Skip to main content

Cinta atau Terpaksa

Nggak perlu panjang kalam, semoga tulisan yang amat sangat singkat ini membuat kita berpikir, kita Cinta atau terpaksa?

Apa kalian sudah menjadikan 'salat' sebagai sebuah rasa kecintaan? Mau tahu kalau kita, tuh, cinta atau nggak sama salat?

Kalau kita cinta dengan salat, maka, kita sudah stand by di atas sajadah sebelum azan berkumandang. Ya, kita sudah berwudhu dan merindukan di mana waktu kita akan bertemu dengan Allah.

Kalau kita terpaksa dengan salat, maka, kita menjadikan salat hanya sekadar kewajiban umat muslim. Ya, salat memang kewajiban. Namun, salat yang kita kerjakan kalau disertai dengan rasa 'cinta' akan beda rasanya. Kalau kita hanya menjadikan salat sebagai kewajiban, saat azan berkumandang, kita masih santai dengan hal lain selain salat. Masih menduakan salat dengan hal lain. Kita me-'nanti'-kan waktu salat. Bahkan sampai waktu salat sudah habis, baru kita mengerjakan salat. Dengan dalil, "yang penting aku salat."

Apalagi kalau misalnya kita sedang berpergian keluar rumah. Ketika waktunya salat tiba, kita malas mencari masjid atau mushalla. Sekalipun kita kerjakan, kita nggak peduli apa pakaian kita najis atau enggak, tempatnya suci atau nggak, dan lain-lain. Dengan dalil, "yang penting sudah salat!"

Oke, semoga dua penjelasanku ini bisa menjawab pertanyaan hubungan kalian dengan salat. Apa rasa cinta yang kalian tanamkan, atau terpaksa karena hanya sekedar kewajiban?

Semoga tulisanku ini juga bisa menjadi tamparanku, kalau aku pun masih lalai dengan salat. Semoga kita semua semakin bertakwa serta dihadirkan rasa cinta dan rindu dalam beribadah kepada Allah, Aamiin Allahumma Aamiin.

Comments

Popular posts from this blog

Semua Serba Gantian 2

Di era gen z ini, banyak yang pada nikah. Yang belom jemput takdirnya sedikit mencemaskan diri. "Jodoh gue ada gak yaaa?"  Sebenernya topik ini sama aja kayak di part pertama. Tapi akhir-akhir ini, feel-nya tuh lagi mikirin kayak gini mulu. Selain banyak yang nikah, tentunya yang meninggal juga banyak kan. Sama kayak judulnya, 'Semua Serba Gantian'. Sadar gak sadar, tiba-tiba udah menuju 25 tahun.  Katanya, dengan menikah seseorang udah berada di tahap selanjutnya. Nyatanya. Ya kita tetep jalan di tempat. Masih sama di dunia. Bedanya cuma ngejalanin kehidupan bareng orang baru aja.  Karna kenyataannya, yang satu langkah ke depan itu orang-orang yang telah mendahului.  Dari bocil beranjak dewasa. Menikah jadi orang tua. Jadi tua dan tinggal nunggu panggilan aja. Syukur-syukur meninggalnya pas tua, coba kalo pas bocil. Ya jelas. Mereka jadi selangkah lebih maju dari kita.  Tiba-tiba punya keponakan. Banyak. Udah pada gede semua. Sepupu udah pada nikah semua. Gak s...

Tasmik Al-Qur'an di Era Kepenulisan

 Jum'at, 8 Agustus 2 025. Salat Zuhur terakhir di kamar lima. Bertepatan dengan khataman rutinan terakhir pula di kamar lima. Ya. Pagi tadi kamar lima diketuk oleh seseorang. Ustazah ternyata. Bilang kalau kamarnya suruh dirapihin. Mau dipake. seperti biasa aku nyengir, ngangguk sambil bilang iya. Rasa-rasanya sedih sekali (lebay dikit). Sejak pindah ke lantai satu tahun lalu, lorong-lorong jadi tempat persinggahan awal gue buat ngaji ataupun ngelakuin segala hal di atas meja belajar. Sampai akhirnya ngisi kamar-kamar yang kosong, dan sering juga diusir ustazah buat keluar. Gak boleh dipake. Bukan hak kita, katanya. Bukan gue namanya kalo gak nakal dikit, Ya gue gatel lah, tetep masukin kamar kosong yang beloman dikunci. Sampe akhirnya, istikamah-lah kamar lima yang emang gak dikunci kayak kamar-kamar kosong sebelumnya. Walau ujung-ujungnya tiap kali ustazah ke lantai satu pasti selalu di notice, "Mbak, keluar mbak. Gak boleh dipake kamarnya..." bla.. bla.. bla.. Pertama,...

Favorites

Tiap-tiap dari kita (terkhusus penghafal quran) pasti punya ayat favorit. Ayat kesukaan. Punya ayat andalan yang dijadiin penguat dalam kehidupan. Gue juga punya. Tapi pasti penghafal quran lainnya, punya ayat di surah tertentu, yang lafaznya mungkin panjang-panjang. Gue enggak. Mungkin dari anak kecil sampe orang tua hafal ayat favorit gue. Dari penghafal quran bahkan yang awam agama sekalipun, mereka juga hafal ayat kesukaan gue. Ayat yang senantiasa kita ulang tujuh belas kali dalam setiap kali salat wajib. Ditambah kalo ngerjain salat sunah. Ditambah kalo dibaca juga diluar waktu salat. Dua ayat surah Al-Fatihah. اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ “Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan.” اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ “Tunjukilah kami ke jalan yang lurus.” Menurut gue, dua ayat ini sangat mencakup atas segala apa yang kita butuhkan. Sudah jelas, Al-Fatihah induk Al-Qur’an. Dan segala apa yang...