Salahkah kita memilih teman?
Dipenjelasan sebelumnya, aku sedikit menuturkan pendapat kalau kita bebas berteman dengan siapa saja, namun tahu aturan.
Di sini aku ingin menambahkan.
Pernahkah kita merasa pada diri sendiri, bahwa sifat dan akhlak kita berubah menjadi buruk?
Apakah ada unsur karena pergaulan, atau kita memang tidak membenahi diri untuk menjadi lebih baik?
Namun sejatinya, menurutku, pergaulan memang sangat berperan penting dalam kehidupan kita. Karena, dengan siapa kita bergaul, di situlah letak sifat dan akhlak kita berada.
Di sini bukan seolah bilang kalau, "lo main sama preman, akhlak lo juga buruk." Atau, "lo main sama si kutu buku, sifat lo juga jadi suka baca buku." Tidak. Tapi seolah, "apa kita akan terpengaruh dengan si preman atau si kutu buku?"
Karena itu, pernahkah kita merasa bahwa ada salah satu dari sifat dan akhlak kita yang terbawa arus? Positif? Atau negatif?
Dengan bertambahnya nilai positif yang ada di diri kita, balik lagi ke pertanyaan, "dengan pengaruh siapa sifat positif ini datang?" Atau kalau akhlak kita justru jadi buruk, "karena siapa pengaruh negatif ini datang?"
Sebagai contoh, aku dulu punya teman yang sempat kupantau kesehariannya. Semacam memperhatikan apa yang ada di diri orang itu. Pertama kenal, orang itu baik, pintar, penurut, nggak nakal.
Finally, saat beberapa bulan kita berteman dengan teman-temanku yang lain, cara pandang berpikir dia jadi beda. Dulunya dia cuma berpikir begini, "nggak berani bolos, ah! Kasian orang tua udah biayain sekolah." Namun sekarang responnya begini, "nggak apalah bolos sekali. Selama ini mereka fine fine aja kalau bolos. Kenapa gue harus takut? Toh, dihukumnya bareng-bareng." Walhasil anak itu kini jadi nakal dan malas belajar. Masih tetap rajin, namun jadi sedikit menyepelekan ilmu.
Jujur, aku pun buat salah satu contoh ini, karena aku juga pernah merasakan hal seperti itu. Cerita di mana saat aku merasa menjadi 'naughty girl'. Pernah juga aku merasa ada salah satu temanku yang membawa pengaruh positif buat aku. Aku jadi merasa lebih dekat dengan-Nya karena dia.
Begitulah teman. Bagaimana caranya agar kita dapat mengambil positifnya dan membuang negatifnya. Bagaimana caranya agar kita menolak dan menentang keras keburukan supaya nggak mempengaruhi kehidupan kita. Bagaimana caranya agar kita bisa mempertahankan sifat positif yang ada dalam diri kita.
Karena menurutku, pergaulan sangat menentukan bagaimana sifat kita kepada sesama. Apakah kita menjadi baik karena pergaulan kita yang baik? Atau justru kita terlihat nakal karena pergaulan yang buruk?
Namun tetaplah ingat, kita boleh main dengan siapa saja. Bahkan dengan pemulung sekalipun.
Karena kita nggak pernah tahu, energi positif dari mana yang dapat kita ambil manfaat kebaikannya.
Pertanyaannya, "apakah sifat kita sama baiknya seperti dulu?"
"Apakah sifat kita lebih baik dari yang dulu?"
"Apakah sifat kita justru lebih buruk dari yang dulu?"
Bagaimana cara kita menyikapi pergaulan yang negatif. Kita harus pintar-pintar membedakan. Bukan pintar memilih. Pintarlah menasihati serta intropeksi diri. Bukan asal menghakimi serta menggurui. Pintarnya mencontohkan kebaikan. Bukan pandai meniru keburukan.
Berpikirlah sebelum bertindak. Jangan sampai ada orang sekitar yang menilai kita lebih buruk dari sebelumnya karena kita tak pandai bergaul.
Semoga kita selalu dalam lindungan Allah ❤️🤲🏻
Comments
Post a Comment