Skip to main content

Jalan Yang Lurus

Sering kali kita merasa hidup ini nggak sesuai sama apa yang kita harapkan. Kita sangat menginginkan suatu hal yang nyatanya berbanding terbalik dengan apa yang Allah takdirkan. Lantas mengeluh, "Ya Allah, kenapa begini?"

Sadar nggak, sih?

Setiap dari kita pasti nggak lepas dari yang namanya berdo'a. Sadarkah jika apa yang telah terjadi dalam kehidupan kita ini, nyatanya adalah apa yang kita panjatkan setiap harinya, baik harapan-harapan yang memang kita inginkan maupun harapan yang tidak kita inginkan. 

Berbicara perihal tidak terkabulnya do'a itu sungguh keliru. Bukankah Allah Maha Mengabulkan, Maha Memberi. Mengabulkan apa yang kita inginkan, menunda apa yang kita inginkan sampai waktu yang tepat, atau mengganti dengan yang lebih baik lagi (walau kita nggak suka dengan hal itu). 

Dibalik nggak terkabulnya do'a kita itu, sungguh, itu pulalah apa yang kita minta.

اهدناالصراط المستقيم

"Tunjukilah kami ke jalan yang lurus."

Berapa kali kita telah membersamai satu ayat itu dalam satu hari? Saat salat Subuh, dua kali kita membaca Al-Fatihah, Zuhur empat kali, Asar empat kali, Maghrib tiga kali, Isya empat kali. Belum tercatat jika kita mengerjakan qabliyah dan ba'diyah, salat-salat sunah yang lain dan do'a usai salat yang ditutup dengan bacaan Al-Fatihah.

Sudah berapa kali kita meminta petunjuk agar senantiasa diberikan jalan yang lurus? 

Terkabulnya do'a agar diberikan jalan yang lurus dapat berupa dijauhkannya kita dari maksiat (agar senantiasa kita selalu berada di jalan Syari'atnya), tidak terkabulnya harapan (diganti dengan yang lebih baik oleh Allah, karena boleh jadi apa yang kita inginkan dapat menyebabkan kita lalai tidak mengingat Allah), dan yang pastinya Allah benar-benar akan menuntun kita menuju jalan yang lurus, jalan yang Allah ridai. 

Jadi, ketika kita ingin mengeluh bertanya mengapa ini bisa terjadi? Merasa heran kenapa begini dan begitu, cobalah kembali merenung dan bersyukur. Merenung, mengingat bahwa apa yang telah terjadi adalah atas permintaan kita setiap hari, setiap waktu, "Tunjukilah kami ke jalan yang lurus."

Bersyukur kalau Allah masih mau menuntun kita menuju jalan yang lurus itu. 

Okay, jangan lupa bersyukur! <3

Comments

Popular posts from this blog

Semua Serba Gantian 2

Di era gen z ini, banyak yang pada nikah. Yang belom jemput takdirnya sedikit mencemaskan diri. "Jodoh gue ada gak yaaa?"  Sebenernya topik ini sama aja kayak di part pertama. Tapi akhir-akhir ini, feel-nya tuh lagi mikirin kayak gini mulu. Selain banyak yang nikah, tentunya yang meninggal juga banyak kan. Sama kayak judulnya, 'Semua Serba Gantian'. Sadar gak sadar, tiba-tiba udah menuju 25 tahun.  Katanya, dengan menikah seseorang udah berada di tahap selanjutnya. Nyatanya. Ya kita tetep jalan di tempat. Masih sama di dunia. Bedanya cuma ngejalanin kehidupan bareng orang baru aja.  Karna kenyataannya, yang satu langkah ke depan itu orang-orang yang telah mendahului.  Dari bocil beranjak dewasa. Menikah jadi orang tua. Jadi tua dan tinggal nunggu panggilan aja. Syukur-syukur meninggalnya pas tua, coba kalo pas bocil. Ya jelas. Mereka jadi selangkah lebih maju dari kita.  Tiba-tiba punya keponakan. Banyak. Udah pada gede semua. Sepupu udah pada nikah semua. Gak s...

Tasmik Al-Qur'an di Era Kepenulisan

 Jum'at, 8 Agustus 2 025. Salat Zuhur terakhir di kamar lima. Bertepatan dengan khataman rutinan terakhir pula di kamar lima. Ya. Pagi tadi kamar lima diketuk oleh seseorang. Ustazah ternyata. Bilang kalau kamarnya suruh dirapihin. Mau dipake. seperti biasa aku nyengir, ngangguk sambil bilang iya. Rasa-rasanya sedih sekali (lebay dikit). Sejak pindah ke lantai satu tahun lalu, lorong-lorong jadi tempat persinggahan awal gue buat ngaji ataupun ngelakuin segala hal di atas meja belajar. Sampai akhirnya ngisi kamar-kamar yang kosong, dan sering juga diusir ustazah buat keluar. Gak boleh dipake. Bukan hak kita, katanya. Bukan gue namanya kalo gak nakal dikit, Ya gue gatel lah, tetep masukin kamar kosong yang beloman dikunci. Sampe akhirnya, istikamah-lah kamar lima yang emang gak dikunci kayak kamar-kamar kosong sebelumnya. Walau ujung-ujungnya tiap kali ustazah ke lantai satu pasti selalu di notice, "Mbak, keluar mbak. Gak boleh dipake kamarnya..." bla.. bla.. bla.. Pertama,...

Favorites

Tiap-tiap dari kita (terkhusus penghafal quran) pasti punya ayat favorit. Ayat kesukaan. Punya ayat andalan yang dijadiin penguat dalam kehidupan. Gue juga punya. Tapi pasti penghafal quran lainnya, punya ayat di surah tertentu, yang lafaznya mungkin panjang-panjang. Gue enggak. Mungkin dari anak kecil sampe orang tua hafal ayat favorit gue. Dari penghafal quran bahkan yang awam agama sekalipun, mereka juga hafal ayat kesukaan gue. Ayat yang senantiasa kita ulang tujuh belas kali dalam setiap kali salat wajib. Ditambah kalo ngerjain salat sunah. Ditambah kalo dibaca juga diluar waktu salat. Dua ayat surah Al-Fatihah. اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ “Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan.” اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ “Tunjukilah kami ke jalan yang lurus.” Menurut gue, dua ayat ini sangat mencakup atas segala apa yang kita butuhkan. Sudah jelas, Al-Fatihah induk Al-Qur’an. Dan segala apa yang...