Definisi dunia sementara itu emang bener-bener gak terasa. Seiring berjalannya waktu, tanpa sadar masa kecil kita sudah berlalu begitu saja. Sedang asik-asiknya menikmati masa muda, terpangkas dengan fase baru yang disebut pernikahan. Menjalani kehidupan baru dengan orang-orang baru. Nggak terasa, sudah punya cucu, sudah tua, menghabiskan sisa usia. Lantas apa yang ditunggu setelahnya?
Tentu, mau nggak mau, pastinya menunggu panggilan-Nya.
Semua serba gantian. Nggak melulu kita yang hidup di dunia.
Namun percayalah, semua itu serba gantian. Gantian apanya?
Akan ada masanya kita metik dari usaha kita dalam lelahnya kita kerja, misalnya. Allah nggak melulu bikin kita susah. Allah suruh kita sabar dan ikhlas. Gantinya, dibalik keikhlasan kita dalam ngejalanin kehidupan, Allah bales dengan kebahagiaan yang gede banget pastinya.
Hari ini sedih, besoknya bahagia. Atau hari ini bahagia, boleh jadi besoknya diberi rasa kesedihan oleh Allah.
Bahkan seseorang yang taat sekali pun, jangan merasa aman dari perbuatan tercela. Boleh jadi, dengan merasa diri 'sudah' baik, tau-tau kesandung dikit, jadilah pendosa.
Semoga kita semua senantiasa selalu ingat apa tujuan kita dilahirkan di bumi ini. Kita lahir karena Allah yang takdirkan. Kita hidup untuk Allah, mati pun untuk bertemu Allah.
Semakin dewasa semakin sadar, semakin mikir kalau hidup di dunia ini ya emang sementara, semua serba gantian dan waktu berjalan begitu cepat. Gantian kita yang nantinya bakalan jadi orang tua. Kita pun gantian nunggu giliran dicabut nyawanya. Bener-bener di dunia itu nggak ada apa-apanya, tau-tau sudah ada di alam kubur, ketemu sama malaikat munkar-nakir.
Semua serba gantian, yang sudah meninggal pun pernah hidup. Kita yang masih hidup pun akan meninggal dan digantikan lagi sama orang-orang baru penerus kita. Nama kita cuma tersisa kenangan.
Semua serba gantian. Bahkan orang yang non-muslim pun, gantian. Ketika di dunia selalu bahagia, hidup segalanya mudah nggak ada hambatan. Di akhirat gantian, neraka-lah ganti atas kebahagiaan di dunia itu.
Semua serba gantian. Nggak ada yang abadi. Kalau sudah di surga, baru kita dapat balasannya. Allah janji kebahagiaan-kebahagiaan yang sudah Allah tetapkan.
Sabar. Ikhlas.
Semoga kita semua senantiasa dijadikan seorang hamba yang ikhlas dan sabar dalam menjalani kehidupan. Nggak lupa diri ketika bahagia, nggak berlarut dalam kesedihan.
Wallahu A'lam.
Comments
Post a Comment