Skip to main content

Pengin Apa dari Aku?

"Pengin umrah."

"Pengin pergi haji."

"Pengin masuk surga sekeluarga."

"Pengin kuliah di luar negeri."

"Pengin punya bisnis sendiri."

"Pengin punya suami/istri yang terbaik menurut pilihan-Nya."

"Pengin punya handphone canggih."

"Pengin punya mobil mewah."

"Pengin makan mie ayam."

"Pengin makan donat."

"Pengin ketemu kamu,"

Dan sejuta keinginan lainnya yang dapat kita harapkan semasa hidup di dunia.

Pengin apa?

Minta aja!

Minta sama siapa?

Ya sama Allah SWT.

Seperti yang aku tulis di atas tadi. Pengin makan mie ayam. Kenapa mau makan mie ayam, kok, minta sama Allah., kan bisa tinggal beli sendiri?

Dari situ mengajarkan kita bahwa apapun yang kita inginkan, minta aja sama Allah.

Allah siapa kita?
Allah tuhan kita. Pemilik alam semesta beserta isinya. Masya Allah. Betapa Maha Kuasanya Allah.

Jangan kalian pikir Allah nggak akan beri bahkan sampai hal yang terkecil pun.

Sebagai contoh, aku kalau mau tidur, terus mau ada rencana bangun jam dua, misalkan. Aku berdoa sama Allah. "Ya Allah, tolong bangunkan aku jam dua. Aku mau sahur."
Dan malamnya, aku refleks bangun sendiri. Itu yang selalu aku lakukan setiap mau tidur. Minta tolong bangunkan dari tidurnya sama Allah. Walau hal sepele seperti itu.

Sebagai contoh yang lain. Waktu itu, aku pengin banget ketemu sama seseorang. Tiba-tiba saja aku berdoa begini di jalan. "Ya Allah, aku pengin banget ketemu sama dia. Please, dong, kasih keajaiban dia lewat sini. Nggak apa-apa, deh, cuma sebentar, yang penting aku bisa lihat dia. Ya Allah, aku pengin banget lihat dia." Di posisi itu, aku sangat meyakini Allah akan mengabulkan, tapi disisi lain, aku kayak hilang harapan gitu, "Ah, ya kali dia lewat jam segini, mana mungkin. Ngarep banget, sih." But, nggak lama setelah aku nunggu di tengah jalan (kebetulan aku juga lagi nunggu di jemput, di sekolah, hehe) tiba-tiba dia keluar dari toko gitu, habis belanja. Di situ aku senang. Dan aku semakin sangat meyakini bahwa Allah itu Maha Mengabulkan. Bagaimana pun cara-Nya, aku nggak boleh kecewa atas rencana-Nya.

Ingat bahwa Allah Maha Baik.

Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama yang indah.

Arrahmaan.
Allah Maha Pengasih.
Ketahuilah bahwa Allah Maha Mengasihi. Allah Maha Memberi kepada siapa saja yang dikehendaki. Nggak mandang dia kaya atau miskin, cantik atau ganteng, tua atau muda, dan bahkan orang islam atau non islam.

Ya. Allah memberi kepada siapa saja yang meminta. Allah memberi uang triliunan kepada non islam. Tentu. Karena Allah Maha Pengasih.

Arrahiim.
Allah Maha Penyayang.
Dalam sifat Arrahiim ini, kasih sayang Allah hanyalah diberikan kepada orang-orang yang beriman.

Kenapa begitu? Ya karena Allah memang hanya sayang kepada hamba-Nya yang beriman.

Lalu kenapa orang non islam hidup enak di dunia atas nikmat yang Allah beri?

Seperti sifat Arrahmaan Allah di atas. Karena Allah Maha Pengasih kepada semua makhluk-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui bahwa di dunia bukanlah sebaik-baik tempat tinggal bagi orang beriman. Allah tahu di dunia hanyalah sementara. Jadi buat apa Allah beri kebahagiaan yang sementara untuk hamba-Nya yang beriman?

Susah di dunia? Allah ganti di akhirat.

Tapi ingat, teruntuk orang yang beriman; yang bertakwa pada Allah.

"Aku sudah berusaha untuk takwa. Tapi kenapa Allah nggak ngabulin doaku?"

Ingatlah bahwa Allah Maha Mendengar.

Ketahuilah bahwa Allah sangat suka rintihan hamba-Nya kepada-Nya. Allah suka hamba-Nya yang banyak meminta. Allah suka hamba-Nya yang banyak berharap kepada-Nya.

Salah satu adab berdoa ialah meyakini bahwa Allah Maha Mendengar dan Allah Maha Mengabulkan.

Percayalah. Allah itu dekat. Bagi siapa saja hamba-Nya yang mendekat kepada-Nya.

Balasan atas doa-doa yang kita panjatkan pasti dikabulkan oleh Allah. Bisa langsung hari itu juga diberi. Bahkan besok, lusa, sebulan kemudian. Sabar saja. Kalau merasa nggak terkabul, bisa jadi diganti sama yang lebih indah. Misal, kita pengin banget punya motor; capek, ya, jalan kali terus kalau mau pergi-pergi. Eh setelah kita berdoa sama Allah apa yang kita inginkan, Allah nggak kasih kita motor, tuh. Dan tiga bulan lamanya kita berdoa dan nunggu, tiba-tiba ada tetangga kasih kita mobil baru. Mewah pula. Masya Allah. Allah beri kita mobil melalui perantara tetangga kita sendiri. Senang, nggak?

Dan selain keinginan-keinginan di dunia, sudah sepatutnya juga minta keinginan untuk di akhirat nanti.

Just for your information, aku lebih mendalami doa ketika meminta agar meninggal dalam keadaan husnul khotimah.

Ya. Aku sangat berharap Allah mengabulkan doa hamba-Nya.

Karena, kepada siapa lagi aku memohon perlindungan agar dijauhkan dari siksa kubur selain pada Allah?

Namun, dibalik doa yang kita panjatkan. Sertakan ikhtiar yang kita kuatkan.

Jangan doa saja tapi nggak berusaha. Allah juga kan, ke pengin tahu, seberapa berjuang hamba-Nya dalam menginginkan suatu hal?

Karena Allah melihat apa yang kita ikhtiarkan. Dan Allah seperti apa yang kita prasangkakan. Kalau kita yakin, ikhtiar, berdoa, tawakkal. Insya Allah, Allah kasih!

Selain memanjatkan keinginan-keinginan untuk diri sendiri, jangan segan-segan untuk mendoakan orang lain. Dan jangan malu untuk minta didoakan oleh orang lain.

Kita hidup di dunia nggak sendiri, lho!

Saling membutuhkan satu sama lain. Ada dokter ada pasien. Ada guru ada murid. Ada penjual ada pembeli.

Jangan sampai kita lupa berdoa untuk diri sendiri kepada Allah. Karena kita nggak bisa apa-apa, bukan siapa-siapa, nggak punya apa-apa.

Jangan sungkan mendoakan kebaikan untuk orang lain. Bisa jadi, orang itu sangat membutuhkan doa-doa dari kita. Siapa tahu doa yang kita panjatkan langsung dikabulkan sama Allah untuk kebaikan orang itu.

Jangan malu meminta doa pada orang lain. Bisa jadi, Allah mengabulkan doa orang itu lebih cepat ketimbang doa kita.

Kita nggak pernah tahu, dari mulut mana Allah lebih dulu mengabulkan doa hamba-Nya?

Jadi, jangan sampai kita putus harapan dengan Allah. Apapun yang menjadi hajat dan kebutuhan kita, minta terus sama Allah. Jangan malu!

Allah tuhan semesta alam. Allah tuhan pemilik segalanya. Allah tuhanku. Allah tuhanmu. Allah tuhan kita semua.

(Albaqarah:۲:۱٨٦)

Comments

Popular posts from this blog

Semua Serba Gantian 2

Di era gen z ini, banyak yang pada nikah. Yang belom jemput takdirnya sedikit mencemaskan diri. "Jodoh gue ada gak yaaa?"  Sebenernya topik ini sama aja kayak di part pertama. Tapi akhir-akhir ini, feel-nya tuh lagi mikirin kayak gini mulu. Selain banyak yang nikah, tentunya yang meninggal juga banyak kan. Sama kayak judulnya, 'Semua Serba Gantian'. Sadar gak sadar, tiba-tiba udah menuju 25 tahun.  Katanya, dengan menikah seseorang udah berada di tahap selanjutnya. Nyatanya. Ya kita tetep jalan di tempat. Masih sama di dunia. Bedanya cuma ngejalanin kehidupan bareng orang baru aja.  Karna kenyataannya, yang satu langkah ke depan itu orang-orang yang telah mendahului.  Dari bocil beranjak dewasa. Menikah jadi orang tua. Jadi tua dan tinggal nunggu panggilan aja. Syukur-syukur meninggalnya pas tua, coba kalo pas bocil. Ya jelas. Mereka jadi selangkah lebih maju dari kita.  Tiba-tiba punya keponakan. Banyak. Udah pada gede semua. Sepupu udah pada nikah semua. Gak s...

Tasmik Al-Qur'an di Era Kepenulisan

 Jum'at, 8 Agustus 2 025. Salat Zuhur terakhir di kamar lima. Bertepatan dengan khataman rutinan terakhir pula di kamar lima. Ya. Pagi tadi kamar lima diketuk oleh seseorang. Ustazah ternyata. Bilang kalau kamarnya suruh dirapihin. Mau dipake. seperti biasa aku nyengir, ngangguk sambil bilang iya. Rasa-rasanya sedih sekali (lebay dikit). Sejak pindah ke lantai satu tahun lalu, lorong-lorong jadi tempat persinggahan awal gue buat ngaji ataupun ngelakuin segala hal di atas meja belajar. Sampai akhirnya ngisi kamar-kamar yang kosong, dan sering juga diusir ustazah buat keluar. Gak boleh dipake. Bukan hak kita, katanya. Bukan gue namanya kalo gak nakal dikit, Ya gue gatel lah, tetep masukin kamar kosong yang beloman dikunci. Sampe akhirnya, istikamah-lah kamar lima yang emang gak dikunci kayak kamar-kamar kosong sebelumnya. Walau ujung-ujungnya tiap kali ustazah ke lantai satu pasti selalu di notice, "Mbak, keluar mbak. Gak boleh dipake kamarnya..." bla.. bla.. bla.. Pertama,...

Favorites

Tiap-tiap dari kita (terkhusus penghafal quran) pasti punya ayat favorit. Ayat kesukaan. Punya ayat andalan yang dijadiin penguat dalam kehidupan. Gue juga punya. Tapi pasti penghafal quran lainnya, punya ayat di surah tertentu, yang lafaznya mungkin panjang-panjang. Gue enggak. Mungkin dari anak kecil sampe orang tua hafal ayat favorit gue. Dari penghafal quran bahkan yang awam agama sekalipun, mereka juga hafal ayat kesukaan gue. Ayat yang senantiasa kita ulang tujuh belas kali dalam setiap kali salat wajib. Ditambah kalo ngerjain salat sunah. Ditambah kalo dibaca juga diluar waktu salat. Dua ayat surah Al-Fatihah. اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ “Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan.” اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ “Tunjukilah kami ke jalan yang lurus.” Menurut gue, dua ayat ini sangat mencakup atas segala apa yang kita butuhkan. Sudah jelas, Al-Fatihah induk Al-Qur’an. Dan segala apa yang...