Skip to main content

Posts

Showing posts from July, 2018

Berbincang dalam Doa

Pernahkah kita berbincang? Sebuah interaksi yang selalu dilakukan oleh semua orang. Antar teman, antar guru, antar sahabat, antar orang tua, antar pasangan dan percakapan dengan lawan jenis. Berbincang apa saja. Dengan topik yang berbeda setiap harinya. Dengan suasana hati yang berjuta rasanya. Curahan hati, lebih tepatnya. Semua orang berhak bercerita dengan siapa saja. Dengan orang-orang terdekat yang sudah dipercayainya. Bagiku, bercerita adalah indah. Karena dengan bercerita, hati menjadi tenang dan segala beban menjadi terasa ringan, juga kebahagiaan dapat kita salurkan. Namun, tak semua orang sibuk pedulikan kita. Merespon rasa sedih atau bahagia kita dengan menjadi pendengar yang baik. Nggak semua orang suka dan setia menjadi pendengar. Dan nggak banyak pula orang yang bersedia memberi saran, dukungan, dan ucapan. Ketahuilah, ada tempat di mana semua rahasia kita akan aman. Tanpa perlu kita merasa takut nggak direspon atau malah diacuhkan. Tempat di mana yang selalu setia...

Semoga Semakin Bertaqwa

Semoga semakin bertaqwa Adalah sebuah do'a singkat yang memiliki arti segalanya Sebuah do'a singkat yang sangat mempengaruhi manusia pada tuhan-Nya Semoga semakin bertaqwa. Adalah do'a yang menurutku sudah sangat jelas maknanya, banyak artinya, penuh penjelasannya. Semoga semakin bertaqwa. Pengertiannya ialah selalu menjalankan perintah Allah dan manjauhi larangan-Nya. Selalu menjalankan perintah-Nya. Dengan bertaqwa, kita akan selalu ingat akan kewajiban kita akan shalat, berbakti pada orang tua, selalu bersyukur atas segala keadaan, berbuat baik pada sesama, giat bekerja untuk dunia dan akhirat, selalu menjaga kesehatan dan saling menyayangi sesama. Dengan kita berdo'a, "Semoga kita semakin bertaqwa pada Allah," do'a-do'a yang lain akan turut membersamai. Agar kita selalu dalam keadaan ingat pada Allah. Agar tahu kalau kita selalu dalam penjagaan Allah. Selalu takut dan taat pada-Nya. Agar kita yakin bahwa surga benar adanya. Apakah kita termas...

Mengingat Kematian

Saat hati terasa bahagia Seolah semesta mendukung kita Saat dunia terasa milik sendiri Sehingga tak perlu ada orang yang peduli Pernahkah kita mengingat hari akhir? Hari di mana kita akan merasa sendiri Ya. Memang hari di mana kita akan sendiri Dalam sepi Pernahkah kita mengingat hari akhir? Hari di mana kita menutupkan mata Untuk selamanya Saat ajal tiba Saat sepi, pernahkah kita mengingat kematian? Karena, setiap yang bernyawa pasti akan mengalami kematian. Entah kapan pun itu. Dan pasti. Saat sendiri, pernahkah kita mengingat dosa? Karena setiap manusia miliki salah dan khilaf. Jadi mohon ampunlah, pada-Nya. Saat sunyi, pernahkah kita mengingat-Nya? Karena nanti, dikala waktunya tiba, akan ada saatnya kita bertemu dengan Yang Maha Pencipta. Sudahkah kita mempersiapkan? Ingatlah hari akhir. Hari di mata tak ada yang bisa menolong kita. Hari terakhir kita tidur dalam kesendirian. Hari di mana kita kembali menjadi tanah, bersama tumpukan tanah. Hari di mana saat nama ...

Salahkah Memilih Teman?

Salahkah kita memilih teman? Ada yang bilang begini, "Kalau kita menemui seorang penjual minyak Wangi, walaupun kita nggak beli minyak wanginya, baunya pun akan ikut tercium pula pada diri kita. Begitupun dengan tukang besi. Tahu bau besi kan? Kalau kita dekat dengannya, walau kita hanya sekedar singgah, pasti bau besi pun juga ikut tercium pada diri kita." Sama halnya dengan sebuah pertemanan. Di dalam Islam memang mengajarkan kalau sepatutnya kita berteman dengan orang-orang yang salih. Menurut pengalamanku, penjelasan dari agama kita memang benar adanya. Aku punya kisah, di mana saat aku berteman dengan orang-orang yang akhlaknya kurang baik. Mungkin tanpa aku sadari, aku ikut berlarut dalam sebuah kenakalan. Dan aku menikmatinya. Merasa bahwa hidup itu harus bebas, tanpa perlu aturan dan nasihat. Alhamdulillah, aku merasa diberi kesempatan oleh Allah dengan yang namanya perubahan. Suatu perubahan buruk menjadi baik. Saat di mana aku menyadari kalau apa yang selama i...

Ketika Hati Mulai Berharap

Ketika hati mulai berharap Pada seorang manusia dengan cinta Namun pantaskah pengharapan ini ada? Pada makhluk-Nya yang fana Ketika hati mulai berharap Pada seorang manusia yang mempesona Namun pantaskah rasa ini ada? Pada makhluk-Nya yang penuh drama Ketika hati ini mulai mengharapkannya, terkadang kita sangat menginginkan orang itu agar merasakan hal yang sama. Sama-sama jatuh cinta, sama-sama sayang, dan sama-sama memiliki. Namun pada saat kita terlarut dalam harapan pada makhluk-Nya Allah mulai timpakan pada kita dengan harapan-harapan yang semu Ketika hati terlalu berharap padanya Allah berikan rasa kepedihan atas rasa pengharapan yang lebih pada makhluk-Nya Hingga kita berpikir Pantaskah mengharapkannya? Ya. Namun tak seharusnya kita berharap lebih padanya. Allah menciptakan hati sebagai pemilik rasa akan cinta. Dan Allah berikan rasa pengharapan, hanya pada-Nya. Apa yang kita inginkan? Pinta saja pada Yang Maha Pemilik Cinta. Berharaplah sebanyak yang kita ingin...