Skip to main content

Semoga Semakin Bertaqwa 2

"Sami'naa wa atho'naa."

Kata di atas mengungkapkan bahwa, sebagai hamba yang bertaqwa, maka dengarkanlah dan taatilah.

Sudahkah kita bertaqwa?

Semoga semakin bertaqwa, adalah do'a yang menurutku sudah sangat jelas maknanya, banyak artinya, penuh penjelasannya.

Semoga semakin bertaqwa. Pengertiannya ialah selalu menjalankan perintah Allah dan manjauhi larangan-Nya.

Sudahkah kita semakin bertaqwa?

Sudahkah kita menjadi lebih baik dari hari kemarin?

Dengan kita berdo'a, "Semoga kita semakin bertaqwa pada Allah," do'a-do'a yang lain akan turut membersamai. Agar kita selalu dalam keadaan ingat pada Allah. Agar tahu kalau kita selalu dalam penjagaan Allah. Selalu takut dan taat pada-Nya.

Marilah, kita berdoa, di sisa akhir usia kita, agar kita semakin bertaqwa. Agar kita semakin mengenal dengan Allah. Agar kita semakin taat pada Allah. Agar kita lebih sering mengingat Allah kala khilaf ingin berbuat keburukan.

Marilah, kita berdoa, di sisa akhir usia kita, agar kita semakin bertaqwa. Agar kita semakin banyak berbuat kebaikan. Agar kita semakin yakin dengan adanya surga setelah kematian. Agar kita termasuk orang-orang yang dicintai Allah.

Marilah, kita berdoa, di sisa akhir usia kita, agar kita semakin bertaqwa. Agar kita dijauhi dari perbuatan tercela. Agar kita dijauhkan dari siksa api neraka. Agar kita tidak termasuk ke dalam orang-orang yang celaka.

Semoga semakin bertaqwa.

Pernahkah terlintas dipikiran kita, apakah hari ini kita sudah semakin bertaqwa?

Kalau belum, berkunjunglah sesekali ke pemakaman. Merenunglah.

"Hanya mengingat kematian-lah yang mampu membuat hati, jiwa, dan raga tergerak akan muhasabah diri."

Ya.

Dengan mengingat kematian, aku tersadar, betapa pentingnya untuk terus bertaqwa.

Kemarin aku sempat pergi ke pemakaman. Di sana aku merenung. "Apa aku sudah menjadi hamba yang taat? Apa aku masih mencintai dunia? Apa aku sudah punya bekal untuk akhirat nanti?"

"Apa aku sudah bertaqwa?"

Percayalah, mendapat pahala itu mudah. Berbuat dosa juga mudah. Tinggal tuntun tujuan kita mau ke mana?

Masuk surga atau neraka?

Semua ada aturannya. Sesulit apapun, itulah jalan untuk masuk surga. Nggak boleh mengeluh. Kalau mengeluh, berarti kita menolak diri kita sendiri untuk masuk ke surga.

Sulit memang. Apalagi kurangnya pergaulan sekitar yang mendukung. Kurangnya ketaqwaan, dapat menjerumuskan kemaksiatan.

"Apa aku sudah bertaqwa?"

Diri ini masih butuh nasihat. Masih butuh bimbingan. Masih butuh dorongan. Masih butuh pembelajaran.

Kalau salah, mohon dikoreksi. Boleh dibenarkan, boleh diperbaiki.

Semoga semakin bertaqwa.

Perihal ketaqwaan, bukan hanya agar dapat menjemput jodoh yang baik.

Salah satunya almarhum abangku. Di sisa akhir hidupnya, banyak perubahan baik yang ia lakukan. Dengan ketaqwaannya, kita sekeluarga berharap dia dapat menyelesaikan kuliahnya dengan baik, serta mendapat istri salihah yang insya Allah bertaqwa juga.

Namun apa daya, ketaqwaannya lebih dulu dijemput oleh malaikat Izrail.

Ya.

Apa yang kita harapkan dari ketaqwaan?

Mendapatkan jodoh yang bertaqwa pula, atau menjemput kematian dengan kebahagiaan?

Semoga semakin bertaqwa.

Kuharap, semoga yang membaca blog-ku, semakin ditingkatkan ketaqwaannya kepada Allah. Karena Allah. Dan untuk Allah.

Sehingga, dengan bertaqwanya kita, kita dapat menjadi pribadi yang Allah cintai. Kita dapat menjemput jodoh kita dengan baik. Kalaupun bukan jodoh yang lebih dulu menghampiri, setidaknya kita dapat meninggal dalam keadaan taqwa kepada Allah.

Semoga, disisa akhir hayat kita, kita dapat semakin meningkatkan ketaqwaan. Diberikan kesehatan wal afiyah. Diberikan kemudahan dunia dan di akhirat nanti. Diberikan rezeki halal, dan berkah. Diberikan kecintaan yang tulus kepada sesama. Dijauhkan dari segala tipu daya.

Semoga, disisa akhir hayat ini, kita semua semakin mengerti, bahwa di dunia ini hanya sementara. Maka, bertaqwa-lah.

Semoga semakin bertaqwa 🤲🏻💖

Comments

Popular posts from this blog

Semua Serba Gantian 2

Di era gen z ini, banyak yang pada nikah. Yang belom jemput takdirnya sedikit mencemaskan diri. "Jodoh gue ada gak yaaa?"  Sebenernya topik ini sama aja kayak di part pertama. Tapi akhir-akhir ini, feel-nya tuh lagi mikirin kayak gini mulu. Selain banyak yang nikah, tentunya yang meninggal juga banyak kan. Sama kayak judulnya, 'Semua Serba Gantian'. Sadar gak sadar, tiba-tiba udah menuju 25 tahun.  Katanya, dengan menikah seseorang udah berada di tahap selanjutnya. Nyatanya. Ya kita tetep jalan di tempat. Masih sama di dunia. Bedanya cuma ngejalanin kehidupan bareng orang baru aja.  Karna kenyataannya, yang satu langkah ke depan itu orang-orang yang telah mendahului.  Dari bocil beranjak dewasa. Menikah jadi orang tua. Jadi tua dan tinggal nunggu panggilan aja. Syukur-syukur meninggalnya pas tua, coba kalo pas bocil. Ya jelas. Mereka jadi selangkah lebih maju dari kita.  Tiba-tiba punya keponakan. Banyak. Udah pada gede semua. Sepupu udah pada nikah semua. Gak s...

Tasmik Al-Qur'an di Era Kepenulisan

 Jum'at, 8 Agustus 2 025. Salat Zuhur terakhir di kamar lima. Bertepatan dengan khataman rutinan terakhir pula di kamar lima. Ya. Pagi tadi kamar lima diketuk oleh seseorang. Ustazah ternyata. Bilang kalau kamarnya suruh dirapihin. Mau dipake. seperti biasa aku nyengir, ngangguk sambil bilang iya. Rasa-rasanya sedih sekali (lebay dikit). Sejak pindah ke lantai satu tahun lalu, lorong-lorong jadi tempat persinggahan awal gue buat ngaji ataupun ngelakuin segala hal di atas meja belajar. Sampai akhirnya ngisi kamar-kamar yang kosong, dan sering juga diusir ustazah buat keluar. Gak boleh dipake. Bukan hak kita, katanya. Bukan gue namanya kalo gak nakal dikit, Ya gue gatel lah, tetep masukin kamar kosong yang beloman dikunci. Sampe akhirnya, istikamah-lah kamar lima yang emang gak dikunci kayak kamar-kamar kosong sebelumnya. Walau ujung-ujungnya tiap kali ustazah ke lantai satu pasti selalu di notice, "Mbak, keluar mbak. Gak boleh dipake kamarnya..." bla.. bla.. bla.. Pertama,...

Favorites

Tiap-tiap dari kita (terkhusus penghafal quran) pasti punya ayat favorit. Ayat kesukaan. Punya ayat andalan yang dijadiin penguat dalam kehidupan. Gue juga punya. Tapi pasti penghafal quran lainnya, punya ayat di surah tertentu, yang lafaznya mungkin panjang-panjang. Gue enggak. Mungkin dari anak kecil sampe orang tua hafal ayat favorit gue. Dari penghafal quran bahkan yang awam agama sekalipun, mereka juga hafal ayat kesukaan gue. Ayat yang senantiasa kita ulang tujuh belas kali dalam setiap kali salat wajib. Ditambah kalo ngerjain salat sunah. Ditambah kalo dibaca juga diluar waktu salat. Dua ayat surah Al-Fatihah. اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ “Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan.” اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ “Tunjukilah kami ke jalan yang lurus.” Menurut gue, dua ayat ini sangat mencakup atas segala apa yang kita butuhkan. Sudah jelas, Al-Fatihah induk Al-Qur’an. Dan segala apa yang...