Skip to main content

Jangan Heran

JANGAN HERAN

Banyak dari kita nge-judge apa yang terlihat di dunia maya nggak sesuai dengan dunia nyatanya. Misal, tau si A kalau di sosial medianya banyak sibuk menasihati orang lain untuk mengaji. Nyatanya, dalam kehidupan asli, yang kita tahu, si A ini pemalas sekali. Terlalu berleha-leha dalam aktifitasnya.

القول الإحسان إحسان 
ولو حمل من مخطئ الإنسان

Perkataan yg benar akan selalu benar, meskipun diucapkan oleh orang yg salah. 

Contoh pertama: 
Pelacur bilang ke salah satu temannya :
"Harga diri itu mahal harganya, jangan sampai kamu menjualnya dengan murah."

Perkataan itu sah-sah saja diucapkan oleh orang yg salah, karena memang kenyataannya pelacur itu berdosa.

Contoh kedua:
"Coba, dong, kamu hafal Alquran, banyak banget keutamaan yang Allah beri untuk para penghafal."

Ketika diucapkan oleh orang yang nyatanya tidak menghafal Alquran.

Dan itu sah-sah saja diucapkan, meskipun yang mengucapkan itu orang yang tidak pernah menghafal Alquran.
Karena memang perkataan itu benar, tidak ada salahnya. 

Begitu juga nasihat, terkadang orang yang menasehati tidak mengerjakan, nggak usah menghujat. 

Ada kalanya seseorang melakukan kesalahan, padahal orang itu pernah menasihati jangan melakukan kesalahan itu. 

Karena ada seorang ahli hikmah berkata :

يقول أحد الحكماء: قد ينصحك شخص بأمر وهو لايفعله، ليس فيه متناقض، بل ربما تمنى لك الخير في أمر لم يستطيع فعله

"Kadang ada seseorang yang memberimu suatu nasihat, namun orang itu sendiri tidak mengerjakannya. Sebenarnya ini bukanlah hal yang saling bertolak belakang. Namun bisa jadi orang itu berharap engkau memperoleh kebaikan dalam perkara yang belum sanggup ia lakukan."

Ini semua tergantung bagaimana kita mempergunakan sosial media. Ada yang menampilkan sifat aslinya, ada juga yang menutup segala kemungkinan buruk yang ia miliki. Semua tergantung isi hati dan niatnya.

Jadi, kita nggak pernah tahu isi hati seseorang hanya dengan penilaian kita dari update-an-nya di sosial media saja.

Jika nasehat itu benar, maka apa salahnya mengambil kebaikan darinya, dan boleh jadi dia menasehati karena itu sesuatu yang tidak mampu dia lakukan sedangkan orang lain mampu.

Jangan heran dengan istilah, "Dunia tipu-tipu,"

Comments

Popular posts from this blog

Semua Serba Gantian 2

Di era gen z ini, banyak yang pada nikah. Yang belom jemput takdirnya sedikit mencemaskan diri. "Jodoh gue ada gak yaaa?"  Sebenernya topik ini sama aja kayak di part pertama. Tapi akhir-akhir ini, feel-nya tuh lagi mikirin kayak gini mulu. Selain banyak yang nikah, tentunya yang meninggal juga banyak kan. Sama kayak judulnya, 'Semua Serba Gantian'. Sadar gak sadar, tiba-tiba udah menuju 25 tahun.  Katanya, dengan menikah seseorang udah berada di tahap selanjutnya. Nyatanya. Ya kita tetep jalan di tempat. Masih sama di dunia. Bedanya cuma ngejalanin kehidupan bareng orang baru aja.  Karna kenyataannya, yang satu langkah ke depan itu orang-orang yang telah mendahului.  Dari bocil beranjak dewasa. Menikah jadi orang tua. Jadi tua dan tinggal nunggu panggilan aja. Syukur-syukur meninggalnya pas tua, coba kalo pas bocil. Ya jelas. Mereka jadi selangkah lebih maju dari kita.  Tiba-tiba punya keponakan. Banyak. Udah pada gede semua. Sepupu udah pada nikah semua. Gak s...

Tasmik Al-Qur'an di Era Kepenulisan

 Jum'at, 8 Agustus 2 025. Salat Zuhur terakhir di kamar lima. Bertepatan dengan khataman rutinan terakhir pula di kamar lima. Ya. Pagi tadi kamar lima diketuk oleh seseorang. Ustazah ternyata. Bilang kalau kamarnya suruh dirapihin. Mau dipake. seperti biasa aku nyengir, ngangguk sambil bilang iya. Rasa-rasanya sedih sekali (lebay dikit). Sejak pindah ke lantai satu tahun lalu, lorong-lorong jadi tempat persinggahan awal gue buat ngaji ataupun ngelakuin segala hal di atas meja belajar. Sampai akhirnya ngisi kamar-kamar yang kosong, dan sering juga diusir ustazah buat keluar. Gak boleh dipake. Bukan hak kita, katanya. Bukan gue namanya kalo gak nakal dikit, Ya gue gatel lah, tetep masukin kamar kosong yang beloman dikunci. Sampe akhirnya, istikamah-lah kamar lima yang emang gak dikunci kayak kamar-kamar kosong sebelumnya. Walau ujung-ujungnya tiap kali ustazah ke lantai satu pasti selalu di notice, "Mbak, keluar mbak. Gak boleh dipake kamarnya..." bla.. bla.. bla.. Pertama,...

Favorites

Tiap-tiap dari kita (terkhusus penghafal quran) pasti punya ayat favorit. Ayat kesukaan. Punya ayat andalan yang dijadiin penguat dalam kehidupan. Gue juga punya. Tapi pasti penghafal quran lainnya, punya ayat di surah tertentu, yang lafaznya mungkin panjang-panjang. Gue enggak. Mungkin dari anak kecil sampe orang tua hafal ayat favorit gue. Dari penghafal quran bahkan yang awam agama sekalipun, mereka juga hafal ayat kesukaan gue. Ayat yang senantiasa kita ulang tujuh belas kali dalam setiap kali salat wajib. Ditambah kalo ngerjain salat sunah. Ditambah kalo dibaca juga diluar waktu salat. Dua ayat surah Al-Fatihah. اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ “Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan.” اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ “Tunjukilah kami ke jalan yang lurus.” Menurut gue, dua ayat ini sangat mencakup atas segala apa yang kita butuhkan. Sudah jelas, Al-Fatihah induk Al-Qur’an. Dan segala apa yang...