Skip to main content

Posts

Showing posts from 2019

Tips Move On!

Siapa di sini yang masih terpuruk dengan masa lalu? Nggak bisa masuk sekolah atau kuliah di tempat yang diinginkan. Belum bisa membahagiakan orang tua. Belum bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Suka kepikiran mantan. Gebetan punya pacar baru. Ranking menurun. Gagal berprestasi. Dan segala jenis keterpurukan lainnya yang belum bisa membuat diri kita bangkit dari kegagalan. Di sini, aku pengin berbagi tips -ku dalam merayakan kenangan. Sebenarnya aku sendiri juga masih suka terpuruk dan merasa masih dihantui dengan masa lalu; yang buruk. Namun setidaknya ada banyak usaha yang aku lakukan agar aku bisa bangkit dan  moving up. Pertama, ingat tujuan dari terlahirnya aku di bumi ini. Karena siapa? Untuk siapa? Karena Allah dan untuk Allah. Kedua, ingat Allah. Ingatlah selalu ada Allah yang nggak pernah meninggalkan aku seorang diri. Allah selalu bersama dengan orang-orang yang ingin dekat dengannya. Kalau kita beranggapan Allah itu nggak peduli, tentu kitalah yang ter...

Dia Belum Merindukanku?

Siapa yang sedang merindukan seseorang? Siapa yang sedang dirindukan oleh seseorang? Siapa yang ingin bertemu dengan orang kesayangan? Tentu kita semua pasti rindu dan pengin bertemu dengan orang yang kita cintai. Namun, betapa lebih membahagiakannya sekali jika kita dirindu dengan Allah. Disayang dengan Allah. Dan ingin bertemu dengan Allah. Pada tahun ini, aku banyak mengambil pelajaran. Ada banyak kisah yang secara nggak langsung menjadikan aku sebagai peringatan. Aku banyak merenung. Di akhir zaman ini, banyak kedzaliman yang terjadi antar sesama manusia. Kejahatan merajalela. Keadilan yang jarang ditegakkan. Kebaikan yang terlihat asing serta keburukan yang menjadi kebiasaan. Di akhir zaman ini, sudah seharusnya kita banyak-banyak merenung. "Sudah aku persiapkan bekal apa untuk di padang mahsyar nanti?" Di akhir zaman ini, semakin banyaknya orang yang mengejar dunia. Sibuk dengan urusan dan bisnisnya. Lalai dengan ibadah dan akhiratnya. Bahkan lupa dengan adanya...

Sudah Tahu, Kenapa Masih Belagu?

Sudah tahu, kenapa masih sombong? Allah Subhana Wa Ta'ala telah menciptakan bumi dan seisinya, atas kuasa-Nya. Allah telah menciptakan semua jenis makhluk hidup atas kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Allah telah ciptakan manusia untuk saling membantu, tolong-menolong, saling menasihati. Allah telah jadikan Islam sebagai agama yang selamat. Allah telah mentakdirkan agama Islam sebagai agama yang menempati surga-Nya nanti. Allah pula yang menciptakan neraka bagi siapa saja yang membangkang atas perintah-Nya. Mereka yang tidak mempercayai adanya Allah, nerakalah tempat kembalinya. Mereka yang tidak mengimani adanya malaikat, nerakalah tempat kembalinya. Mereka yang tidak meyakini adanya nabi dan rasul, nerakalah tempat kembalinya. Mereka yang tidak peduli dengan kitab-kitab, nerakalah tempat kembalinya. Mereka yang tidak yakin akan adanya hari akhir, nerakalah tempat kembalinya. Mereka yang tidak taat pada Allah, nerakalah tempat kembalinya. Mereka yang suka berb...

Pengin Apa dari Aku?

"Pengin umrah." "Pengin pergi haji." "Pengin masuk surga sekeluarga." "Pengin kuliah di luar negeri." "Pengin punya bisnis sendiri." "Pengin punya suami/istri yang terbaik menurut pilihan-Nya." "Pengin punya handphone canggih." "Pengin punya mobil mewah." "Pengin makan mie ayam." "Pengin makan donat." "Pengin ketemu kamu," Dan sejuta keinginan lainnya yang dapat kita harapkan semasa hidup di dunia. Pengin apa? Minta aja! Minta sama siapa? Ya sama Allah SWT. Seperti yang aku tulis di atas tadi. Pengin makan mie ayam. Kenapa mau makan mie ayam, kok, minta sama Allah., kan bisa tinggal beli sendiri? Dari situ mengajarkan kita bahwa apapun yang kita inginkan, minta aja sama Allah. Allah siapa kita? Allah tuhan kita. Pemilik alam semesta beserta isinya. Masya Allah. Betapa Maha Kuasanya Allah. Jangan kalian pikir Allah nggak akan beri bahkan sampai hal yang terke...

Zina Mata Online

Apa yang kalian ketahui tentang zina? Yang disebut zina bukan hanya dengan berhubungan intim saja. Makna berbuat zina sangatlah luas. Bahkan jauh sebelum melakukan perbuatan tercela tersebut, sudah ada banyak zina yang telah dilakukan. ”Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.” (HR. Muslim) Di blog -ku ini, aku akan membahas salah satu zina dari hadist riwayat Muslim di atas. Zina mata. Kenapa aku membahas zina mata? Bukankah mata hanya bertugas sebagai penglihatan sekitar saja? Dengan telinga, kita dapat mendengar suatu hal yang buruk; yang seharusnya nggak pantas untuk kita dengar. Dengan tangan, kita dapat meraba atau menyentuh sesuatu yang buruk dan tidak pantas. Tangan ini dapat men...

Cermin Amal

Hai, di catatanku kali ini, aku nggak pengin ngetik panjang kata. Aku harap, dengan singkatnya tulisanku ini, bisa membuat kalian dan khususnya aku sendiri, bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Dan nggak cuma omong doang. Bismillah ... Kalian pernah berpikir? Kalian pernah merasakan? Kalian pernah membayangkan? Momen di saat diri ini stuck , nggak tahu harus ngapain, pengin melakukan perubahan tapi bingung. Apalagi momen di saat diri ini berpikir bahwa, "hidup untuk mati." "Nanti aku mati, lho!" "Nanti aku berkumpul di akhirat, lho!" "Nanti amalan aku dihisab, lho!" Di saat bersamaan, hati aku juga nanya berkali-kali, "sudah punya bekal apa aku?" Di saat aku sudah merasa memperbanyak ibadah, di saat itu pula nyatanya ibadahku belum sempurna. Di saat merasa sudah menjadi lebih baik di hari sebelumnya, di saat itu pula nyatanya tak ada bedanya aku seperti hari-hari yang lalu. Di saat or...

Cermin Cinta

Cermin. Apa yang akan kita lakukan ketika berhadapan diri dengan cermin? Berkaca sembari memanut diri atau malah melewatkannya begitu saja? Sudah pasti kita akan berkaca sambil memanut diri. Apakah penampilan ini sudah terlihat sempurna atau ada sedikit kekurangan dengan memperbaikinya? Dengan sudah terlihat sempurnanya penampilan, kita akan percaya diri melangkah, bersapa, dan merasa bangga. Dengan percaya diri, merasa bebas memilih sesuka hati. Memilih sesuatu yang di rasa sama sempurnanya seperti kualitas pribadi. Namun sadarkah, di saat kita memilih, berharap sosok yang dinanti. Pernah berpikirkah kalau, "apakah diri ini sudah baik di mata-Nya?" Saat ini, aku sering merenungkannya. Kagum boleh, berlebihan jangan. Menjadikannya sebagai motivasi boleh, memujanya jangan. Kali ini aku akan membahas soal 'cinta' untuk yang ke sekian kalinya. Entahlah, Sang Pembolak-balikkan Hati ini seolah terus menuntut rasa cinta yang Dia berikan. Untuk apa aku pergunakan? ...

Kita adalah Pemimpin!

Dari Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam., beliau bersabda. "Ketahuilah! Masing-masing kamu adalah pemimpin, dan masing-masing kamu akan dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang dipimpin. Seorang raja yang memimpin rakyat adalah pemimpin, dan ia akan dimintai pertanggungjawaban terhadap yang dipimpinnya. Seorang suami adalah pemimpin anggota keluarganya, dan ia akan dimintai pertanggungjawaban terhadap mereka. Sang istri juga pemimpin bagu rumah tangga serta anak-suaminya, dan ia akan dimintai pertanggungjawaban terhadap yang dipimpinnya. Seorang budak juga pemimpin atas tuannya, dan ia akan dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang dipimpinnya. Ingatlah! Masing-masing kamu adalah pemimpin dan masing-masing kamu akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya." (HR. Ibnu Umar) Tiap-tiap dari kita adalah pemimpin. Kenapa begitu? Memang begitu. Seorang ibu menjadi pemimpin yang harus bertanggungjawab atas anak-anaknya. Bagaimana sang ibu haru...

Jangan Copet Hatiku

Assalamu'alaikum, teman-teman. Kali ini aku pengin kembali berbagi kisah. Sebenarnya aku nggak pengin bahas ini, tapi aku rasa semua orang wajib tau salah satu kisahku yang ini. Seperti biasa, buang yang buruk, amalkan jika bermanfaat. Aku pengin cerita. Ketika aku menjemput takdirku sendiri. Ya. Benar kata mamaku, kita itu menjemput takdir, bukan takdir yang menghampiri kita.  Sebagai contohnya, maut. Banyak orang yang bunuh diri di kereta, di jalan raya, dan di tempat lainnya yang nggak diinginkan. Tapi, percuma aja. Itu sudah bagian dari takdir yang kita jemput. Mau bagaimanapun kalau takdirnya meninggal di kasur pun, ya pasti akan meninggal di kasur. Suatu saat tiba-tiba pengin tidur di kasur, eh ternyata lagi menjemput takdir kematiannya di kasur. Sama halnya dengan rezeki. Rezeki itu dijemput. Karena rezeki sebagian dari takdir. Menjemput rezekinya dengan cara berusaha, bekerja. Bukan leha-leha. Sama halnya pula dengan jodoh. Jodoh perilal memperbaiki diri, serta men...