Skip to main content

Latih Diri, Jaga Hati!

Dasar aku. Selalu sibuk posting sana sini, pamer ini pamer itu, yang selalu ingin dilihat, "Ini lho, aku."

Sebelum Tere Liye bawel perihal, "JANGAN PAMER." Abangku dari dulu juga selalu bilang buat, "Jangan norak. Jangan apa-apa langsung di post. Besok besok saja kalau mau update."

Memang sangat sulit untuk tidak ikut-ikutan memposting apa yang sedang kita lakukan di sosial media. Seperti adanya istilah, "A Day In My Life," atau vlog-vlog lainnya.

Dalam postingannya, Tere Liye sering banget bilangin kita buat jangan pamer, jangan norak. Boleh jadi, ada yang sering keluar negeri tapi tidak posting sama sekali. Lah kita, baru pertama kali makan mie, postingan-nya norak sekali.

Terlebih soal pamer, pintar-pintarlah untuk menjaga hati. Bisa saja, niat kita memang tidak untuk pamer, alih-alih berbagi kebahagiaan, "Kumpul keluarga." Salah satu followers kita, ada yang tidak kumpul keluarga lantaran LDR. Bahkan, memang ada yang tidak tahu keluarganya ada di mana, masih hidup atau tidak. 

Kita sibuk berbagi kebahagiaan, "Tujuh bulanan anak pertama." Salah satu followers kita, ada yang sedang menangis, tak henti-hentinya berdoa karena belum dikarunia seorang buah hati.

Kita sibuk berbagi kebahagiaan, "Bersama kekasih tercinta." Salah satu followers kita, ada yang sedang menanti bertahun-tahun, karena belum ada yang melamar.

Kita sibuk berbagi kebahagiaan, "Punya rumah baru." Salah satu followers kita, ada yang lagi bingung cari uang, karena belum bayar kontrakan tiga bulan.

Kita sibuk berbagi kebahagiaan, "Bersama sahabat setia." Salah satu followers kita, baru saja sakit hati karena dikhianati sahabat sendiri.

Kita sibuk berbagi kebahagiaan, "OOTD." Salah satu followers kita, masih dengan pakaian lusuhnya, yang masih layak pakai. 

Mengabadikan momen memang perlu, untuk dikenang, abadi dalam galeri. Namun, pintar-pintarlah menjaga hati. Jangan sampai ada yang sakit hati, buat orang lain menjadi iri. 

Pintar-pintarlah menjaga hati. Selalu perbarui dan luruskan niat. Semoga apa yang kita post, update, ada hikmah yang tersimpan, benar-benar dapat diambil pelajaran. Bukan hanya sekedar menjadi kenangan, semoga dapat alirkan pahala kebaikan.

Comments

Popular posts from this blog

Semua Serba Gantian 2

Di era gen z ini, banyak yang pada nikah. Yang belom jemput takdirnya sedikit mencemaskan diri. "Jodoh gue ada gak yaaa?"  Sebenernya topik ini sama aja kayak di part pertama. Tapi akhir-akhir ini, feel-nya tuh lagi mikirin kayak gini mulu. Selain banyak yang nikah, tentunya yang meninggal juga banyak kan. Sama kayak judulnya, 'Semua Serba Gantian'. Sadar gak sadar, tiba-tiba udah menuju 25 tahun.  Katanya, dengan menikah seseorang udah berada di tahap selanjutnya. Nyatanya. Ya kita tetep jalan di tempat. Masih sama di dunia. Bedanya cuma ngejalanin kehidupan bareng orang baru aja.  Karna kenyataannya, yang satu langkah ke depan itu orang-orang yang telah mendahului.  Dari bocil beranjak dewasa. Menikah jadi orang tua. Jadi tua dan tinggal nunggu panggilan aja. Syukur-syukur meninggalnya pas tua, coba kalo pas bocil. Ya jelas. Mereka jadi selangkah lebih maju dari kita.  Tiba-tiba punya keponakan. Banyak. Udah pada gede semua. Sepupu udah pada nikah semua. Gak s...

Tasmik Al-Qur'an di Era Kepenulisan

 Jum'at, 8 Agustus 2 025. Salat Zuhur terakhir di kamar lima. Bertepatan dengan khataman rutinan terakhir pula di kamar lima. Ya. Pagi tadi kamar lima diketuk oleh seseorang. Ustazah ternyata. Bilang kalau kamarnya suruh dirapihin. Mau dipake. seperti biasa aku nyengir, ngangguk sambil bilang iya. Rasa-rasanya sedih sekali (lebay dikit). Sejak pindah ke lantai satu tahun lalu, lorong-lorong jadi tempat persinggahan awal gue buat ngaji ataupun ngelakuin segala hal di atas meja belajar. Sampai akhirnya ngisi kamar-kamar yang kosong, dan sering juga diusir ustazah buat keluar. Gak boleh dipake. Bukan hak kita, katanya. Bukan gue namanya kalo gak nakal dikit, Ya gue gatel lah, tetep masukin kamar kosong yang beloman dikunci. Sampe akhirnya, istikamah-lah kamar lima yang emang gak dikunci kayak kamar-kamar kosong sebelumnya. Walau ujung-ujungnya tiap kali ustazah ke lantai satu pasti selalu di notice, "Mbak, keluar mbak. Gak boleh dipake kamarnya..." bla.. bla.. bla.. Pertama,...

Favorites

Tiap-tiap dari kita (terkhusus penghafal quran) pasti punya ayat favorit. Ayat kesukaan. Punya ayat andalan yang dijadiin penguat dalam kehidupan. Gue juga punya. Tapi pasti penghafal quran lainnya, punya ayat di surah tertentu, yang lafaznya mungkin panjang-panjang. Gue enggak. Mungkin dari anak kecil sampe orang tua hafal ayat favorit gue. Dari penghafal quran bahkan yang awam agama sekalipun, mereka juga hafal ayat kesukaan gue. Ayat yang senantiasa kita ulang tujuh belas kali dalam setiap kali salat wajib. Ditambah kalo ngerjain salat sunah. Ditambah kalo dibaca juga diluar waktu salat. Dua ayat surah Al-Fatihah. اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ “Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan.” اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ “Tunjukilah kami ke jalan yang lurus.” Menurut gue, dua ayat ini sangat mencakup atas segala apa yang kita butuhkan. Sudah jelas, Al-Fatihah induk Al-Qur’an. Dan segala apa yang...