Skip to main content

Ini Bukan Tawaduk!

Perihal seseorang bertanya tentang jumlah hafalan kepada para penghafal Alquran, dengan jawaban yang bisa ditebak, "Masih sedikit," bukan bermaksud pelit nggak mau kasih tahu, atau kalian menyebutnya, "Tawaduk banget, sih. Kan cuma pengin tau, siapa tau saya termotivasi buat ngafal Alquran juga."

Namun sebenarnya, maksud mereka (penghafal Alquran) tidak memberitahu jumlah hafalannya bukan karena rendah diri. Namun, emang tidak perlu dijawab berapa nominalnya. Karena mungkin kalian (yang suka bertanya) hanya sekedar ingin tahu berapa jumlah juz yang mereka hafal, tanpa tahu maksud dengan detailnya.

Misal, kalau kalian bertanya dan langsung mereka jawab :
"Sudah hafal berapa juz?"
"Alhamdulillah sudah 30 juz,"
Banyak yang merespon, "Masya Allah. Itu beneran sudah hafal, ya, tiga puluh juz. Bisa baca Alquran nggak perlu ngeliat Alquran lagi?"
Dalam hati mereka bergemuruh, "Dikira gampang kali, yak." Wkkw.

Pandangan orang-orang terlihat takjub dengan jumlah juz yang mereka dengar. Seolah itu suatu hal yang hebat.

Nyatanya, tiga puluh juz hanyalah sebuah simbolis saja. Mereka belum benar-benar ada ditahap 'Masya Allah' yang orang-orang lihat. Karena bagi mereka, penghafal Alquran yang mungkin bisa dibanggakan adalah ketika dirinya bisa disimak dihadapan Allah Subhaana wa ta'āla. 

Jadi tidak ada spesial-spesialnya kalau kalian banyak memuji penghafal Alquran, yang bahkan isinya saja tidak diamalkan.

Lain halnya dengan percakapan sesama penghafal Alquran. Mereka akan percaya diri mengungkapkan berapa juz yang  dihafal. Baginya, tau jumlah juz temannya adalah penting, untuk saling memotivasi.

Untuk kalian yang banyak bertanya ingin tahu, lebih baik mendoakan saja agar istikamah murajaah. Terlebih lagi mengamalkan setiap ayatnya dalam kehidupan sehari-hari.

Comments

Popular posts from this blog

Semua Serba Gantian 2

Di era gen z ini, banyak yang pada nikah. Yang belom jemput takdirnya sedikit mencemaskan diri. "Jodoh gue ada gak yaaa?"  Sebenernya topik ini sama aja kayak di part pertama. Tapi akhir-akhir ini, feel-nya tuh lagi mikirin kayak gini mulu. Selain banyak yang nikah, tentunya yang meninggal juga banyak kan. Sama kayak judulnya, 'Semua Serba Gantian'. Sadar gak sadar, tiba-tiba udah menuju 25 tahun.  Katanya, dengan menikah seseorang udah berada di tahap selanjutnya. Nyatanya. Ya kita tetep jalan di tempat. Masih sama di dunia. Bedanya cuma ngejalanin kehidupan bareng orang baru aja.  Karna kenyataannya, yang satu langkah ke depan itu orang-orang yang telah mendahului.  Dari bocil beranjak dewasa. Menikah jadi orang tua. Jadi tua dan tinggal nunggu panggilan aja. Syukur-syukur meninggalnya pas tua, coba kalo pas bocil. Ya jelas. Mereka jadi selangkah lebih maju dari kita.  Tiba-tiba punya keponakan. Banyak. Udah pada gede semua. Sepupu udah pada nikah semua. Gak s...

Tasmik Al-Qur'an di Era Kepenulisan

 Jum'at, 8 Agustus 2 025. Salat Zuhur terakhir di kamar lima. Bertepatan dengan khataman rutinan terakhir pula di kamar lima. Ya. Pagi tadi kamar lima diketuk oleh seseorang. Ustazah ternyata. Bilang kalau kamarnya suruh dirapihin. Mau dipake. seperti biasa aku nyengir, ngangguk sambil bilang iya. Rasa-rasanya sedih sekali (lebay dikit). Sejak pindah ke lantai satu tahun lalu, lorong-lorong jadi tempat persinggahan awal gue buat ngaji ataupun ngelakuin segala hal di atas meja belajar. Sampai akhirnya ngisi kamar-kamar yang kosong, dan sering juga diusir ustazah buat keluar. Gak boleh dipake. Bukan hak kita, katanya. Bukan gue namanya kalo gak nakal dikit, Ya gue gatel lah, tetep masukin kamar kosong yang beloman dikunci. Sampe akhirnya, istikamah-lah kamar lima yang emang gak dikunci kayak kamar-kamar kosong sebelumnya. Walau ujung-ujungnya tiap kali ustazah ke lantai satu pasti selalu di notice, "Mbak, keluar mbak. Gak boleh dipake kamarnya..." bla.. bla.. bla.. Pertama,...

Favorites

Tiap-tiap dari kita (terkhusus penghafal quran) pasti punya ayat favorit. Ayat kesukaan. Punya ayat andalan yang dijadiin penguat dalam kehidupan. Gue juga punya. Tapi pasti penghafal quran lainnya, punya ayat di surah tertentu, yang lafaznya mungkin panjang-panjang. Gue enggak. Mungkin dari anak kecil sampe orang tua hafal ayat favorit gue. Dari penghafal quran bahkan yang awam agama sekalipun, mereka juga hafal ayat kesukaan gue. Ayat yang senantiasa kita ulang tujuh belas kali dalam setiap kali salat wajib. Ditambah kalo ngerjain salat sunah. Ditambah kalo dibaca juga diluar waktu salat. Dua ayat surah Al-Fatihah. اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ “Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan.” اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ “Tunjukilah kami ke jalan yang lurus.” Menurut gue, dua ayat ini sangat mencakup atas segala apa yang kita butuhkan. Sudah jelas, Al-Fatihah induk Al-Qur’an. Dan segala apa yang...