Di (bukan) ilmu parenting yang keempat ini, gue mau bahas tentang ngurus masa depan anak. Sama kayak ilmu yang ketiga pada pembahasan sebelumnya, ingin mempertanyakan.
Nah sekarang yang mau gue tanya ke pola
parenting gue nanti adalah, pendidikan anak itu kita yang arahin supaya terarah
dan jelas atau terserah passion anak?
Dari sekian banyaknya pertemanan gue,
banyak juga contoh pengajaran orang tua kepada temen-temen gue dengan cara yang
berbeda.
Pertama, terserah anak. Kita gak nuntut
anak sesuai apa yang kita mau. Terserah mereka mau fokus di bidang apa, dan mau
jadi apa. Plusnya, ya anak ngejalanin kehidupannya dengan tenang karna emang
itu yang mereka sukai. Minusya, gak sedikit pula yang akhirnya gak jelas,
tujuannya mau di bawa ke mana?
Ketika sadar dunia itu keras, betapa
penting dan butuhnya buat cari uang, seolah dunia gak adil dan gak berpihak
sama dia. Ngerasa apa yang selama ini dipelajarin gak berguna. Jadinya ya
bingung harus apa.
Kedua, terarah. Biasanya, yang ini seolah
ingin memaksa anak mengabulkan apa yang belum terwujudkan dari orang tuanya
dulu sebelum menikah. Misal, dulu bercita-cita jadi dokter. Tapi gak kesampean.
Akhirnya jadiin anaknya agar bercita-cita sebagai dokter. Segala
jenis pembelajaran memaksa anak agar terarah mengikuti keinginan orang tua.
Plusnya, banyak yang berhasil dengan tujuan orang tua itu. Minusnya, anak agak
kurang ikhlas dan senang menjalani kehidupannya, karna ngerasa gapunya pilihan
selain ikut rencana orang tua.
Melihat temen-temen gue yang ngafal quran.
Dulunya sekolah cuma SD. SMP dan SMA paket. Tiba-tiba dituntut kuliah jurusan
kedokteran dan arsitek. Ada juga yang sama gak sekolah SMP dan SMA, tiba-tiba
dituntut kuliah di luar negeri. Apa gak kaget? Tapi menariknya, bisa dipastikan
mereka akan mencapai tujuan tersebut, walau amat sangat bersusah payah dan
tertuntut. Dan berbagai temen-temen gue lainnya yang masa depannya udah
diarahin.
Lucunya, ketika gue menulis ini, gue gak
sadar kalo gue juga bagian dari yang dituntut masa depannya
seperti keinginan orang tuanya. Haha. Entahlah.
Tapi banyak juga kok, yang terserah namun
juga terarah. Tinggal gimana kita ngatur dan ngarahin itu semua buat anak kita
nanti.
Yang terpenting dan paling utama, semoga
tetep taat sama Allah.
Udah, singkat doang ternyata pembahasan
ini, heuheu.
Comments
Post a Comment