Skip to main content

Semua Serba Gantian

Definisi dunia sementara itu emang bener-bener gak terasa. Seiring berjalannya waktu, tanpa sadar masa kecil kita sudah berlalu begitu saja. Sedang asik-asiknya menikmati masa muda, terpangkas dengan fase baru yang disebut pernikahan. Menjalani kehidupan baru dengan orang-orang baru. Nggak terasa, sudah punya cucu, sudah tua, menghabiskan sisa usia. Lantas apa yang ditunggu setelahnya? 

Tentu, mau nggak mau, pastinya menunggu panggilan-Nya.

Semua serba gantian. Nggak melulu kita yang hidup di dunia. 

Bahkan, ketika kita ngerasa hidup ini nggak adil, susah mulu dan hidup jarang bahagianya. Ngeliat kisah hidup orang kayaknya mulus banget, bahagia mulu.

Namun percayalah, semua itu serba gantian. Gantian apanya?

Akan ada masanya kita metik dari usaha kita dalam lelahnya kita kerja, misalnya. Allah nggak melulu bikin kita susah. Allah suruh kita sabar dan ikhlas. Gantinya, dibalik keikhlasan kita dalam ngejalanin kehidupan, Allah bales dengan kebahagiaan yang gede banget pastinya. 

Hari ini sedih, besoknya bahagia. Atau hari ini bahagia, boleh jadi besoknya diberi rasa kesedihan oleh Allah. 

Bahkan seseorang yang taat sekali pun, jangan merasa aman dari perbuatan tercela. Boleh jadi, dengan merasa diri 'sudah' baik, tau-tau kesandung dikit, jadilah pendosa. 

Semoga kita semua senantiasa selalu ingat apa tujuan kita dilahirkan di bumi ini. Kita lahir karena Allah yang takdirkan. Kita hidup untuk Allah, mati pun untuk bertemu Allah. 

Semakin dewasa semakin sadar, semakin mikir kalau hidup di dunia ini ya emang sementara, semua serba gantian dan waktu berjalan begitu cepat. Gantian kita yang nantinya bakalan jadi orang tua. Kita pun gantian nunggu giliran dicabut nyawanya. Bener-bener di dunia itu nggak ada apa-apanya, tau-tau sudah ada di alam kubur, ketemu sama malaikat munkar-nakir.

Semua serba gantian, yang sudah meninggal pun pernah hidup. Kita yang masih hidup pun akan meninggal dan digantikan lagi sama orang-orang baru penerus kita. Nama kita cuma tersisa kenangan. 

Semua serba gantian. Bahkan orang yang non-muslim pun, gantian. Ketika di dunia selalu bahagia, hidup segalanya mudah nggak ada hambatan. Di akhirat gantian, neraka-lah ganti atas kebahagiaan di dunia itu.

Semua serba gantian. Nggak ada yang abadi. Kalau sudah di surga, baru kita dapat balasannya. Allah janji kebahagiaan-kebahagiaan yang sudah Allah tetapkan.

Sabar. Ikhlas. 

Semoga kita semua senantiasa dijadikan seorang hamba yang ikhlas dan sabar dalam menjalani kehidupan. Nggak lupa diri ketika bahagia, nggak berlarut dalam kesedihan.

Wallahu A'lam.

Comments

Popular posts from this blog

Semua Serba Gantian 2

Di era gen z ini, banyak yang pada nikah. Yang belom jemput takdirnya sedikit mencemaskan diri. "Jodoh gue ada gak yaaa?"  Sebenernya topik ini sama aja kayak di part pertama. Tapi akhir-akhir ini, feel-nya tuh lagi mikirin kayak gini mulu. Selain banyak yang nikah, tentunya yang meninggal juga banyak kan. Sama kayak judulnya, 'Semua Serba Gantian'. Sadar gak sadar, tiba-tiba udah menuju 25 tahun.  Katanya, dengan menikah seseorang udah berada di tahap selanjutnya. Nyatanya. Ya kita tetep jalan di tempat. Masih sama di dunia. Bedanya cuma ngejalanin kehidupan bareng orang baru aja.  Karna kenyataannya, yang satu langkah ke depan itu orang-orang yang telah mendahului.  Dari bocil beranjak dewasa. Menikah jadi orang tua. Jadi tua dan tinggal nunggu panggilan aja. Syukur-syukur meninggalnya pas tua, coba kalo pas bocil. Ya jelas. Mereka jadi selangkah lebih maju dari kita.  Tiba-tiba punya keponakan. Banyak. Udah pada gede semua. Sepupu udah pada nikah semua. Gak s...

Tasmik Al-Qur'an di Era Kepenulisan

 Jum'at, 8 Agustus 2 025. Salat Zuhur terakhir di kamar lima. Bertepatan dengan khataman rutinan terakhir pula di kamar lima. Ya. Pagi tadi kamar lima diketuk oleh seseorang. Ustazah ternyata. Bilang kalau kamarnya suruh dirapihin. Mau dipake. seperti biasa aku nyengir, ngangguk sambil bilang iya. Rasa-rasanya sedih sekali (lebay dikit). Sejak pindah ke lantai satu tahun lalu, lorong-lorong jadi tempat persinggahan awal gue buat ngaji ataupun ngelakuin segala hal di atas meja belajar. Sampai akhirnya ngisi kamar-kamar yang kosong, dan sering juga diusir ustazah buat keluar. Gak boleh dipake. Bukan hak kita, katanya. Bukan gue namanya kalo gak nakal dikit, Ya gue gatel lah, tetep masukin kamar kosong yang beloman dikunci. Sampe akhirnya, istikamah-lah kamar lima yang emang gak dikunci kayak kamar-kamar kosong sebelumnya. Walau ujung-ujungnya tiap kali ustazah ke lantai satu pasti selalu di notice, "Mbak, keluar mbak. Gak boleh dipake kamarnya..." bla.. bla.. bla.. Pertama,...

Favorites

Tiap-tiap dari kita (terkhusus penghafal quran) pasti punya ayat favorit. Ayat kesukaan. Punya ayat andalan yang dijadiin penguat dalam kehidupan. Gue juga punya. Tapi pasti penghafal quran lainnya, punya ayat di surah tertentu, yang lafaznya mungkin panjang-panjang. Gue enggak. Mungkin dari anak kecil sampe orang tua hafal ayat favorit gue. Dari penghafal quran bahkan yang awam agama sekalipun, mereka juga hafal ayat kesukaan gue. Ayat yang senantiasa kita ulang tujuh belas kali dalam setiap kali salat wajib. Ditambah kalo ngerjain salat sunah. Ditambah kalo dibaca juga diluar waktu salat. Dua ayat surah Al-Fatihah. اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ “Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan.” اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ “Tunjukilah kami ke jalan yang lurus.” Menurut gue, dua ayat ini sangat mencakup atas segala apa yang kita butuhkan. Sudah jelas, Al-Fatihah induk Al-Qur’an. Dan segala apa yang...