Skip to main content

Posts

Showing posts from 2018

Semoga Semakin Bertaqwa 2

" Sami'naa wa atho'naa ." Kata di atas mengungkapkan bahwa, sebagai hamba yang bertaqwa, maka dengarkanlah dan taatilah. Sudahkah kita bertaqwa? Semoga semakin bertaqwa, adalah do'a yang menurutku sudah sangat jelas maknanya, banyak artinya, penuh penjelasannya. Semoga semakin bertaqwa. Pengertiannya ialah selalu menjalankan perintah Allah dan manjauhi larangan-Nya. Sudahkah kita semakin bertaqwa? Sudahkah kita menjadi lebih baik dari hari kemarin? Dengan kita berdo'a, "Semoga kita semakin bertaqwa pada Allah," do'a-do'a yang lain akan turut membersamai. Agar kita selalu dalam keadaan ingat pada Allah. Agar tahu kalau kita selalu dalam penjagaan Allah. Selalu takut dan taat pada-Nya. Marilah, kita berdoa, di sisa akhir usia kita, agar kita semakin bertaqwa. Agar kita semakin mengenal dengan Allah. Agar kita semakin taat pada Allah. Agar kita lebih sering mengingat Allah kala khilaf ingin berbuat keburukan. Marilah, kita berdoa, di ...

Jomblo Kesepian 2

Kepada hati yang pernah terluka. Kepada seseorang yang janji untuk setia. Apakah hati ini masih ada? Atau sudah biasa tanpa rasa? Kali ini, aku ingin kembali menjelaskan, bagaimana cara menyikapi laki-laki caper dan menghindari sifat perempuan baper. Sesuai pengalamanku sendiri. Hehe. Aku nonton film, yang salah satu pemerannya ngomong gini, "sebenarnya yang salah itu siapa? Laki-laki yang memberikan harapan palsu atau perempuannya yang baperan?" Penjelasannya ada di judul 'Penerima Harapan Palsu'. Jadi, bagaimana cara menyikapi teman kita yang memiliki sifat seperti itu? Atau bahkan kita yang mempunyai sifat caper atau baper itu. Aku pernah baca di salah satu akun sosial mediaku. Ada quotes yang kira-kira, tuh, pengertiannya kayak gini, " yang cewek mancing. Cowok sibuk stalking. " Cewek mancing. Istilah ini bukan perempuan yang suka memancing ikan. Wkkw. Tetapi, memang kebanyakan perempuan, secara sadar ataupun enggak, memang kitalah yang '...

Rindu Nabi

Assalamu'alaikum. Allahumma sholli 'ala sayyidinaa Muhammad. Kepada sosok yang selalu merindu. Kepada sosok yang selalu dirindu. Nabi Muhammad selalu merindu umatnya. Dan semoga Nabi Muhammad selalu dirindu umatnya. Masih pantaskah kami merindu? Masih pantaskah kami bertemu padamu? Masih pantaskah kami sesurga bersamamu? Masih pantaskah kami mengagungkan namamu? Kepada sosok yang selalu ingin dijumpa. Pantaskah kami mencintaimu layaknya kamu mencintai umatmu? Bahkan, kami tak pernah bertemu denganmu, namun sungguh besar cinta yang kamu berikan. Hingga akhir hayatmu, kamu menyebut nama kami. " Ummatii ... Ummatii ... Ummatii..." Pantaskah kami merindu? Pernahkah kita merindukan Nabi Muhammad? Sosok suri tauladan kita. Pernahkah kita berpikir, "apa rasa cintaku pada Nabi Muhammad sudah sebesar rasa cintanya pada umatnya?" Pernah suatu hari aku amat sangat merindukan sosok beliau. Kuingin rasanya berkunjung ke makam beliau. Mau umrah , hehe. T...

Aku Cantik, dong!

Siapa orang yang paling cantik di dunia ini? Tentu saja, kita kaum hawa akan memperebutkan gelar seperti itu. Banyak orang yang rela menghabiskan uangnya demi melakukan perawatan wajahnya. Demi penampilannya agar selalu terlihat fashionable. Tampil cantik. Memang seperti itulah seharusnya perempuan. Namun, utamanya, tampil cantik untuk suami sendiri. Dapat pahala. Bagaimana dengan kita yang belum menikah? Seperti perempuan remaja kebanyakan yang belum mampu punya penghasilan sendiri, apa bisa perawatan untuk menjadi 'cantik'? Bagaimana dengan perempuan kebanyakan yang keluarganya kurang mampu, apa bisa mempercantik dirinya tanpa mengeluarkan biaya yang besar? Tentu, bisa! Untuk perempuan yang ingin tampil cantik, tapi nggak ada biaya lebih untuk melakukan perawatan, di sini aku mau kasih beberapa tips agar kita bisa tetap tampil cantik. Cantik luar dan dalam. Sebelumnya, tips ini aku lihat dari acara TV yang biasa suka ku tonton. Bukan dari aku sendiri, dan aku pengin...

Berbincang dalam Doa 2

Sudahkah berbincang hari ini? Pernah, nggak, kita merasa, lagi dekat sama seseorang. Dengan cepat, kita percaya sama orang itu. Lalu kita berbagi kisah kita sama dia. Banyak bercerita sama dia, seolah dialah tempat curhat yang paling nyaman, dan aman. Lalu, entah suatu hari, Allah takdirkan kita jauh dari orang itu. Entah musuhan, atau kita terpaksa menjauh karena suatu hal, hingga akhirnya kita nggak saling curhat lagi sama seseorang itu. Dan kita, tuh, mikir, "kalo dipikir-pikir, ngapain ya, waktu itu gue cerita tentang pribadi gue ke dia, kalau tahu ujungnya jadi kayak gini?" Menyesal sudahlah~ Dengan apa yang sudah kita utarakan pada seseorang yang kita anggap terpercaya. Sampai akhirnya timbul rasa takut, kalau suatu saat seseorang itu akan membongkar semua cerita yang kita berikan. Pernah? Aku sering, hm. Bagiku, bercerita adalah indah. Karena dengan bercerita, hati menjadi tenang dan segala beban menjadi terasa ringan, juga kebahagiaan dapat kita salurkan. Di ...

Mencintai Kehilangan

Takdir yang Kau beri Menguji hatiku Terasa menyesakkan Kehilangan ini Tangis yang Kau beri Membuka mataku Bahwa cinta yang sebenar cinta Hanya ada satu Ada yang tau, lagu apa itu? Judul lagunya, Mencintai Kehilangan. Nah, bagaimana mungkin kita bisa mencintai sosok yang sudah hilang pada diri kita? Entah itu barang, seseorang, atau bahkan kenangan. Bagaimana mungkin kita mencintai sebuah 'kehilangan' itu? Bukankah kehilangan itu menyakitkan? Hm , kehilangan memang menyakitkan. Maka dari itu, Allah memerintahkan kita untuk mencintai kehilangan itu. Maksud dari mencintai kehilangan ialah, kita mampu mengikhlaskan apa yang tidak semestinya ada pada diri kita. Karena sejatinya, tak ada yang abadi di dunia ini. Semua akan ada masanya datang dan pergi. Akan ada masanya perkenalan dan perpisahan. Semua silih berganti. Tak ada yang setia menemani. Bahkan pasangan suami istri pun, pasti salah satunya akan pergi mendahului. Misal, kita punya mobil. Kita cinta banget sama ...

Ketika Hati Mulai Berharap 2

Ketika hati mulai berharap. Apa yang kita inginkan? Pinta saja pada Yang Maha Pemilik Cinta. Berharaplah sebanyak yang kita inginkan. Agar Allah mengabulkan atas apa yang selama ini kita butuhkan. Ketika kita mengharapkannya, agar bisa memiliki hatinya. Percayalah, Allah lebih tahu apa yang tertera di masa depan kita. Apa kita pantas mendapatkan hatinya? Di sini, aku ingin berbagi kisah. Bukan kisahku, tapi kisah temanku. Dia menyukai seseorang. Lebih tepatnya kakak kelas. Umurnya berjarak tiga tahun lebih tua dibandingnya. Namun yang perlu kalian ketahui. Hanya dirinya dan Allah-lah yang tahu mengenai 'rasa' yang disimpannya. Untuk kakak kelas yang ia kagumi kewibawaannya. Ya. Ia mencintainya dalam diam. Tanpa kakak kelas itu tahu. Kupikir, kisah itu takkan berlangsung lama. Aku menyepelekan kisahnya. "Mungkin hanya cinta monyet. Toh , perjalanan kita masih jauh. Masih banyak lelaki salih di luar sana." Kupikir begitu. Dia pun menyetujui. Mungkin hanya sebua...

Mengingat Kematian 2

Mengingat umur bertambah. Sama pula dengan mengingat semakin dekatnya kematian. Berhitung mundur atas usia yang semakin berkurang. Seperti sedang menjemput kematian. Menunggu, kapan waktu itu tiba. Sudahkah kita mengingat kematian? Kalau belum, mari kita merenung. Andai suatu hari tiba diujung penantian. Tugasnya kini ingin dilaksanakan. Dengan jubah besar. Tampak seram bagi yang sedikit amalnya. Namun tampak teduh bagi yang banyak amal kebaikannya. Ya. Malaikat itu datang. Satu di antara sepuluh malaikat yang tugasnya kita hafalkan sedari kecil. Satu di antara sepuluh malaikat yang sepertinya tak ingin di jumpa. Namun kejadian itu pasti. Setiap manusia akan mengalaminya. Dan ketika sudah tiba saatnya, sosok itu mendekat. Seolah menunggu lama, hingga akhirnya menjemput pada waktunya. Tak ada yang bisa mengelak. Bahkan memperlambat waktu. Semua seolah sudah menjadi bagian dari takdir. Dan ketika sudah tiba saatnya; malaikat Izrail, mencabut nyawa. "Laa ilaa ha illa A...

Menjadi Lebih Baik di Hari Ini

Pernahkah berkata, "hari ini harus lebih baik dari hari kemarin." Atau, "hari esok harus lebih baik dari hari ini." Aku pun pernah. Bahkan sering. Hampir setiap hari. Pernahkah kamu merenungkan, pekerjaan apa saja yang sudah dilakukan pada hari ini? Kalau belum, renungkanlah sekarang. Walau hanya lima menit. Adakah kegiatan yang bermanfaat yang sudah kamu lakukan pada hari ini? Kalau belum, kenapa? Bukankah kita selalu mengucap doa, "semoga hari ini lebih baik dari hari kemarin." Lantas, apa yang membuatmu stuck dipekerjaan yang itu-itu saja, bahkan nggak pernah ada perubahan? Begitu pula dengan ibadah, aktifitas, belajar, dan kegiatan bermanfaat lainnya. Sudahkah, "hari ini lebih baik dari hari kemarin?" Kuberi satu contoh. Pada hari Senin, aku mengerjakan salat lima waktu dengan tepat waktu. Esok harinya, aku menyertakan salat qabliyah sebelum salat fardhu. Esok di hari Rabu, dengan landasan, "hari ini lebih baik dari...

Apa itu Hijrah?

Hijrah pada zaman nabi Muhammad berartikan bahwa untuk menyelamatkan akidah Islam para pengikutnya. Nabi Muhammad hijrah dari Mekkah ke Madinah. Kala itu, di Mekkah banyak manusia yang memiliki sifat jahiliyah . Zamannya kebodohan. Lantas Allah memerintahkan nabi Muhammad untuk hijrah; berpindah tempat, dari Mekkah ke Madinah. Saat itu nabi Muhammad telah memiliki beberapa pengikut setia yang memeluk agama Islam di kota Madinah. Setelah berhijrah, nabi Muhammad berhasil dengan sukses membangun kota Madinah sebagai pusat pemerintahan dan penyebaran Islam. Begitulah makna dan tujuan hijrah pada zaman nabi Muhammad. Berpindah tempat, dari yang awalnya memang sudah baik, berpindah untuk menjadi lebih baik lagi. Menyesuaikan lingkungan sosial yang turut menerima dakwah nabi Muhammad. Di zaman sekarang ini, apa yang terlintas dibenak kalian, saat mendengar kata "hijrah"? "Sok alim banget, sih." "Sok bener banget, sih." "Nggak usah sok, deh. Dulu juga...

Salahkah Memilih Teman? 2

Salahkah kita memilih teman? Dipenjelasan sebelumnya, aku sedikit menuturkan pendapat kalau kita bebas berteman dengan siapa saja, namun tahu aturan. Di sini aku ingin menambahkan. Pernahkah kita merasa pada diri sendiri, bahwa sifat dan akhlak kita berubah menjadi buruk? Apakah ada unsur karena pergaulan, atau kita memang tidak membenahi diri untuk menjadi lebih baik? Namun sejatinya, menurutku, pergaulan memang sangat berperan penting dalam kehidupan kita. Karena, dengan siapa kita bergaul, di situlah letak sifat dan akhlak kita berada. Di sini bukan seolah bilang kalau, "lo main sama preman, akhlak lo juga buruk." Atau, "lo main sama si kutu buku , sifat lo juga jadi suka baca buku." Tidak. Tapi seolah, "apa kita akan terpengaruh dengan si preman atau si kutu buku ?" Karena itu, pernahkah kita merasa bahwa ada salah satu dari sifat dan akhlak kita yang terbawa arus? Positif? Atau negatif? Dengan bertambahnya nilai positif yang ada di diri kita,...

Merayakan Kenangan

Kenangan. Apa yang terlintas dipikiran kita perihal 'kenangan'? Kenangan apa yang membuat kita berlarut dalam sebuah bayangan? Sejatinya, kenangan adalah hal yang paling menyenangkan di dalam kehidupan. Kenangan adalah sebuah kisah di masa lalu. Baik atau buruk, itu sudah menjadi skenario yang Dia tetapkan, menjadi pilihan bagi sang pemain kehidupan. Biasanya, banyak orang yang mengingat kenangannya dengan baik. Karena, kebahagiaanlah yang sedang dikenang. Kebahagiaan yang tak pernah bisa dilupakan dalam hidup. Kebahagiaan yang tak pernah bisa terulang. Kebahagiaan itu wajib untuk dikenang. Karena dengan mengenang kebahagiaan, hati seolah kembali larut dalam rasa bahagia itu. Hati seolah kembali dalam masa lalu. Semuanya seolah terputar jelas dalam ingatan. Padahal, jelas sekali kalau, "waktu tak pernah dapat terulang." Namun, dengan mengenang kebahagiaan, semua seolah terulang kembali. Bisa berkumpul dengan keluarga, teman, sahabat, bahkan kekasih. Kenangan i...

Penerima Harapan Palsu

Kepada hati yang pernah terluka. Kepada seseorang yang janji untuk setia. Apakah hati ini masih ada? Atau sudah biasa tanpa rasa? Ada yang pernah jadi korban PHP? Ya. Korban dari Pemberi Harapan Palsu. Apa kita termasuk dari sekian banyaknya yang menjadi Penerima Harapan Palsu? Pasti pernah! Tapi yang ingin aku tekankan sebelumnya,  perempuan yang baper atau laki-laki yang caper? Pikirkan baik-baik! Menurutku, keduanya salah. Ya keduanya. Kenapa? Karena mereka telah salah mempergunakan rasa cinta itu. Laki-laki caper. Begitu istilahnya. Banyak cara lelaki untuk mendapatkan hati seorang perempuan yang dia cintai. Berbagai cara akan mereka lakukan. Via chat, pada umumnya. Banyak mengumbar rasa cinta yang seharusnya sama sekali nggak boleh diungkapkan. Rasa rindu, serta rasa ingin bertemu. Karena menurutku, kalau seseorang yang benar-benar cinta itu, walau hanya sekedar menegur di sosial media pun nggak berani. Karena sebelumnya lelaki itu berpikir, "Mau gue bawa ke mana...

Jomblo Kesepian

Seperti dunia tanpa penghuni. Layaknya hati tanpa ditemani. HEHEHE Di bukuku kali ini, eh salah, blog maksudnya. Aku mau curhat. Gak ada unsur menggurui atau menyindir, cuma ini pengalaman aku pribadi dan semoga bisa diambil manfaatnya, Amin. Siapa di sini yang jomblo? Akuuuuuuuu! Pertanyaannya, kenapa aku bikin judulnya, 'Jomblo Kesepian'? Kesannya ngenes banget yaa, wkkw. Karena diposisi aku yang sekarang ini, aku banyak bertanya-tanya pada hati. Asiiiikkk hehe. Pertanyaannya, "Kenapa gue jadi ngemis kasih sayang gini, sih?" ☹ Cause , akhir-akhir ini aku ngerasa kayak jomblo yang kesepian. Jomblo yang mencari-cari lawan jenis supaya ada sosok yang menemani setiap hari, khususnya di handphone. That's stupid people! Pernyataannya, "Apa bedanya gue sama orang-orang yang lagi pacaran pada umumnya?" Jadi, aku sering bangettttttt deket sama orang. Dan hampir selalu dibuat nyaman. Kenapa? Karena merasa dia perhatian, dan lain-lain. Dan ketika dia be...

Berbincang dalam Doa

Pernahkah kita berbincang? Sebuah interaksi yang selalu dilakukan oleh semua orang. Antar teman, antar guru, antar sahabat, antar orang tua, antar pasangan dan percakapan dengan lawan jenis. Berbincang apa saja. Dengan topik yang berbeda setiap harinya. Dengan suasana hati yang berjuta rasanya. Curahan hati, lebih tepatnya. Semua orang berhak bercerita dengan siapa saja. Dengan orang-orang terdekat yang sudah dipercayainya. Bagiku, bercerita adalah indah. Karena dengan bercerita, hati menjadi tenang dan segala beban menjadi terasa ringan, juga kebahagiaan dapat kita salurkan. Namun, tak semua orang sibuk pedulikan kita. Merespon rasa sedih atau bahagia kita dengan menjadi pendengar yang baik. Nggak semua orang suka dan setia menjadi pendengar. Dan nggak banyak pula orang yang bersedia memberi saran, dukungan, dan ucapan. Ketahuilah, ada tempat di mana semua rahasia kita akan aman. Tanpa perlu kita merasa takut nggak direspon atau malah diacuhkan. Tempat di mana yang selalu setia...

Semoga Semakin Bertaqwa

Semoga semakin bertaqwa Adalah sebuah do'a singkat yang memiliki arti segalanya Sebuah do'a singkat yang sangat mempengaruhi manusia pada tuhan-Nya Semoga semakin bertaqwa. Adalah do'a yang menurutku sudah sangat jelas maknanya, banyak artinya, penuh penjelasannya. Semoga semakin bertaqwa. Pengertiannya ialah selalu menjalankan perintah Allah dan manjauhi larangan-Nya. Selalu menjalankan perintah-Nya. Dengan bertaqwa, kita akan selalu ingat akan kewajiban kita akan shalat, berbakti pada orang tua, selalu bersyukur atas segala keadaan, berbuat baik pada sesama, giat bekerja untuk dunia dan akhirat, selalu menjaga kesehatan dan saling menyayangi sesama. Dengan kita berdo'a, "Semoga kita semakin bertaqwa pada Allah," do'a-do'a yang lain akan turut membersamai. Agar kita selalu dalam keadaan ingat pada Allah. Agar tahu kalau kita selalu dalam penjagaan Allah. Selalu takut dan taat pada-Nya. Agar kita yakin bahwa surga benar adanya. Apakah kita termas...

Mengingat Kematian

Saat hati terasa bahagia Seolah semesta mendukung kita Saat dunia terasa milik sendiri Sehingga tak perlu ada orang yang peduli Pernahkah kita mengingat hari akhir? Hari di mana kita akan merasa sendiri Ya. Memang hari di mana kita akan sendiri Dalam sepi Pernahkah kita mengingat hari akhir? Hari di mana kita menutupkan mata Untuk selamanya Saat ajal tiba Saat sepi, pernahkah kita mengingat kematian? Karena, setiap yang bernyawa pasti akan mengalami kematian. Entah kapan pun itu. Dan pasti. Saat sendiri, pernahkah kita mengingat dosa? Karena setiap manusia miliki salah dan khilaf. Jadi mohon ampunlah, pada-Nya. Saat sunyi, pernahkah kita mengingat-Nya? Karena nanti, dikala waktunya tiba, akan ada saatnya kita bertemu dengan Yang Maha Pencipta. Sudahkah kita mempersiapkan? Ingatlah hari akhir. Hari di mata tak ada yang bisa menolong kita. Hari terakhir kita tidur dalam kesendirian. Hari di mana kita kembali menjadi tanah, bersama tumpukan tanah. Hari di mana saat nama ...

Salahkah Memilih Teman?

Salahkah kita memilih teman? Ada yang bilang begini, "Kalau kita menemui seorang penjual minyak Wangi, walaupun kita nggak beli minyak wanginya, baunya pun akan ikut tercium pula pada diri kita. Begitupun dengan tukang besi. Tahu bau besi kan? Kalau kita dekat dengannya, walau kita hanya sekedar singgah, pasti bau besi pun juga ikut tercium pada diri kita." Sama halnya dengan sebuah pertemanan. Di dalam Islam memang mengajarkan kalau sepatutnya kita berteman dengan orang-orang yang salih. Menurut pengalamanku, penjelasan dari agama kita memang benar adanya. Aku punya kisah, di mana saat aku berteman dengan orang-orang yang akhlaknya kurang baik. Mungkin tanpa aku sadari, aku ikut berlarut dalam sebuah kenakalan. Dan aku menikmatinya. Merasa bahwa hidup itu harus bebas, tanpa perlu aturan dan nasihat. Alhamdulillah, aku merasa diberi kesempatan oleh Allah dengan yang namanya perubahan. Suatu perubahan buruk menjadi baik. Saat di mana aku menyadari kalau apa yang selama i...

Ketika Hati Mulai Berharap

Ketika hati mulai berharap Pada seorang manusia dengan cinta Namun pantaskah pengharapan ini ada? Pada makhluk-Nya yang fana Ketika hati mulai berharap Pada seorang manusia yang mempesona Namun pantaskah rasa ini ada? Pada makhluk-Nya yang penuh drama Ketika hati ini mulai mengharapkannya, terkadang kita sangat menginginkan orang itu agar merasakan hal yang sama. Sama-sama jatuh cinta, sama-sama sayang, dan sama-sama memiliki. Namun pada saat kita terlarut dalam harapan pada makhluk-Nya Allah mulai timpakan pada kita dengan harapan-harapan yang semu Ketika hati terlalu berharap padanya Allah berikan rasa kepedihan atas rasa pengharapan yang lebih pada makhluk-Nya Hingga kita berpikir Pantaskah mengharapkannya? Ya. Namun tak seharusnya kita berharap lebih padanya. Allah menciptakan hati sebagai pemilik rasa akan cinta. Dan Allah berikan rasa pengharapan, hanya pada-Nya. Apa yang kita inginkan? Pinta saja pada Yang Maha Pemilik Cinta. Berharaplah sebanyak yang kita ingin...

Bodoh Akan Maksiat

Pernahkah kita merasa bodoh, akan maksiat yang berulang kali kita lakukan? Aku pernah. Aku tahu itu maksiat. Suatu hal yang Allah benci. Bodohnya aku merasa senang akan hal itu. Aku merasa menjadi orang yang paling bahagia saat itu. Namun, saat Allah menegurku. Aku merasa galau. Aku merasa Allah jahat. Kenapa Allah tega membuatku merasa sedih seperti ini? Sangat terpuruk. Baiknya, Allah membuatku berpikir. Allah sedang menegurku. Allah rindu hamba-Nya. Allah ingin aku berharap hanya pada-Nya. Allah cemburu. Sebenarnya, kitalah yang butuh Allah. Allah tak pernah memaksa manusia ingin berbuat apa. Sudah jelas, Allah ciptakan surga dan neraka. Kita tinggal memilih. Kalau ingin surga, jadilah orang baik, yang selalu taat pada Allah. Kalau ingin neraka, terserah kalianlah ingin berbuat apa. Karena Allah tuhan. Allah Maha Pemimpin. Apakah kita sebagai ciptaan-Nya tak mematuhi perintah dari pemimpin? Allah tak memaksa. Tak menurut tak apa. Ingat, sudah Allah ciptakan neraka. Bersyukurl...

Rindu Nabi

Pada siapa diri ini pantas untuk merindu? Aku rindu. Pantaskah aku merindu padamu? Pada sosok yang ingin kutemu Pada raga yang ingin kutuju Aku rindu. Pantaskah aku merindu padamu? Duhai, rindu. Dulu kita pernah bertemu Lantas pergi tinggalkan masa lalu Itulah rindu Lantas, apa yang kurasa pada sosok yang tak pernah kutemui dulu? Hanya sebatas mengenal namamu Dengan Agung semua orang menyambut kedatanganmu Tapi kita tak pernah bertemu Apa pantas aku merindu? Pada kekasih yang belum halal untuk kurindu Padahal, ada 'kamu' yang selalu merindu Walau kita tak pernah bertamu Apa pantas aku merindu? Dalam rindu, aku ingin bersamamu, Nabiku 💜