Mengingat umur bertambah. Sama pula dengan mengingat semakin dekatnya kematian. Berhitung mundur atas usia yang semakin berkurang. Seperti sedang menjemput kematian. Menunggu, kapan waktu itu tiba. Sudahkah kita mengingat kematian? Kalau belum, mari kita merenung. Andai suatu hari tiba diujung penantian. Tugasnya kini ingin dilaksanakan. Dengan jubah besar. Tampak seram bagi yang sedikit amalnya. Namun tampak teduh bagi yang banyak amal kebaikannya. Ya. Malaikat itu datang. Satu di antara sepuluh malaikat yang tugasnya kita hafalkan sedari kecil. Satu di antara sepuluh malaikat yang sepertinya tak ingin di jumpa. Namun kejadian itu pasti. Setiap manusia akan mengalaminya. Dan ketika sudah tiba saatnya, sosok itu mendekat. Seolah menunggu lama, hingga akhirnya menjemput pada waktunya. Tak ada yang bisa mengelak. Bahkan memperlambat waktu. Semua seolah sudah menjadi bagian dari takdir. Dan ketika sudah tiba saatnya; malaikat Izrail, mencabut nyawa. "Laa ilaa ha illa A...
Aku menulis hanya untuk abadi. Bonusnya, kamu menyukai keabadianku.