Sebenernya blog ini nyambung kalo dikasih judul (bukan) ilmu parenting, pra-menikah. Tapi pengin dikasih judul ini aja. Supaya ter-highlight dan sakral heuheu.
Setelah
bikin skripsi dengan tokoh biografi beliau, mengingatkan gue akan satu hal.
Sering kali
nasihat perkara jodoh yang banyak mengatakan cari istri yang salihah dan atau jadilah
istri yang pintar. Karna istri adalah madrasah pertamanya anak. Banyak orang
beragumen agar kita sebagai cewek juga jangan mau kalah buat nuntut ilmu
setinggi-tingginya.
Tentu gak
salah.
Tapi, pas
baca biografi beliau, beliau dengan jelas amat sangat mengagungkan dan
menghormati bapaknya. Beliau sadar dan bilang kalau kecerdasan beliau berasal
dari bapaknya.
Awalnya gue
kek menganggap itu kalimat yang biasa aja. Gak menarik di otak gue.
Sampe
akhirnya, ketika gue main seperti biasa sama keponakan gue. Gue sadar kalo
keponakan gue yang masih kelas 2 SD ini kreatif banget. Dia suka bikin sampah
kardus atau bahan yang udah gak penting lagi, jadi hal yang unik. Dan gue tau
betul itu keturunan dari ayahnya, abang ipar gue. Mengingat beliau juga
kreatif. Banyak bikin meja dan lemari dari kayu bekas, dll.
Gue kembali
mengingat dan mengiyakan pernyataan Syeikh Muhammad Mutawalli Asy-Sya’rawi itu.
“Ternyata,
yang harus pinter bukan cuma istri aja. Tapi suami juga!” seru gue antusias
dalem hati.
Dan gue baru
menyadari kalo biografi-biografi yang selama ini gue pelajarin dari tokoh-tokoh
mufassir menjelaskan betapa mereka keturunan orang alim dari bapaknya yang juga
alim. Tentu ibunya juga salihah, cuma yang lebih banyak dibahas adalah peran
bapak.
Mengingat
gue yang suka nulis karna aba juga suka nulis. Dan berbagai kecerdasan lain
yang ternyata sosok bapak juga berperan.
Jadi, kita
sebagai perempuan, tentunya harus nyari dan dapet suami yang lebih pinter dari
kita. Selain agar kita dibimbing suami, dan suami juga berperan dalam
mempengaruhi keturunan kita nantinya.
Gue kek, “Ya
Allah, semoga suami aku salih, baik, alim, cerdas,” dan berbagai akhlak terpuji
lainnya.
Semoga yang
baca tulisan ini juga mendapatkan suami yang baik, cerdas, salih, alim juga.
Aamiiin.
Kalau kalian
laki-laki, semoga kalian bisa jadi pribadi yang lebih baik lagi, agar bisa
membimbing istrinya nanti dan banyak memberikan keturunan orang-orang yang
salih pula. Aaamiiin Allahumma Aaamiiin.
Comments
Post a Comment