Skip to main content

Penerima Harapan Palsu

Kepada hati yang pernah terluka.
Kepada seseorang yang janji untuk setia.
Apakah hati ini masih ada?
Atau sudah biasa tanpa rasa?

Ada yang pernah jadi korban PHP? Ya. Korban dari Pemberi Harapan Palsu.

Apa kita termasuk dari sekian banyaknya yang menjadi Penerima Harapan Palsu?

Pasti pernah!

Tapi yang ingin aku tekankan sebelumnya,  perempuan yang baper atau laki-laki yang caper? Pikirkan baik-baik!

Menurutku, keduanya salah. Ya keduanya. Kenapa? Karena mereka telah salah mempergunakan rasa cinta itu.

Laki-laki caper.
Begitu istilahnya.

Banyak cara lelaki untuk mendapatkan hati seorang perempuan yang dia cintai. Berbagai cara akan mereka lakukan.

Via chat, pada umumnya. Banyak mengumbar rasa cinta yang seharusnya sama sekali nggak boleh diungkapkan. Rasa rindu, serta rasa ingin bertemu.

Karena menurutku, kalau seseorang yang benar-benar cinta itu, walau hanya sekedar menegur di sosial media pun nggak berani. Karena sebelumnya lelaki itu berpikir, "Mau gue bawa ke mana rasa cinta ini? Apa gue serius sama dia, atau cuma main-main?" dan lelaki itu nggak mengambil jalan pintas dengan cara kode-kode via chatting. Tapi dengan do'a dan ikhtiar pada Allah. Ikhtiarnya dengan cara memperbaiki diri. Hingga sudah tiba saatnya, lelaki itu merasa mantap dengan pilihannya, barulah ia mengajak serius perempuan yang ia cintai, ke jenjang pernikahan.

Kebanyakan di zaman sekarang, orang-orang beranggapan, "Nggak pacaran, kok. Cuma ta'aruf."

Ingat, jangan campurkan yang haq dan yang bathil. Karena kebanyakan orang yang nggak berpacaran, tapi  tetap asik mengobrol dengan alasan, "Agar saling mengenal."

Apa bedanya dengan mereka yang berpacaran?

Perempuan baper.
Begitu istilahnya.

Untuk perempuan pun, kita harus pintar-pintar mengasah rasa. Mengolah hati dan pikiran kita. Bagaimana seharusnya kita menyikapi laki-laki yang suka menebar perhatian dan janji manisnya.

Sebagai perempuan, harus pandai membedakan mana lelaki yang serius, dan lelaki yang hanya main-main saja. Karena jangan sampai hati seorang perempuan yang sangat peka terhadap perasaan, dapat sangat terluka hanya karena diberi harapan dari lelaki.

Ingat, jangan jadi perempuan yang murah akan cinta. Karena sejatinya kita berharga!

Penerima Harapan Palsu.

Untuk laki-laki, jangan pernah sekali-kali kamu katakan cinta pada perempuan yang kalau kamu sendiri belum yakin apakah akan menikahinya atau tidak.

Kalaupun kamu sudah merasa yakin, diskusikan pada Allah. Karena sekeren apapun rencana kita, Allah selalu punya cara hebat untuk merubahnya.

Janganlah mengumbar rayuan gombal-gombal pada perempuan.

Untuk perempuan, jangan sampai kamu selalu terjatuh dalam lubang yang sama. Selalu menjadi korban si pemberi harapan palsu. Karena sebahagianya kita, Allah selalu punya rencana hebat yang dapat merubah kebahagiaan tersebut.

Perbanyak minta perlindungan pada-Nya. Serahkan segalanya, atas apa-apa yang selama ini ternyata bukan yang terbaik untuk kita. Agar Allah senantiasa selalu mempertemukan kita dengan orang-orang yang baik akhlaknya.

Penerima Harapan Palsu.

Sekali lagi, kalau sedang menyukai seseorang, jangan sekali-sekali kamu ungkapkan rasa cintamu padanya. Pendam saja. Berdo'alah pada-Nya. Minta petunjuk yang terbaik untukmu dan dirinya. Jangan kode ataupun memberi harapan sekali pun.

Teruntuk calon imamku.
Kepada kamu yang sedang membaca tulisanku ini, semoga kamu mengerti. Bahwa berbincang dalam do'a lebih indah daripada kamu mengungkapkan rasa cintamu padaku. Jangan sekali-sekali kamu utarakan rasa itu. Karena aku percaya, kalau semuanya sudah siap, kita pasti berjodoh. Amin Allahumma Amin.

مَعَ الْحُبّ 💖

Comments

Popular posts from this blog

Semua Serba Gantian 2

Di era gen z ini, banyak yang pada nikah. Yang belom jemput takdirnya sedikit mencemaskan diri. "Jodoh gue ada gak yaaa?"  Sebenernya topik ini sama aja kayak di part pertama. Tapi akhir-akhir ini, feel-nya tuh lagi mikirin kayak gini mulu. Selain banyak yang nikah, tentunya yang meninggal juga banyak kan. Sama kayak judulnya, 'Semua Serba Gantian'. Sadar gak sadar, tiba-tiba udah menuju 25 tahun.  Katanya, dengan menikah seseorang udah berada di tahap selanjutnya. Nyatanya. Ya kita tetep jalan di tempat. Masih sama di dunia. Bedanya cuma ngejalanin kehidupan bareng orang baru aja.  Karna kenyataannya, yang satu langkah ke depan itu orang-orang yang telah mendahului.  Dari bocil beranjak dewasa. Menikah jadi orang tua. Jadi tua dan tinggal nunggu panggilan aja. Syukur-syukur meninggalnya pas tua, coba kalo pas bocil. Ya jelas. Mereka jadi selangkah lebih maju dari kita.  Tiba-tiba punya keponakan. Banyak. Udah pada gede semua. Sepupu udah pada nikah semua. Gak s...

Tasmik Al-Qur'an di Era Kepenulisan

 Jum'at, 8 Agustus 2 025. Salat Zuhur terakhir di kamar lima. Bertepatan dengan khataman rutinan terakhir pula di kamar lima. Ya. Pagi tadi kamar lima diketuk oleh seseorang. Ustazah ternyata. Bilang kalau kamarnya suruh dirapihin. Mau dipake. seperti biasa aku nyengir, ngangguk sambil bilang iya. Rasa-rasanya sedih sekali (lebay dikit). Sejak pindah ke lantai satu tahun lalu, lorong-lorong jadi tempat persinggahan awal gue buat ngaji ataupun ngelakuin segala hal di atas meja belajar. Sampai akhirnya ngisi kamar-kamar yang kosong, dan sering juga diusir ustazah buat keluar. Gak boleh dipake. Bukan hak kita, katanya. Bukan gue namanya kalo gak nakal dikit, Ya gue gatel lah, tetep masukin kamar kosong yang beloman dikunci. Sampe akhirnya, istikamah-lah kamar lima yang emang gak dikunci kayak kamar-kamar kosong sebelumnya. Walau ujung-ujungnya tiap kali ustazah ke lantai satu pasti selalu di notice, "Mbak, keluar mbak. Gak boleh dipake kamarnya..." bla.. bla.. bla.. Pertama,...

Favorites

Tiap-tiap dari kita (terkhusus penghafal quran) pasti punya ayat favorit. Ayat kesukaan. Punya ayat andalan yang dijadiin penguat dalam kehidupan. Gue juga punya. Tapi pasti penghafal quran lainnya, punya ayat di surah tertentu, yang lafaznya mungkin panjang-panjang. Gue enggak. Mungkin dari anak kecil sampe orang tua hafal ayat favorit gue. Dari penghafal quran bahkan yang awam agama sekalipun, mereka juga hafal ayat kesukaan gue. Ayat yang senantiasa kita ulang tujuh belas kali dalam setiap kali salat wajib. Ditambah kalo ngerjain salat sunah. Ditambah kalo dibaca juga diluar waktu salat. Dua ayat surah Al-Fatihah. اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ “Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan.” اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ “Tunjukilah kami ke jalan yang lurus.” Menurut gue, dua ayat ini sangat mencakup atas segala apa yang kita butuhkan. Sudah jelas, Al-Fatihah induk Al-Qur’an. Dan segala apa yang...