Skip to main content

Antara Dua Pilihan

Hai, di blog-ku kali ini, aku pengin cerita tentang hari ini. Lebih tepatnya, ingin menjelaskan apa yang selama ini aku resahkan, hahaha. Dua pilihan yang sebenarnya sudah jelas-jelas terlihat mana yang baik dan yang buruk. Nah, hari ini aku lebih menemukan jawaban spesifiknya.


Minggu, 29 Januari 2023.

Pagi ini, aku sama temen-temen aku, kita berempat ke - bisa dibilang kajiannya Ustazah Halimah Alaydrus, di Tebet. Kebetulan bertemakan Sayyidah Aminah, ibunda Rasulullah.

Singkat cerita, yang menjadi pemikiranku selama ini adalah, "Banyak dari kita yang kalau dia nggak ngebucin, pasti larinya ke drakor, oppa-oppa Korea."

Kenapa nggak mencari tahu perihal Nabi Muhammad, sih? Sesimpel itu otakku menanggapi. 


Seperti yang kebanyakan dari temen-temen tahu, aku bukan orang yang suka sama drakor dan oppa-oppa. Aku jadi bagian dari salah satu orang yang suka ngebucin, wkkw. Mudah menaruh harap pada sosok yang kuanggap baik akhlaknya, salih perangainya, dan yang pada nyatanya semua laki-laki itu hanya penasaran di awal saja, heu.

Nah, dulu ada beberapa temen-temen kan, yang aku mintain pendapat ke kalian. Khususnya yang demen sama Korea, nih. "Jujur, aku kan tipe cewek yang suka nge-bucin ketimbang Korea. Nah, apa alesan kalian buat lebih milih demen sama orang yang lebih ke mustahil buat digapai?

"Dan, ada nggak sih, orang yang nggak jadi budaknya cinta, trus dia juga gak suka Korea? Nah, dia ini nih, bener-bener menjadikan sosok Nabi Muhammad itu tuh, sebagai panutan gitu? Ada nggak yaaa..." tanyaku memulai pertanyaan.

Banyak dari kalian yang ngejawab, "Pasti ada sih, cuma jarang. Emang tuh, bener banget. Kalo nggak nge-bucin sama lawan jenis, pasti dia demennya ya sama Oppa-Oppa..."


Banyak dari kalian yang demen sama Oppa-Oppa membela diri dengan berbagai alasan (yang bisa dibilang masuk akal, menurutnya). Mereka merasa, dengan suka sama Oppa-Oppa salah satu manfaatnya mereka bisa belajar nabung. Iya, nabung ngumpulin duit yang bisa sampe jutaan supaya bisa meet up sama sosok yang mereka sukain. Kalau pun nggak kesampaian, ya duit itu bisa dimanfaatkan ke hal yang lain. Trus, ada banyak drakor yang bisa diambil manfaatnya banget, dan alesan-alesan lainnya yang aku lupa apa aja. Intinya buat aku juga ber-oh, iya juga yaa, hmm.

Rasa penasaranku tetep ada, karena ngerasa nggak ada solusi. Biarlah ini menjadi keresahanku kala itu.


Oke, balik lagi ke hari ini. Pulang dari ngedengerin ceramah Ustazah Halimah Alaydrus, tiba-tiba aku kepikiran sama hal itu. Menjawab pertanyaan di atas, "Kenapa nggak mencari tahu perihal Nabi Muhammad, sih?"

Jawabannya emang keliatan sangat menyulitkan. Karena kita yang nggak pernah berjumpa dengan Nabi, seolah fisik jadi penilaian pertama kenapa Oppa-Oppa lebih diminati ketimbang Nabi Muhammad. Jawaban di otak aku saat ini simpel. Pertama, kata Ustazah Halimah Alaydrus tadi, "Ngapain suka sama Oppa-Oppa Korea, yang udah jelas-jelas nggak kenal kita, dan udah pasti nggak bakalan tolongin kita di akhirat nanti." Padahal, kata-kata beliau ini cukup jelas karena ya memang untuk apa?

Kedua, cara menimbulkan cinta kita ke Nabi Muhammad ya dengan mencari tahu tentang beliau. Seriusan nih ya, setara banget sama kalian yang pecinta Korea, atau yang fanatik dengan hal-hal lain selain Nabi Muhammad, kalian itu bisa fanatik karena banyak baca, nonton, mencari tahu hal itu. Sebenernya berlaku juga buat menimbulkan kecintaan kita ke Nabi Muhammad. Ya dengan baca sejarah beliau, dll. Buat yang mager baca, sekarang kan fasilitas banyak tuh, bisa dengerin podcast, nonton youtube, dll. Bahkan, dengerin ceramah kayak tadi tuh ya bisa jadi wasilah juga supaya menambah pengetahuan kita perihal keluarga Nabi dan menambah kecintaan. Ada beberapa kisah yang diceritain sama Ustazah Halimah Alaydrus yang belum aku tau seputar Sayyidah Aminah. 

Dulu, pikiran aku cuma sekedar, "Walaupun aku nggak begitu mengenal sejarah Nabi, tapi jangan sampai aku juga suka yang berlebihan sama yang selain Nabi. Cari aman, wkwk..."


Dari sini menunjukkan juga pentingnya bergaul dengan teman yang baik. Cari temen yang juga lagi meningkatkan kecintaan dengan Nabi. Efeknya, kita jadi sering dateng kajian ustazah-ustazah, syarifah, dll. Dengan menyibukkan diri dengan hal yang kayak gitu, nggak ada tuh, yang namanya nge-bucin sama lawan jenis dan jatuh cinta dengan idola yang selain Nabi Muhammad. Seriusan deh, sebenernya banyak banget cara yang ngemudahin kita buat lebih mengenal Nabi Muhammad, lho. Bahkan gratis. Kalau pun bayar, seikhlasnya. Mana ada coba, ceramah, kajian, ta'lim, dll perihal mengetahui sejarah Nabi Muhammad yang harganya ratusan bahkan jutaan? Nah, dari kitanya ini aja ada kemauan atau enggak? 


Terakhir, aku ingin mempertegas, mau sebanyak apa pun kalian melakukan pembelaan perihal idola kalian, seperti, "Kamu nggak tahu sih, perjuangan mereka dari nol sampe akhirnya sukses. Banyak pelajaran yang bisa diambil dari mereka. Ini nggak berlebihan kok,"

Lah, logikanya kan sama saja dengan seharusnya ada banyak pelajaran juga yang bisa kita teladani dari Nabi Muhammad. Bahkan panutan umat Islam, sosok yang jelas-jelas bakalan ngasih syafaat ke kita nanti di hari kiamat. 


Kalau kalian masih ingin melakukan pembelaan lagi, silahkan, ngomong dan jelasin panjang lebar nanti saja pas di Padang Mahsyar. Atas segala pengorbanan yang udah kalian lakuin buat idola-idola kalian itu. Silahkan membela diri di hadapan Allah dan Nabi Muhammad :)


Terima kasih, maaf nggak berfaedah. Kali ini mengeluarkan tentang isi hati, hehehew...

Semoga senantiasa kita diampuni dosanya dan mendapatkan syafaat Baginda Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam, Amin. 

Wallahu A'lam Bisshawaab.

Comments

Popular posts from this blog

Semua Serba Gantian 2

Di era gen z ini, banyak yang pada nikah. Yang belom jemput takdirnya sedikit mencemaskan diri. "Jodoh gue ada gak yaaa?"  Sebenernya topik ini sama aja kayak di part pertama. Tapi akhir-akhir ini, feel-nya tuh lagi mikirin kayak gini mulu. Selain banyak yang nikah, tentunya yang meninggal juga banyak kan. Sama kayak judulnya, 'Semua Serba Gantian'. Sadar gak sadar, tiba-tiba udah menuju 25 tahun.  Katanya, dengan menikah seseorang udah berada di tahap selanjutnya. Nyatanya. Ya kita tetep jalan di tempat. Masih sama di dunia. Bedanya cuma ngejalanin kehidupan bareng orang baru aja.  Karna kenyataannya, yang satu langkah ke depan itu orang-orang yang telah mendahului.  Dari bocil beranjak dewasa. Menikah jadi orang tua. Jadi tua dan tinggal nunggu panggilan aja. Syukur-syukur meninggalnya pas tua, coba kalo pas bocil. Ya jelas. Mereka jadi selangkah lebih maju dari kita.  Tiba-tiba punya keponakan. Banyak. Udah pada gede semua. Sepupu udah pada nikah semua. Gak s...

Tasmik Al-Qur'an di Era Kepenulisan

 Jum'at, 8 Agustus 2 025. Salat Zuhur terakhir di kamar lima. Bertepatan dengan khataman rutinan terakhir pula di kamar lima. Ya. Pagi tadi kamar lima diketuk oleh seseorang. Ustazah ternyata. Bilang kalau kamarnya suruh dirapihin. Mau dipake. seperti biasa aku nyengir, ngangguk sambil bilang iya. Rasa-rasanya sedih sekali (lebay dikit). Sejak pindah ke lantai satu tahun lalu, lorong-lorong jadi tempat persinggahan awal gue buat ngaji ataupun ngelakuin segala hal di atas meja belajar. Sampai akhirnya ngisi kamar-kamar yang kosong, dan sering juga diusir ustazah buat keluar. Gak boleh dipake. Bukan hak kita, katanya. Bukan gue namanya kalo gak nakal dikit, Ya gue gatel lah, tetep masukin kamar kosong yang beloman dikunci. Sampe akhirnya, istikamah-lah kamar lima yang emang gak dikunci kayak kamar-kamar kosong sebelumnya. Walau ujung-ujungnya tiap kali ustazah ke lantai satu pasti selalu di notice, "Mbak, keluar mbak. Gak boleh dipake kamarnya..." bla.. bla.. bla.. Pertama,...

Favorites

Tiap-tiap dari kita (terkhusus penghafal quran) pasti punya ayat favorit. Ayat kesukaan. Punya ayat andalan yang dijadiin penguat dalam kehidupan. Gue juga punya. Tapi pasti penghafal quran lainnya, punya ayat di surah tertentu, yang lafaznya mungkin panjang-panjang. Gue enggak. Mungkin dari anak kecil sampe orang tua hafal ayat favorit gue. Dari penghafal quran bahkan yang awam agama sekalipun, mereka juga hafal ayat kesukaan gue. Ayat yang senantiasa kita ulang tujuh belas kali dalam setiap kali salat wajib. Ditambah kalo ngerjain salat sunah. Ditambah kalo dibaca juga diluar waktu salat. Dua ayat surah Al-Fatihah. اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ “Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan.” اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ “Tunjukilah kami ke jalan yang lurus.” Menurut gue, dua ayat ini sangat mencakup atas segala apa yang kita butuhkan. Sudah jelas, Al-Fatihah induk Al-Qur’an. Dan segala apa yang...