Skip to main content

Jomblo Kesepian

Seperti dunia tanpa penghuni.
Layaknya hati tanpa ditemani.

HEHEHE

Di bukuku kali ini, eh salah, blog maksudnya. Aku mau curhat. Gak ada unsur menggurui atau menyindir, cuma ini pengalaman aku pribadi dan semoga bisa diambil manfaatnya, Amin.

Siapa di sini yang jomblo?

Akuuuuuuuu!

Pertanyaannya, kenapa aku bikin judulnya, 'Jomblo Kesepian'? Kesannya ngenes banget yaa, wkkw.

Karena diposisi aku yang sekarang ini, aku banyak bertanya-tanya pada hati. Asiiiikkk hehe. Pertanyaannya, "Kenapa gue jadi ngemis kasih sayang gini, sih?" ☹

Cause, akhir-akhir ini aku ngerasa kayak jomblo yang kesepian. Jomblo yang mencari-cari lawan jenis supaya ada sosok yang menemani setiap hari, khususnya di handphone. That's stupid people!

Pernyataannya, "Apa bedanya gue sama orang-orang yang lagi pacaran pada umumnya?"

Jadi, aku sering bangettttttt deket sama orang. Dan hampir selalu dibuat nyaman. Kenapa? Karena merasa dia perhatian, dan lain-lain. Dan ketika dia berubah, azek jadi power rangers haha. Nggak berubah sih, ya. Intinya tuh, setiap kalo aku lagi deket sama lawan jenis, Allah selalu buat aku mikir. Untuk yang kedua kalinya.

"Kenapa kamu berpaling pada-Ku?"

Aku ngerasa, "Ya Allah, gue udah ngerasa bahagia amat, yak, ini. Dikasih perhatian sama orang, terus lupa sama Allah."

Padahal, siapa yang menjadi tempat keluh kesah pertama, kalau aku lagi galau?

ALLAH SWT.

Dan dengan bahagianya aku, selalu merasa senang mendapat perhatian dan kasih sayang dari makhluk-Nya. Walau hanya sekedar mengobrol via chatting.

Karena nyatanya, membuang waktu untuk hal yang nggak bermanfaat juga termasuk maksiat, bukan?

Dan aku ngerasa amat sangat membuang waktu. Masih banyak kegiatan yang harus aku lakukan, yang lebih bermanfaat.

Mikir gini aja, deh. Aku nggak pacaran, tapi saling chattan (bertukar kabar, saling perhatian, dan membahas hal yang nggak bermanfaat lainnya), saling ketemu, dan bahagianya jika sama-sama saling suka hmmmmmmmm bahagianya sama seperti orang yang lagi pacaran, bukan?

Lantas, apa bedanya aku dengan orang-orang yang berpacaran?

Karena, pacaran itu nggak dosa. Tapiiiiiiii aktifitas yang dilakukan orang-orang yang sedang berpacaran itulah penyebab dosanya.

Orang-orang beranggapan kalau berpacaran, bebas berduaan, pegangan tangan, chattan sampai malam, perkataan penuh kemesraan, dan hal-hal lain yang menjerumuskan kepada perzinahan.

Lalu, bedanya aku yang cuma nggak pacaran, tapi chattan yang sama sekali nggak ada kepentingannya?

Astaghfirullah~

Jadi, kadang aku suka mikir, "Gue penting banget nggak, sih, buat megang hape?"

Dan setelah itu, aku jadi males buka hape. Karena, masih banyak hal yang lebih bermanfaat yang harus aku lakukan.

Percayalah, kalau kita berjodoh, kalau kita ingin dia jadi jodoh kita, kalau kita mau banget jodoh sama dia, minta aja sama Allah. Ikhtiar dengan cara memperbaiki diri dan yakin kalau Allah akan berikan yang terbaik. Allah pasti bakalan ngabulin apa yang kita butuhkan di masa depan nanti. Kalau dia memang yang terbaik, akan Allah dekatkan kita dengan cara-Nya.

Bukan dengan cara kita dalam chat mesra, apalagi berpacaran.

Karena, dengan seringnya kita berusaha pakai cara yang salah, Allah nggak bakal ngabulin. Kalaupun dikabulkan, nggak berkah ituuuu hehe.

Can you think, kalau kamu memaksa, berharap bisa dekat dengan si 'dia' dengan selalu chattan, selalu ketemuan, selalu bercanda, selalu ngobrol, selalu kirim kabar, saling perhatian, dan kamu merasa orang yang paling beruntung karena telah direspon sama si 'dia'. Namun percayalah nyatanya seperti itulah yang membuat kamu jauh dari 'dia' dengan cara Dia. Karena Allah tahu, cara pendekatan yang baik bukan seperti itu. Jadi jangan bangga kalau kamu merasa spesial atau di spesialkan dengan seseorang. Karena aku pernah berpikir tentang itu, "kalau aku suka sama dia, apa Allah suka juga kalau aku dekat dengan cara seperti ini?" Lantas aku lebih memilih menjauh. Lebih percaya rencana Allah yang lebiiiiihhhhh indahhhhhhh.

Jadi, pergunakan waktumu dengan baik. Ingat, jangan membuang waktu untuk hal yang tidak bermanfaat. Jangan menunda suatu hal kebaikan yang ingin kita lakukan. If you can do today, do it! Believe if we're precious people!

Jangan kayak aku yang dulunya selalu merasa kesepian. Karena sejatinya Allah lebih rindu pada perhatian kita dalam beribadah pada-Nya.

Let's moving on with me!

Kamu mau jadi jomblo yang mana, jomblo kesepian atau jomblo yang berguna untuk masa depan?

Pilihan ada di tanganmu!  😎♥

Comments

Popular posts from this blog

Semua Serba Gantian 2

Di era gen z ini, banyak yang pada nikah. Yang belom jemput takdirnya sedikit mencemaskan diri. "Jodoh gue ada gak yaaa?"  Sebenernya topik ini sama aja kayak di part pertama. Tapi akhir-akhir ini, feel-nya tuh lagi mikirin kayak gini mulu. Selain banyak yang nikah, tentunya yang meninggal juga banyak kan. Sama kayak judulnya, 'Semua Serba Gantian'. Sadar gak sadar, tiba-tiba udah menuju 25 tahun.  Katanya, dengan menikah seseorang udah berada di tahap selanjutnya. Nyatanya. Ya kita tetep jalan di tempat. Masih sama di dunia. Bedanya cuma ngejalanin kehidupan bareng orang baru aja.  Karna kenyataannya, yang satu langkah ke depan itu orang-orang yang telah mendahului.  Dari bocil beranjak dewasa. Menikah jadi orang tua. Jadi tua dan tinggal nunggu panggilan aja. Syukur-syukur meninggalnya pas tua, coba kalo pas bocil. Ya jelas. Mereka jadi selangkah lebih maju dari kita.  Tiba-tiba punya keponakan. Banyak. Udah pada gede semua. Sepupu udah pada nikah semua. Gak s...

Tasmik Al-Qur'an di Era Kepenulisan

 Jum'at, 8 Agustus 2 025. Salat Zuhur terakhir di kamar lima. Bertepatan dengan khataman rutinan terakhir pula di kamar lima. Ya. Pagi tadi kamar lima diketuk oleh seseorang. Ustazah ternyata. Bilang kalau kamarnya suruh dirapihin. Mau dipake. seperti biasa aku nyengir, ngangguk sambil bilang iya. Rasa-rasanya sedih sekali (lebay dikit). Sejak pindah ke lantai satu tahun lalu, lorong-lorong jadi tempat persinggahan awal gue buat ngaji ataupun ngelakuin segala hal di atas meja belajar. Sampai akhirnya ngisi kamar-kamar yang kosong, dan sering juga diusir ustazah buat keluar. Gak boleh dipake. Bukan hak kita, katanya. Bukan gue namanya kalo gak nakal dikit, Ya gue gatel lah, tetep masukin kamar kosong yang beloman dikunci. Sampe akhirnya, istikamah-lah kamar lima yang emang gak dikunci kayak kamar-kamar kosong sebelumnya. Walau ujung-ujungnya tiap kali ustazah ke lantai satu pasti selalu di notice, "Mbak, keluar mbak. Gak boleh dipake kamarnya..." bla.. bla.. bla.. Pertama,...

Favorites

Tiap-tiap dari kita (terkhusus penghafal quran) pasti punya ayat favorit. Ayat kesukaan. Punya ayat andalan yang dijadiin penguat dalam kehidupan. Gue juga punya. Tapi pasti penghafal quran lainnya, punya ayat di surah tertentu, yang lafaznya mungkin panjang-panjang. Gue enggak. Mungkin dari anak kecil sampe orang tua hafal ayat favorit gue. Dari penghafal quran bahkan yang awam agama sekalipun, mereka juga hafal ayat kesukaan gue. Ayat yang senantiasa kita ulang tujuh belas kali dalam setiap kali salat wajib. Ditambah kalo ngerjain salat sunah. Ditambah kalo dibaca juga diluar waktu salat. Dua ayat surah Al-Fatihah. اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ “Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan.” اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ “Tunjukilah kami ke jalan yang lurus.” Menurut gue, dua ayat ini sangat mencakup atas segala apa yang kita butuhkan. Sudah jelas, Al-Fatihah induk Al-Qur’an. Dan segala apa yang...