gantian'. Sadar gak sadar, tiba-tiba udah menuju 25 tahun.  Katanya, dengan menikah seseorang udah berada di tahap selanjutnya. Nyatanya. Ya kita tetep jalan di tempat. Masih sama di dunia. Bedanya cuma ngejalanin kehidupan bareng orang baru aja.  Karna kenyataannya, yang satu langkah ke depan itu orang-orang yang telah mendahului.  Dari bocil beranjak dewasa. Menikah jadi orang tua. Jadi tua dan tinggal nunggu panggilan aja. Syukur-syukur meninggalnya pas tua, coba kalo pas bocil. Ya jelas. Mereka jadi selangkah lebih maju dari kita.  Tiba-tiba punya keponakan. Banyak. Udah pada gede semua. Sepupu udah pada nikah semua. Gak s...

Tasmik Al-Qur'an di Era Kepenulisan

 Jum'at, 8 Agustus 2 025. Salat Zuhur terakhir di kamar lima. Bertepatan dengan khataman rutinan terakhir pula di kamar lima. Ya. Pagi tadi kamar lima diketuk oleh seseorang. Ustazah ternyata. Bilang kalau kamarnya suruh dirapihin. Mau dipake. seperti biasa aku nyengir, ngangguk sambil bilang iya. Rasa-rasanya sedih sekali (lebay dikit). Sejak pindah ke lantai satu tahun lalu, lorong-lorong jadi tempat persinggahan awal gue buat ngaji ataupun ngelakuin segala hal di atas meja belajar. Sampai akhirnya ngisi kamar-kamar yang kosong, dan sering juga diusir ustazah buat keluar. Gak boleh dipake. Bukan hak kita, katanya. Bukan gue namanya kalo gak nakal dikit, Ya gue gatel lah, tetep masukin kamar kosong yang beloman dikunci. Sampe akhirnya, istikamah-lah kamar lima yang emang gak dikunci kayak kamar-kamar kosong sebelumnya. Walau ujung-ujungnya tiap kali ustazah ke lantai satu pasti selalu di notice, "Mbak, keluar mbak. Gak boleh dipake kamarnya..." bla.. bla.. bla.. Pertama,...

Favorites

Tiap-tiap dari kita (terkhusus penghafal quran) pasti punya ayat favorit. Ayat kesukaan. Punya ayat andalan yang dijadiin penguat dalam kehidupan. Gue juga punya. Tapi pasti penghafal quran lainnya, punya ayat di surah tertentu, yang lafaznya mungkin panjang-panjang. Gue enggak. Mungkin dari anak kecil sampe orang tua hafal ayat favorit gue. Dari penghafal quran bahkan yang awam agama sekalipun, mereka juga hafal ayat kesukaan gue. Ayat yang senantiasa kita ulang tujuh belas kali dalam setiap kali salat wajib. Ditambah kalo ngerjain salat sunah. Ditambah kalo dibaca juga diluar waktu salat. Dua ayat surah Al-Fatihah. اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ “Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan.” اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ “Tunjukilah kami ke jalan yang lurus.” Menurut gue, dua ayat ini sangat mencakup atas segala apa yang kita butuhkan. Sudah jelas, Al-Fatihah induk Al-Qur’an. Dan segala apa yang...