Sudah tahu, kenapa masih sombong?
Allah Subhana Wa Ta'ala telah menciptakan bumi dan seisinya, atas kuasa-Nya.
Allah telah menciptakan semua jenis makhluk hidup atas kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
Allah telah ciptakan manusia untuk saling membantu, tolong-menolong, saling menasihati.
Allah telah jadikan Islam sebagai agama yang selamat.
Allah telah mentakdirkan agama Islam sebagai agama yang menempati surga-Nya nanti.
Allah pula yang menciptakan neraka bagi siapa saja yang membangkang atas perintah-Nya.
Mereka yang tidak mempercayai adanya Allah, nerakalah tempat kembalinya.
Mereka yang tidak mengimani adanya malaikat, nerakalah tempat kembalinya.
Mereka yang tidak meyakini adanya nabi dan rasul, nerakalah tempat kembalinya.
Mereka yang tidak peduli dengan kitab-kitab, nerakalah tempat kembalinya.
Mereka yang tidak yakin akan adanya hari akhir, nerakalah tempat kembalinya.
Mereka yang tidak taat pada Allah, nerakalah tempat kembalinya.
Mereka yang suka berbuat kerusakan di muka bumi, nerakalah tempat kembalinya.
Mereka yang ringan melakukan dosa, nerakalah tempat kembalinya.
Siapakah mereka itu?
Ialah mereka yang tidak mengenal Islam.
Ialah mereka yang tidak memilih untuk menjadi orang muslim.
Mereka merasa benar. Itulah jalan mereka yang dianggap sudah betul. Dengan bebas dan tanpa larangan.
Betapa sedihnya mereka.
Andai mereka tahu, akan adanya hari di mana segala amal perbuatan dipertanggung jawabkan. Hari di mana perbuatan baik dan buruk akan diperhitungkan. Hari di mana segala aktifitas di muka bumi akan dipertanyakan.
Andai mereka tahu, agama Islam-lah sebaik-baiknya agama.
Andai mereka tahu.
Ya. Mereka tak tahu itu.
Kita bisa saja dengan mudahnya memberitahu mereka. Namun, hidayah hanyalah milik Allah. Allah-lah yang memberi kepada siapa saja orang yang pantas diberi petunjuk. Kepada siapa saja orang yang pantas diberi tahu kebenaran yang haqiqi.
Andai mereka tahu, niscaya akan ada kerajinannya dalam beribadah, bahkan meninggalkan segala jenis maksiat.
Namun mereka tak tahu.
Biarlah.
"Untukmu agamamu. Untukku agamaku."
Permasalahannya, ada pada diri kita sendiri. Ada pada sang pengaku mengimani agama Islam.
Mari bercermin.
Apakah kita tahu hanya Allah-lah tuhan yang ahad?
Hanya Allah tuhan yang patut kita sembah.
Apakah kita mengimani adanya para malaikat, nabi dan rasul, kitab-kitab?
Apakah kita percaya akan adanya hari akhir?
Apakah kita tahu akan adanya hari perhitungan, hari pertanggung jawaban, hari pembalasan?
Bahkan apakah kita mengetahui adanya surga dan neraka?
Apakah kita mengetahui mana hukum yang baik dan larangan-Nya?
Ya. Kita tahu.
Lantas, mengapa kita masih bermaksiat di bumi-Nya, padahal kita mengetahuinya?
Lantas, mengapa kita lalai dalam beribadah, padahal kita mengetahuinya?
Lantas, mengapa kita seolah tak mempercayai adanya para malaikat yang mencatat segala amal baik dan buruk?
Lantas, mengapa kita seolah tak menjadikan para nabi dan rasul sebagai suri tauladan yang baik?
Lantas, mengapa kita seolah tak meyakini betapa hebatnya kemukjizatan Alquran?
Lantas, mengapa kita lebih mengejar kesibukan dunia?
Lantas, mengapa kita masih berlagak sombong dihadapan makhluk yang lain, padahal kebahagiaan dunia hanyalah sementara?
Kenapa?
Kita tahu mana yang baik dan yang buruk.
Kita tahu, kenapa masih belagu?
Bertingkah seolah mengetahui Allah Maha Pemaaf. Lantas dengan mudahnya bermaksiat dan bisa kapan saja bertaubat.
Bagaimana kalau Allah mencabut nyawa kita sebelum kita bertaubat?
Astaghfirullah ...
Padahal, beruntunglah kita yang sudah terlahir sebagai orang muslim. Beragama Islam. Meyakini adanya tuhan yang ahad, ialah Allah.
Lantas ketika sudah dewasa, sudah tahu, kenapa masih belagu?
Kepada aku yang masih lalai, kuharap Allah tak pernah bosan mendengar kata maaf dari aku yang selalu memohon ampun atas kekhilafan yang selalu aku jalani.
Kepada aku yang masih bermaksiat, kuharap Allah masih setia mendengar kata maaf dari hamba-Nya yang masih ingin bertaubat.
Kepada aku yang masih lupa, kuharap Allah tak pernah bosan intuk mengingatkan hamba-Nya untuk terus kembali ke jalan-Nya.
Semoga Allah selalu memberikan hidayah atas bimbingan-Nya.
Comments
Post a Comment