Skip to main content

Semoga Semakin Bertaqwa

Semoga semakin bertaqwa
Adalah sebuah do'a singkat yang memiliki arti segalanya
Sebuah do'a singkat yang sangat mempengaruhi manusia pada tuhan-Nya

Semoga semakin bertaqwa. Adalah do'a yang menurutku sudah sangat jelas maknanya, banyak artinya, penuh penjelasannya.

Semoga semakin bertaqwa. Pengertiannya ialah selalu menjalankan perintah Allah dan manjauhi larangan-Nya.

Selalu menjalankan perintah-Nya. Dengan bertaqwa, kita akan selalu ingat akan kewajiban kita akan shalat, berbakti pada orang tua, selalu bersyukur atas segala keadaan, berbuat baik pada sesama, giat bekerja untuk dunia dan akhirat, selalu menjaga kesehatan dan saling menyayangi sesama.

Dengan kita berdo'a, "Semoga kita semakin bertaqwa pada Allah," do'a-do'a yang lain akan turut membersamai. Agar kita selalu dalam keadaan ingat pada Allah. Agar tahu kalau kita selalu dalam penjagaan Allah. Selalu takut dan taat pada-Nya. Agar kita yakin bahwa surga benar adanya. Apakah kita termasuk ke dalam golongannya?

Menjahui larangan-Nya. Dengan bertaqwa, kita akan selalu mengingat bahaya-bahaya apa yang harus kita hindari, yang dapat mencelakai kita ke dalam neraka. Segan berbuat maksiat, tak membuat kerusakan, keributan. Tidak berbuat kejahatan pada makhluk-Nya, enggan melakukan perbuatan tercela.

Dengan kita berdo'a, "Semoga kita semakin bertaqwa pada Allah," do'a-do'a yang lain akan turut membersamai. Agar kita tidak mencintai kenikmatan di dunia yang hanya sementara. Agar kita yakin bahwa neraka itu benar adanya. Apa kita termasuk golongannya?

Semoga tetap bertaqwa.

Dengan bertaqwa, insya Allah, Allah akan selalu menjaga kita. Kita akan selalu ingat bahwa Allah memperhatikan kita.

Ingatlah Allah dikala sedang ingin bermaksiat. Ketika mengingatnya, bersyukurlah. Allah masih peduli pada kita. Kita masih diingatkan oleh Allah, akan dosa. Kita masih diingatkan oleh Allah, akan digantinya dengan pahala yang berlipat ganda.

Dengan bertaqwa, kita akan selalu mengingat-Nya ♥♥♥

Comments

Popular posts from this blog

Semua Serba Gantian 2

Di era gen z ini, banyak yang pada nikah. Yang belom jemput takdirnya sedikit mencemaskan diri. "Jodoh gue ada gak yaaa?"  Sebenernya topik ini sama aja kayak di part pertama. Tapi akhir-akhir ini, feel-nya tuh lagi mikirin kayak gini mulu. Selain banyak yang nikah, tentunya yang meninggal juga banyak kan. Sama kayak judulnya, 'Semua Serba Gantian'. Sadar gak sadar, tiba-tiba udah menuju 25 tahun.  Katanya, dengan menikah seseorang udah berada di tahap selanjutnya. Nyatanya. Ya kita tetep jalan di tempat. Masih sama di dunia. Bedanya cuma ngejalanin kehidupan bareng orang baru aja.  Karna kenyataannya, yang satu langkah ke depan itu orang-orang yang telah mendahului.  Dari bocil beranjak dewasa. Menikah jadi orang tua. Jadi tua dan tinggal nunggu panggilan aja. Syukur-syukur meninggalnya pas tua, coba kalo pas bocil. Ya jelas. Mereka jadi selangkah lebih maju dari kita.  Tiba-tiba punya keponakan. Banyak. Udah pada gede semua. Sepupu udah pada nikah semua. Gak s...

Tasmik Al-Qur'an di Era Kepenulisan

 Jum'at, 8 Agustus 2 025. Salat Zuhur terakhir di kamar lima. Bertepatan dengan khataman rutinan terakhir pula di kamar lima. Ya. Pagi tadi kamar lima diketuk oleh seseorang. Ustazah ternyata. Bilang kalau kamarnya suruh dirapihin. Mau dipake. seperti biasa aku nyengir, ngangguk sambil bilang iya. Rasa-rasanya sedih sekali (lebay dikit). Sejak pindah ke lantai satu tahun lalu, lorong-lorong jadi tempat persinggahan awal gue buat ngaji ataupun ngelakuin segala hal di atas meja belajar. Sampai akhirnya ngisi kamar-kamar yang kosong, dan sering juga diusir ustazah buat keluar. Gak boleh dipake. Bukan hak kita, katanya. Bukan gue namanya kalo gak nakal dikit, Ya gue gatel lah, tetep masukin kamar kosong yang beloman dikunci. Sampe akhirnya, istikamah-lah kamar lima yang emang gak dikunci kayak kamar-kamar kosong sebelumnya. Walau ujung-ujungnya tiap kali ustazah ke lantai satu pasti selalu di notice, "Mbak, keluar mbak. Gak boleh dipake kamarnya..." bla.. bla.. bla.. Pertama,...

Favorites

Tiap-tiap dari kita (terkhusus penghafal quran) pasti punya ayat favorit. Ayat kesukaan. Punya ayat andalan yang dijadiin penguat dalam kehidupan. Gue juga punya. Tapi pasti penghafal quran lainnya, punya ayat di surah tertentu, yang lafaznya mungkin panjang-panjang. Gue enggak. Mungkin dari anak kecil sampe orang tua hafal ayat favorit gue. Dari penghafal quran bahkan yang awam agama sekalipun, mereka juga hafal ayat kesukaan gue. Ayat yang senantiasa kita ulang tujuh belas kali dalam setiap kali salat wajib. Ditambah kalo ngerjain salat sunah. Ditambah kalo dibaca juga diluar waktu salat. Dua ayat surah Al-Fatihah. اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ “Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan.” اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ “Tunjukilah kami ke jalan yang lurus.” Menurut gue, dua ayat ini sangat mencakup atas segala apa yang kita butuhkan. Sudah jelas, Al-Fatihah induk Al-Qur’an. Dan segala apa yang...