Skip to main content

Berbincang dalam Doa

Pernahkah kita berbincang?

Sebuah interaksi yang selalu dilakukan oleh semua orang. Antar teman, antar guru, antar sahabat, antar orang tua, antar pasangan dan percakapan dengan lawan jenis.

Berbincang apa saja. Dengan topik yang berbeda setiap harinya. Dengan suasana hati yang berjuta rasanya.

Curahan hati, lebih tepatnya.

Semua orang berhak bercerita dengan siapa saja. Dengan orang-orang terdekat yang sudah dipercayainya.

Bagiku, bercerita adalah indah. Karena dengan bercerita, hati menjadi tenang dan segala beban menjadi terasa ringan, juga kebahagiaan dapat kita salurkan.

Namun, tak semua orang sibuk pedulikan kita. Merespon rasa sedih atau bahagia kita dengan menjadi pendengar yang baik. Nggak semua orang suka dan setia menjadi pendengar. Dan nggak banyak pula orang yang bersedia memberi saran, dukungan, dan ucapan.

Ketahuilah, ada tempat di mana semua rahasia kita akan aman. Tanpa perlu kita merasa takut nggak direspon atau malah diacuhkan. Tempat di mana yang selalu setia mendengar, mendengar, dan mendengar. Selalu ada saran, dukungan, dan kemudahan.

Di mana tempat perbincangan itu ada di dalam do'a.

Karena do'a adalah suatu perbincangan kita dengan Allah. Seperti sebuah percakapan pada umumnya. Dengan berdo'a, kita bebas mengemukakan isi hati dan berbagai persoalan hidup.

Ya. Dengan berdo'a kepada Allah, kita seperti sedang berinteraksi dengan-Nya secara tatap muka. Dengan berdo'a kepada Allah, kita nggak perlu letih untuk bicara. Karena Allah Maha Tahu segala isi hati.

Percayalah, Allah Maha Mengetahui. Allah Maha Melihat apa-apa yang kita kerjakan. Baik dan buruknya yang kita lakukan.

Percayalah, Allah Maha Mendengar. Allah dengan setia mendengarkan segalanya.

Percayalah, Allah Maha Pengasih.

Percayalah, dengan sembilan puluh sembilan nama baik-Nya. Bahwa Allah memang Yang Maha Baik.

Karena dengan berdo'a, secara nggak langsung Allah akan mengabulkan do'a hamba-Nya. Dengan cara apa pun itu. Allah pasti akan mengabulkan.

- Allah akan langsung mengabulkan do'a kita
- Allah akan menunda pengabulan do'a kita di waktu yang tepat
- Allah akan mengganti do'a kita dengan yang lebih baik menurut-Nya

Allah Maha Baik, bukan?

Dengan berdo'a pula, kita dapat mengabulkan do'a orang-orang yang kita sayangi. Dengan berdo'a, kita dapat dikabulkan do'anya dari orang-orang yang menyayangi kita. Perbanyaklah meminta do'a dan saling mendo'akan. Karena kita nggak pernah tahu, dari mulut mana Allah lebih dulu mengabulkan do'a-do'a hamba-Nya.

Jadi, perbanyaklah berbincang dalam do'a. Perbanyak mengadu pada-Nya. Perbanyak meminta saran dan pendapat terbaik dari-Nya. Karena Allah tahu apa yang terbaik untuk kita nantinya.

Percayalah, cepat atau lambat, Allah akan mengabulkan do'a kita.

Perbanyaklah minta do'a yang terbaik untuk segala urusan kita, bukan do'a apa yang kita inginkan. Karena Allah Yang Maha Mengetahui segala isi hati ♥♥♥

Comments

Popular posts from this blog

Semua Serba Gantian 2

Di era gen z ini, banyak yang pada nikah. Yang belom jemput takdirnya sedikit mencemaskan diri. "Jodoh gue ada gak yaaa?"  Sebenernya topik ini sama aja kayak di part pertama. Tapi akhir-akhir ini, feel-nya tuh lagi mikirin kayak gini mulu. Selain banyak yang nikah, tentunya yang meninggal juga banyak kan. Sama kayak judulnya, 'Semua Serba Gantian'. Sadar gak sadar, tiba-tiba udah menuju 25 tahun.  Katanya, dengan menikah seseorang udah berada di tahap selanjutnya. Nyatanya. Ya kita tetep jalan di tempat. Masih sama di dunia. Bedanya cuma ngejalanin kehidupan bareng orang baru aja.  Karna kenyataannya, yang satu langkah ke depan itu orang-orang yang telah mendahului.  Dari bocil beranjak dewasa. Menikah jadi orang tua. Jadi tua dan tinggal nunggu panggilan aja. Syukur-syukur meninggalnya pas tua, coba kalo pas bocil. Ya jelas. Mereka jadi selangkah lebih maju dari kita.  Tiba-tiba punya keponakan. Banyak. Udah pada gede semua. Sepupu udah pada nikah semua. Gak s...

Tasmik Al-Qur'an di Era Kepenulisan

 Jum'at, 8 Agustus 2 025. Salat Zuhur terakhir di kamar lima. Bertepatan dengan khataman rutinan terakhir pula di kamar lima. Ya. Pagi tadi kamar lima diketuk oleh seseorang. Ustazah ternyata. Bilang kalau kamarnya suruh dirapihin. Mau dipake. seperti biasa aku nyengir, ngangguk sambil bilang iya. Rasa-rasanya sedih sekali (lebay dikit). Sejak pindah ke lantai satu tahun lalu, lorong-lorong jadi tempat persinggahan awal gue buat ngaji ataupun ngelakuin segala hal di atas meja belajar. Sampai akhirnya ngisi kamar-kamar yang kosong, dan sering juga diusir ustazah buat keluar. Gak boleh dipake. Bukan hak kita, katanya. Bukan gue namanya kalo gak nakal dikit, Ya gue gatel lah, tetep masukin kamar kosong yang beloman dikunci. Sampe akhirnya, istikamah-lah kamar lima yang emang gak dikunci kayak kamar-kamar kosong sebelumnya. Walau ujung-ujungnya tiap kali ustazah ke lantai satu pasti selalu di notice, "Mbak, keluar mbak. Gak boleh dipake kamarnya..." bla.. bla.. bla.. Pertama,...

Favorites

Tiap-tiap dari kita (terkhusus penghafal quran) pasti punya ayat favorit. Ayat kesukaan. Punya ayat andalan yang dijadiin penguat dalam kehidupan. Gue juga punya. Tapi pasti penghafal quran lainnya, punya ayat di surah tertentu, yang lafaznya mungkin panjang-panjang. Gue enggak. Mungkin dari anak kecil sampe orang tua hafal ayat favorit gue. Dari penghafal quran bahkan yang awam agama sekalipun, mereka juga hafal ayat kesukaan gue. Ayat yang senantiasa kita ulang tujuh belas kali dalam setiap kali salat wajib. Ditambah kalo ngerjain salat sunah. Ditambah kalo dibaca juga diluar waktu salat. Dua ayat surah Al-Fatihah. اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ “Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan.” اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ “Tunjukilah kami ke jalan yang lurus.” Menurut gue, dua ayat ini sangat mencakup atas segala apa yang kita butuhkan. Sudah jelas, Al-Fatihah induk Al-Qur’an. Dan segala apa yang...