Skip to main content

Dia Belum Merindukanku?

Siapa yang sedang merindukan seseorang?

Siapa yang sedang dirindukan oleh seseorang?

Siapa yang ingin bertemu dengan orang kesayangan?

Tentu kita semua pasti rindu dan pengin bertemu dengan orang yang kita cintai.

Namun, betapa lebih membahagiakannya sekali jika kita dirindu dengan Allah. Disayang dengan Allah. Dan ingin bertemu dengan Allah.

Pada tahun ini, aku banyak mengambil pelajaran. Ada banyak kisah yang secara nggak langsung menjadikan aku sebagai peringatan. Aku banyak merenung.

Di akhir zaman ini, banyak kedzaliman yang terjadi antar sesama manusia. Kejahatan merajalela. Keadilan yang jarang ditegakkan. Kebaikan yang terlihat asing serta keburukan yang menjadi kebiasaan.

Di akhir zaman ini, sudah seharusnya kita banyak-banyak merenung. "Sudah aku persiapkan bekal apa untuk di padang mahsyar nanti?"

Di akhir zaman ini, semakin banyaknya orang yang mengejar dunia. Sibuk dengan urusan dan bisnisnya. Lalai dengan ibadah dan akhiratnya.

Bahkan lupa dengan adanya kiamat pada dirinya sendiri. Ialah kematian.

Namun, nggak sedikit pula orang-orang yang masih peduli akan amal ibadahnya yang perlu diperbaiki. Masih ada orang yang sibuk mengejar akhiratnya. Masih ada orang yang sering menangisi dan menyesali dosa-dosanya.

Dan di akhir zaman ini, banyak orang salih dan salihah yang lebih dulu menjemput ajalnya.

Di saat orang lain sibuk dengan dunianya, di saat orang salih dan salihah sibuk membenahi akhlaknya, Allah lebih dulu menjemput nyawa-nyawa orang salih dan salihah.

Mengapa tidak dengan yang lain?

Di bulan ramadhan ini, banyak sekali aku mendengar orang-orang yang dicabut nyawanya. Bahkan di sepuluh malam terakhir di bulan ramadhan.

Subhanallah.

Betapa malunya aku.

"Apakah Allah belum merindukanku?"

"Apakah dosaku masih banyak sehingga terus diberi kesempatan untuk hidup di dunia?"

Kalau pun Allah masih menginginkan aku hidup di dunia, aku memohon atas perlindungan-Mu., agar aku senantiasa dijauhkan dari rasa kenikmatan dunia. Semoga semakin bertakwa, dan tak pernah bosan untuk terus beristighfar kepada-Mu.

Karena ketika aku mendengar banyak sekali orang salih dan salihah yang lebih dulu meninggal, aku banyak merenung.

"Bagaimana nasib umat Islam di akhir zaman ini?"

"Semoga masih banyak pula orang salih dan salihah lainnya yang senantiasa berani menyiarkan agama Islam, dan membela kebenaran."

"Jika aku meninggal nanti, jadikanlah aku menjadi orang-orang yang senantiasa bertakwa pada-Mu, ya Allah."

"Semoga aku menjadi salah satu orang yang Engkau rindui akan kehadirannya."

"Sudikah Engkau rindu padaku, ya Allah?"

Comments

Popular posts from this blog

Semua Serba Gantian 2

Di era gen z ini, banyak yang pada nikah. Yang belom jemput takdirnya sedikit mencemaskan diri. "Jodoh gue ada gak yaaa?"  Sebenernya topik ini sama aja kayak di part pertama. Tapi akhir-akhir ini, feel-nya tuh lagi mikirin kayak gini mulu. Selain banyak yang nikah, tentunya yang meninggal juga banyak kan. Sama kayak judulnya, 'Semua Serba Gantian'. Sadar gak sadar, tiba-tiba udah menuju 25 tahun.  Katanya, dengan menikah seseorang udah berada di tahap selanjutnya. Nyatanya. Ya kita tetep jalan di tempat. Masih sama di dunia. Bedanya cuma ngejalanin kehidupan bareng orang baru aja.  Karna kenyataannya, yang satu langkah ke depan itu orang-orang yang telah mendahului.  Dari bocil beranjak dewasa. Menikah jadi orang tua. Jadi tua dan tinggal nunggu panggilan aja. Syukur-syukur meninggalnya pas tua, coba kalo pas bocil. Ya jelas. Mereka jadi selangkah lebih maju dari kita.  Tiba-tiba punya keponakan. Banyak. Udah pada gede semua. Sepupu udah pada nikah semua. Gak s...

Tasmik Al-Qur'an di Era Kepenulisan

 Jum'at, 8 Agustus 2 025. Salat Zuhur terakhir di kamar lima. Bertepatan dengan khataman rutinan terakhir pula di kamar lima. Ya. Pagi tadi kamar lima diketuk oleh seseorang. Ustazah ternyata. Bilang kalau kamarnya suruh dirapihin. Mau dipake. seperti biasa aku nyengir, ngangguk sambil bilang iya. Rasa-rasanya sedih sekali (lebay dikit). Sejak pindah ke lantai satu tahun lalu, lorong-lorong jadi tempat persinggahan awal gue buat ngaji ataupun ngelakuin segala hal di atas meja belajar. Sampai akhirnya ngisi kamar-kamar yang kosong, dan sering juga diusir ustazah buat keluar. Gak boleh dipake. Bukan hak kita, katanya. Bukan gue namanya kalo gak nakal dikit, Ya gue gatel lah, tetep masukin kamar kosong yang beloman dikunci. Sampe akhirnya, istikamah-lah kamar lima yang emang gak dikunci kayak kamar-kamar kosong sebelumnya. Walau ujung-ujungnya tiap kali ustazah ke lantai satu pasti selalu di notice, "Mbak, keluar mbak. Gak boleh dipake kamarnya..." bla.. bla.. bla.. Pertama,...

Favorites

Tiap-tiap dari kita (terkhusus penghafal quran) pasti punya ayat favorit. Ayat kesukaan. Punya ayat andalan yang dijadiin penguat dalam kehidupan. Gue juga punya. Tapi pasti penghafal quran lainnya, punya ayat di surah tertentu, yang lafaznya mungkin panjang-panjang. Gue enggak. Mungkin dari anak kecil sampe orang tua hafal ayat favorit gue. Dari penghafal quran bahkan yang awam agama sekalipun, mereka juga hafal ayat kesukaan gue. Ayat yang senantiasa kita ulang tujuh belas kali dalam setiap kali salat wajib. Ditambah kalo ngerjain salat sunah. Ditambah kalo dibaca juga diluar waktu salat. Dua ayat surah Al-Fatihah. اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ “Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan.” اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ “Tunjukilah kami ke jalan yang lurus.” Menurut gue, dua ayat ini sangat mencakup atas segala apa yang kita butuhkan. Sudah jelas, Al-Fatihah induk Al-Qur’an. Dan segala apa yang...